🐑🇳🇿5 Tahun di Selandia Baru — Bab yang Tak Akan Pernah Saya Lupakan🥹
✨️ Selamat Tinggal Selandia Baru 🇳🇿
Saya mencintai Selandia Baru seperti rumah kedua — 5 tahun 3 bulan, dari usia 26 tahun yang penuh energi dan hasrat akan pengalaman baru, siap melakukan pekerjaan apa pun, berganti tempat kerja berkali-kali, hingga saya berusia 30 tahun yang lebih peduli kesehatan, lebih suka di rumah daripada bepergian, dan telah belajar memasak dan bertahan hidup mandiri. IQ saya tidak berkembang, tetapi EQ saya berkembang.
Makanan mahal, sewa mahal, tetapi mobil murah — saya membeli mobil 7 penumpang hanya dengan 50.000 THB. Hidup itu sederhana — akhir pekan hanya dihabiskan untuk berbelanja di supermarket, memasak, dan menonton film. Timaru, sebuah kota kecil yang berjarak dua jam dari Christchurch, adalah tempat saya tinggal paling lama.
Bagian terbaiknya adalah berkendara — jalanan yang indah dan kosong, pegunungan yang tertutup salju, dan pemandangan yang menakjubkan di setiap musim. Alam sungguh ajaib. Orang-orang di sini sangat santai — bertelanjang kaki, tanpa payung, tanpa riasan, tanpa penghakiman. Saya jarang merasa didiskriminasi. Bahkan suhu 10°C pun terasa normal hanya dengan jaket tipis.
Barang bekas sudah biasa di sini. Udaranya sangat segar. Saya bahkan melihat Cahaya Selatan di dekat rumah.
Bahasa Inggris saya jauh lebih baik. Saya menghindari kelompok-kelompok Thailand dan bekerja dengan orang-orang Selandia Baru dan Asia seperti Malaysia, Taiwan, Tiongkok, dan India — yang menjadi seperti keluarga. Saya beruntung bertemu teman-teman yang memasak untuk saya, bekerja shift 12 jam, tetapi tetap mengobrol tanpa henti. Bahkan mendengar bahasa Mandarin setiap hari membuat saya belajar beberapa kosakata.
Dan tentu saja, pasangan hidup saya — kami bertemu saat liburan kerja pertama saya di tahun 2019. Seorang warga Malaysia. Awalnya tidak mudah — perbedaan budaya, bahasa, dan masalah visa. Namun waktu, kesabaran, dan cinta membuat kami semakin dekat. Saya tidak bisa membayangkan hidup tanpanya.
Sekarang saatnya untuk pindah besar lagi. 5 tahun terakhir ini terasa seperti menjalani mimpi. Masa depan memang tak menentu, tapi aku tak menyesal — Selandia Baru akan selalu menjadi zona nyamanku. Namun, sudah waktunya untuk meninggalkannya dan percaya bahwa aku akan bertahan seperti biasa.
Terakhir, jika kamu punya kesempatan, tinggallah di luar negeri — berapa pun negara atau usiamu. Kamu akan tumbuh lebih kuat, mengenal dirimu lebih baik, dan mendapatkan pengalaman yang akan selalu kamu ingat.
#newzealand #workingholiday #travel #roadtrip #naturalwonders