Istana Diokletianus adalah kompleks Romawi yang sangat besar, dibangun antara abad ke-3 dan ke-4 Masehi. Lebih menyerupai benteng kompleks daripada istana untuk Kaisar Romawi Diokletianus yang telah turun takhta, separuhnya merupakan kediaman dan kuil Diokletianus, sementara separuhnya lagi berfungsi sebagai barak militer Romawi pada umumnya. Saat ini, Istana ini menempati separuh Kota Tua Split, kota terbesar kedua di Kroasia. Istana ini merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO karena merupakan istana Romawi terbesar dan paling utuh yang masih berdiri.
Diokletianus lahir sebagai rakyat jelata dan diproklamasikan sebagai kaisar oleh militer. Saat ia mengambil alih kekuasaan, Kekaisaran Romawi yang dulunya perkasa berada di ambang kehancuran, setelah mengalami puluhan tahun masalah internal dan eksternal, termasuk perebutan takhta, panglima perang, invasi barbar, wabah penyakit, dan kelaparan. Setelah menyingkirkan semua pesaing dan merebut kendali penuh atas Kekaisaran Romawi, Diokletianus mendewakan kaisar, memindahkan ibu kota, dan menghapuskan Senat untuk membangun sistem diktator. Sementara itu, ia menerapkan reformasi besar-besaran terhadap Kekaisaran Romawi yang merosot, yang mencakup perubahan dalam perpajakan, hukum, dan politik. Terlepas dari kampanye eksternalnya yang ekstensif, ia juga mengatasi ancaman jangka panjang yang ditimbulkan oleh Persia, Mesir, dan suku-suku Jermanik di perbatasan kekaisaran. Terakhir, dan mungkin yang paling penting, ia melembagakan Tetrarkat, sebuah sistem pemerintahan bersama Roma, yang bertujuan untuk mengatasi ekspansi kekaisaran dan masalah suksesi. Selama masa pemerintahan Diokletianus, prestise dan kepemimpinannya memungkinkan sistem tersebut berfungsi dengan lancar. Namun, setelah pensiun, Tetrarkat yang ia dirikan runtuh. Namun, reformasi-reformasi lainnya memang meletakkan fondasi yang kokoh bagi pemulihan Kekaisaran Romawi selanjutnya.
Diokletianus, yang muncul dari masa-masa penuh gejolak, tiba-tiba turun takhta di puncak kekuasaannya, yang secara efektif menyerahkan seluruh kekuasaan dan jabatannya, menjadi salah satu dari sedikit kaisar Romawi yang turun takhta secara sukarela. Setelah turun takhta, Diocletian memilih untuk kembali ke kampung halamannya, Dalmatia, dan membangun Istana Diocletian di Split, dekat tempat kelahirannya, sebagai rumah peristirahatannya. Di sana, ia menjalani kehidupan yang terpencil dan indah, menjalani perjalanan dari seorang prajurit, menjadi kaisar, hingga akhirnya menjadi petani.
Istana Diocletian wajib dikunjungi di Split. Boleh dibilang, Split dibangun di atas fondasi Istana Diocletian. Rumah-rumah dan bisnis tampak tertanam di reruntuhan kuno, sementara batu bata dan ubin yang menyimpan sejarah ribuan tahun tampak tak terlihat di sudut-sudut jalan dan gang-gang. Saya pribadi menyukai perpaduan mulus antara masa lalu dan masa kini ini, seolah-olah saya kembali ke Roma kuno melalui celah waktu.
📜Fakta menarik: Setelah turun takhta Diocletian, Kekaisaran Romawi dengan cepat dilanda kekacauan akibat perebutan takhta. Menariknya, ketika kekaisaran kembali dilanda kekacauan, beberapa orang datang ke Istana Diocletian untuk memohon agar ia kembali dan mengakhiri kekacauan tersebut. Namun, Diokletianus yang telah pensiun telah lama menetap dalam kehidupan yang tenang dan pastoral, meninggalkan sebuah kutipan terkenal: "Jika Anda menunjukkan kepada kaisar Anda kubis yang saya tanam sendiri, dia tidak akan pernah berani menyarankan agar saya mengganti kedamaian dan kebahagiaan saat ini dengan keserakahan yang tak terpuaskan."
📜Fakta Ironis: Diokletianus dimakamkan di Istana Diokletianus setelah kematiannya. Ironisnya, Diokletianus paling terkenal karena penganiayaan Kristen terakhir dan terbesar dalam sejarah Romawi. Makamnya diubah menjadi Katedral St. Domnius pada abad ke-7 M, dan relik dua orang kudus yang menjadi martir selama penganiayaannya ditempatkan di mausoleum tersebut.
🌟 Tips: Anda dapat membeli tiket untuk memasuki Katedral St. Domnius di Istana Diokletianus dan menaiki menara lonceng. Mendaki menara lonceng sangat direkomendasikan, karena praktis merupakan titik tertinggi di Split, menawarkan pemandangan kota dan Laut Adriatik yang indah.
🚗 Transportasi: Istana Diocletian terletak di Kota Tua Split, tepat di sebelah stasiun kereta dan bus Split. Namun, jika bepergian di Kroasia, disarankan untuk naik bus karena lebih nyaman dan menyediakan akses ke lebih banyak tempat.
#myhiddengems #100waysoftravel #Croatia #Split #WorldHeritage