Saya kembali ke Shenzhen sekarang, jadi saya sungguh tidak merekomendasikan pergi ke sana pada bulan Agustus karena...
Hai, sayang-sayangku! Baru saja kembali dari Shenzhen. Banyak orang bilang hindari mengunjungi Shenzhen di bulan Agustus, tapi aku harus bilang—Shenzhen saat ini benar-benar permata musim panas! Cuacanya luar biasa panas, tapi keindahannya juga sungguh memukau. Aku sudah menyusun panduan lengkapnya, jadi percayalah! 😎
Shenzhen di bulan Agustus bagaikan palet yang terbalik! 🎨 Cahaya matahari terbenam di tepi pantai berbeda setiap hari, gradasi merah muda dan ungu memenuhi langit, menjadikan foto apa pun layaknya wallpaper. Bunga teratai di Gunung Lianhua sedang mekar penuh, dengan kuncup merah muda lembut tersembunyi di antara dedaunan hijau yang rimbun, bergoyang tertiup angin sepoi-sepoi. Di malam hari, lentera-lentera menyala di desa-desa perkotaan, dan dengungan AC berpadu dengan aroma manis es teh susu. Beginilah seharusnya musim panas! Kuncinya, meskipun banyak mahasiswa yang berlibur, pusat perbelanjaan dan tempat wisata penuh dengan kegiatan musim panas. Pasar malam, pertunjukan cahaya, dan taman air semuanya buka, membuat Anda merasa seperti telah mendarat di planet yang bahagia! ✨
Tips Transportasi
🚇 [Subway] YYDS! Ini mencakup semua objek wisata populer, dan Jalur 11 menawarkan pemandangan laut. AC-nya sangat kuat sehingga Anda perlu membawa jaket tipis. Dapatkan "Kode QR Metro Shenzhen" di Alipay dan gunakan langsung. Sangat praktis~
🚌 [Bus] Jalur cabang menjangkau beberapa gang kecil. Misalnya, naik bus ke Kota Tua Nantou dan jelajahi rumah-rumah tua di sepanjang jalan. Pastikan untuk menggunakan tabir surya.🌞
🚗 [Taksi] Perjalanan singkat sangat hemat biaya, terutama untuk perjalanan sore hari ke pantai. Naik Didi sebentar akan membawa Anda ke sana di tengah angin malam—lebih baik daripada kereta bawah tanah yang ramai~
🚢 [Feri] Naik feri dari Pelabuhan Shekou ke Hong Kong atau Zhuhai, dan nikmati pemandangan Teluk Shenzhen dari laut. Matahari terbenam di sisi kapal sungguh menakjubkan!
Rekomendasi Rute
Hari ke-1: Karnaval Tepi Laut
📍Pagi: Taman Teluk Shenzhen🌊 Sewa sepeda bersama dan bersepeda di sepanjang Binhai Boulevard. Angin laut yang menyejukkan. Saksikan burung kuntul menangkap ikan di lahan basah bakau. Berhenti sejenak untuk berfoto dengan Gedung Chunsun—pengalaman yang benar-benar modern!
📍Makan Siang: Atasi panas dengan ayam kelapa yang menyegarkan di Coastal City🥥
📍Sore: Taman Tepi Laut Dameisha - Bawa baju renang! Rebut ombak dan kerang, lalu sewa kursi pantai dan saksikan orang lain bermain jet ski. Matahari terbenam mewarnai laut dengan warna merah keemasan, membuat memori ponsel Anda benar-benar habis📸
📍Malam: Jalan Makanan Laut Yantian - Pilih dari kios-kios makanan laut yang baru disiapkan. Nikmati capit kepiting di tengah angin laut, ditemani bir dingin—sempurna!
Hari ke-2: Tur Kota
📍Pagi: Kota Tua Nantou. Gang-gang tua menyimpan kejutan baru. Bunga bugenvil menutupi dinding bata belang-belang. Temukan magnet kulkas bertema Shenzhen di toko-toko budaya dan kreatif. Di sudut jalan, Anda akan bertemu seorang wanita tua yang menjual kue berbentuk mangkuk – cita rasa masa kecil hanya dengan 5 yuan! 🍡
📍Makan siang: Nikmati nasi kaki babi di toko gang yang sudah lama ada. Rasanya gurih tapi tidak berminyak, dan super lezat!
📍Sore: Taman Kreatif OCT. Sebuah pabrik terbengkalai yang disulap menjadi distrik seni, dengan dinding penuh grafiti dan beanbag di luar kafe. Pesanlah Americano dingin dan bersantailah di sore hari, sambil menikmati sinar matahari yang menembus dedaunan. 😌
📍Malam: Happy Coast. Saat lampu menyala, kota ini tampak seperti negeri dongeng. Ada pertunjukan musik langsung di tepi danau. Ambil gelato dan nikmati jalan-jalan santai. Saat lelah, duduklah dan tonton film layar air.
Hari ke-3: Bersenang-senang di Taman
📍Seharian: Pilih antara Happy Valley dan Window of the World! Taman air Happy Valley buka hingga pukul 21.00 di bulan Agustus, dan angin dari roller coaster terasa dingin. Festival bir Window of the World sangat meriah, dengan camilan internasional dan pertunjukan kembang api di malam hari.
Atraksi yang wajib dikunjungi
1. Shenzhen Bay MixC Rooftop: Langsung menghadap rebung musim semi dan Jembatan Teluk Shenzhen, datanglah ke sana di malam hari untuk menikmati siluet lampu latar dan rasakan seperti berada di Kota New York!
2. Yangmeikeng: Lokasi syuting "The Mermaid." Sewa skuter listrik dan kelilingi laut. Mampirlah ke Luzui Villa. Airnya sebiru kaca, dan naik speedboat ke pulau!
3. Taman Lianhuashan: Naiklah untuk melihat Pusat Bisnis Futian. Selalu ada bunga di depan patung perunggu Ketua Deng Xiaoping. Halaman di bulan Agustus sangat cocok untuk piknik, jadi jangan lupa membawa selimut kotak-kotak.
4. Jalan Tua Dongmen: Surga belanja dan makan! Cumi bakar seharga 10 yuan untuk tiga tusuk, panekuk roda yang baru dibuat, dan toko pakaian tempat tawar-menawar sangat menyenangkan—suasananya ramai!
5. Pantai Xichong: Tidak seramai Dameisha, pantainya lebih bersih, dan Anda bisa berkemah sambil mengamati bintang. Bangun pukul 4 pagi untuk menyaksikan matahari muncul di cakrawala membuat saya merinding!
Rekomendasi Hidangan Lokal
1. Ayam Kelapa: Ayam empuk dimasak dalam kuah santan manis. Sempurna dengan saus kecap daun bawang. Jamur bambu meresap ke dalam kuah, membuat Anda merasa segar dari tenggorokan hingga perut. 🥥
2. Nasi Kombo Babi Panggang: Babi panggangnya berlemak tetapi tidak berminyak, sementara bebek panggangnya renyah dan empuk. Disajikan dengan saus dan nasi, hidangan ini sempurna untuk para pekerja. Makan sampai kenyang hanya dengan 15 yuan! 🍚
3. Chaoshan Beef Hot Pot: Diaolong (sejenis babi bertangkai) yang baru dipotong dan direbus dalam kaldu bening hanya selama 8 detik. Celupkan ke dalam saus shacha untuk pengalaman yang lezat, manis, dan nikmat.
4. Kaki Babi Jahe: Toko yang telah lama berdiri ini dijual oleh seorang bibi yang mendorong gerobak kecil. Kaki babi direbus hingga empuk, dan saus cuka jahenya terasa asam manis. Sangat bergizi untuk wanita, menghangatkan, dan sempurna untuk musim panas! 😋
5. Teh Lemon: Jiwa Shenzhen! Setiap restoran memiliki resep uniknya sendiri. Kocok dengan es, lalu tusuk lemon sebelum diminum untuk menyegarkan rasa asam manis. Wajib dicoba ke mana pun Anda pergi! 🧊
6. Pangsit Udang: Wajib dipesan untuk teh pagi! Kulit udang yang sebening kristal membungkus seluruh udang, dan lumer dengan sarinya saat digigit. Disajikan dengan sepoci teh Pu'er, santapan santai adalah cara sejati untuk menikmati Shenzhen.
Rekomendasi Hotel
1. Courtyard by Marriott Shenzhen Bay: 10 menit berjalan kaki dari Shenzhen Bay Park. Kamar-kamarnya yang tinggi menawarkan pemandangan laut. Lumpia nasi untuk sarapan dibuat segar dan dikukus. 🏨
2. Hotel Youxiong di Kota Tua Nantou: Sebuah B&B yang telah dialihfungsikan dengan kolam renang di halamannya. Kamar-kamarnya minimalis dan nyaman. Tertidur dengan suara serangga di kota kuno sungguh menenangkan!
3. Hotel Butik Dongmending: Pilihan tepat bagi para pecinta kuliner! Ada jajanan kaki lima di lantai bawah, dan kamar-kamarnya bersih serta terjangkau. Jika Anda lapar di malam hari, turunlah untuk menikmati sate tiram bakar untuk pengalaman yang benar-benar membahagiakan. 😋
Tips
1. Sinar ultraviolet sangat kuat di bulan Agustus! Bawalah tabir surya, topi matahari, dan lengan baju anti-es, atau kulitmu akan langsung terbakar matahari! 🌚
2. Bawalah kipas angin kecil dan tisu basah. Saat berkeringat, gosok dan keringkan dengan blow-dry untuk menyegarkan diri.
3. AC di pusat perbelanjaan selalu menyala dengan kencang, jadi masukkan jaket tipis ke dalam tasmu untuk menghindari masuk angin saat kamu pulang dari luar yang panas. 🤧
4. Periksa tabel pasang surut sebelum pergi ke pantai. Berlayar saat air surut sangat menyenangkan, dan bawalah sekop kecil untuk menggali kerang.
5. Banyak tempat wisata dan pusat perbelanjaan menyediakan air minum gratis. Bawalah gelas kosong untuk diisi air kapan pun kamu membutuhkannya—ramah lingkungan dan ekonomis. 💧
Hai, girls, ikuti saranku! Shenzhen di bulan Agustus seperti gigitan pertama semangka es—lezat sampai ke dalam. Jangan ragu, kemasi tasmu dan pergilah! Saya jamin Anda akan kembali dan berkata, "Andai saja saya mendengarkannya!" 😉