Perjalanan 7 hari 6 malam ke Phuket bersama bayi – mengikuti panduan wisata secara acak tanpa arah? Saya hampir gila!
Sebagai perencana perjalanan, saya sebenarnya percaya pada panduan wisata Phuket yang mengatakan "wisatawan santai bisa langsung mengikuti tanpa berpikir," dan hasilnya adalah petualangan 7 hari yang kacau! Keluarga dengan anak-anak, jangan ikuti saran ini! Izinkan saya memberi tahu Anda cara menghindari jebakan ini.
Rencana perjalanan penuh masalah, berhati-hatilah jika Anda membawa anak-anak:
HARI 2: Perjalanan Sehari ke Kepulauan Similan: ‼️ Mimpi buruk bagi anak-anak! Perjalanan speedboat selama 1,5 jam pulang pergi, dengan ombak besar, sangat bergelombang. Semua orang di kapal, baik dewasa maupun anak-anak, mabuk laut, sangat mengurangi keindahan pemandangan. Yang disebut "versi santai" hanyalah kapal yang berbeda; penderitaannya tidak kalah. Anak saya lesu sepanjang hari setelah turun dari kapal.
HARI 3: Kota Phuket + Pasar Malam: Kota Phuket hanyalah sekumpulan rumah berwarna-warni; anak-anak tidak tertarik. Pasar malam ramai, pengap, dan kebersihan makanan mengkhawatirkan; Saya tidak berani membiarkan anak-anak makan terlalu banyak.
HARI 4: Menyelam di Pulau Racha: Menyelam memiliki batasan usia (umumnya 10 tahun ke atas), jadi anak-anak tidak dapat berpartisipasi. Jadi apa yang harus dilakukan anak-anak? Kami terjebak di perahu atau di pantai, tetapi matahari sangat terik, membuat pengalaman yang mengerikan.
HARI 5: Perjalanan pulang dari Pulau Racha + singgah di Pulau Coral: Jadwalnya masih padat, menyeret barang bawaan kami naik dan turun perahu. Menyewa kursi pantai di Pulau Coral dikenakan biaya tambahan, membuat kami merasa seperti "dijual seperti babi," terus-menerus diangkut antar pulau.
HARI 6: Melihat matahari terbenam + Pasar Makanan Laut Rawai: Melihat matahari terbenam di Tanjung Promthep sangat ramai; mustahil untuk menemukan tempat yang bagus dengan anak kecil. Pasar Makanan Laut Rawai terkenal karena menipu wisatawan, meminta diskon setengah harga, membuat perjalanan dengan anak kecil menjadi pengalaman yang melelahkan dan menegangkan.
Pendekatan yang tepat untuk berlibur ke Phuket bersama anak-anak (penyesalan saya):
Jangan sekali-kali melakukan island hopping! Jangan island hopping! Jangan island hopping! Saya tidak bisa cukup menekankan hal ini. Pilih hotel dengan pantai yang bagus (seperti Pantai Kata) dan menetaplah di sana. Paling lama, lakukan perjalanan setengah hari ke Pulau Telur (naik perahu sebentar).
Jangan sering berganti hotel: Kami berganti hotel empat kali, mengepak dan membongkar barang sangat melelahkan, dan anak merasa tidak aman. Tetaplah di 1-2 hotel saja.
Aktivitas yang berpusat pada anak-anak: Fantasea, Nemo Dolphinarium, dan suaka gajah yang beretika adalah hal yang benar-benar dinikmati anak-anak, bukan menyelam, lapangan tembak, atau menikmati matahari terbenam.
Untuk makan, pilih pusat perbelanjaan: Restoran di Central Phuket dan Central Department Store bersih, higienis, ber-AC, dan menawarkan menu anak-anak—bukankah itu bagus?
Rencanakan transportasi terlebih dahulu: Transfer bandara dan perjalanan ke pusat perbelanjaan dapat dipesan secara online terlebih dahulu, sehingga Anda tidak perlu repot naik taksi di tempat.
Pengalaman nyata: Saat bepergian dengan anak-anak, hal terburuk adalah "terburu-buru menyusun rencana perjalanan" dan "mengejar tempat-tempat yang Instagramable." Kebebasan seorang wisatawan Phuket pada umumnya didasarkan pada ketiadaan anak-anak. Kita, sebagai wisatawan dengan anak-anak, perlu perencanaan yang lebih cermat, tetapi fokusnya harus pada "kenyamanan, keamanan, dan kesenangan," bukan "tempat-tempat Instagramable, sensasi, dan kesempatan berfoto." Di Phuket, hotel yang bagus adalah setengah dari keberhasilan; investasikan anggaran dan energi Anda di sana.