Catatan Mencari Kunang-Kunang di Batu Kucing Musim Panas
Persiapan: Janji Pagi Menuju Alam Pegunungan
Sabtu pagi di bulan Juli, saya dan teman berkumpul di pusat kota Shifang, kemudian berkendara menuju Maoriyan yang baru saja masuk dalam "Jalur Puncak Longmen No.1" — rute bertema "Menikmati Alam Pegunungan, Ditemani Kunang-Kunang" ini, hanya dengan kata kunang-kunang saja sudah membuat hati penuh harap. Mobil berhenti di kaki bukit Desa Wuma, Kelompok Sepuluh, saat pintu mobil dibuka, uap air di hutan membawa aroma segar rumput dan tanah basah menyambut, langsung mengusir panas kota, bahkan napas terasa manis dan segar.
Kami membawa tas gunung berisi obat anti nyamuk, senter, dan camilan, berjalan menyusuri jalan kayu, papan di pintu masuk tertulis jarak sekitar 5 kilometer. Teman saya mengayunkan senter di tangannya sambil tersenyum berkata, "Hari ini tidak hanya mencari batu berbentuk kucing, malam ini juga akan menangkap kunang-kunang!"
Menyusuri Sungai: Melodi Kesegaran Menyusuri Aliran
Tak lama berjalan, jalan kayu berubah menjadi jalan tanah yang lembap sepanjang tahun, terasa agak empuk saat diinjak, setiap langkah seolah merasakan napas bumi. Di kedua sisi jalan, pohon metasequoia berdiri tegak, kulit batang berwarna coklat tua dengan sisik kecil seperti duri di ujung jari, menunjukkan kehidupan yang subur. Membelok di tikungan, sebuah sungai melintang di depan, airnya lebih deras dibanding musim semi, pasir dan ikan kecil di dasar sungai terlihat jelas. Kami melangkah perlahan di atas batu sungai yang licin, air dingin sampai mata kaki, seketika membangunkan kantuk pagi.
Menyusuri aliran sungai ke atas, air terjun Xuanquan mengalir deras dari tebing, cipratan air membasahi wajah, terasa sejuk. Teman mengeluarkan ponsel untuk merekam gerakan lambat, tetesan air di layar berkilauan seperti berlian kecil di bawah sinar matahari. Di bagian akhir, stalaktit kalsit di dinding batu semakin banyak, ada yang seperti tunas bambu terbalik, ada yang seperti pita yang menggantung, basah dan misterius.
Menjelajah: Menembus Rahasia Penjaga Puncak Gunung
Saat sampai di dataran datar, pemandu Lao Wang menunjuk ke jalan berbatu di kiri dan berkata, "Naik ke atas itu puncak Maoriyan, jalannya sulit, tapi di puncak ada seorang kakek penjaga hutan yang sudah tinggal di sini lebih dari empat puluh tahun." Kami saling tersenyum dan memutuskan memanjat batu-batu tersebut. Jalannya lebih curam dari perkiraan, kami menggunakan tangan dan kaki memegang ranting untuk membantu, saat sampai setengah jalan dan menoleh ke belakang, sungai tampak seperti pita perak melilit lembah hijau.
Hampir sampai puncak, sebuah rumah kayu sederhana tiba-tiba terlihat—dinding terbuat dari papan kayu vertikal, atap genteng fiberglass hijau, asap tipis mengepul dari dapur di samping pintu. Di depan rumah, tumpukan rumput di makam dipangkas rapi, batu nisan bertuliskan "Makam Qin Wenzhi", dikelilingi pohon pinus yang tinggi dan rendah. Saat itu, seorang kakek berkulit gelap keluar, dialah Kakek Kang Deqing yang sudah menjaga hutan selama lebih dari empat puluh tahun, ia menunjuk ke empat puluh dua pasang sepatu karet yang solnya sudah aus di sudut rumah sambil tersenyum, "Ini sepatu yang rusak selama patroli, setiap pasang menyimpan jejak jalan di gunung." Kami duduk di anak tangga depan rumah kayu, mendengarkan cerita kakek tentang hutan, angin berhembus melalui pohon pinus, suara gemerisik seolah mengiringi cerita.
Mencari Batu: Bertemu Batu Berbentuk Kucing di Puncak Gunung
Setelah berpamitan dengan kakek, kami mengikuti jalan kecil ke puncak, Lao Wang menunjuk sebuah batu menonjol dan berteriak, "Lihat, itu Maoriyan!" Mengikuti arah jari, dua puncak batu berbentuk unik seperti telinga kucing, menyerupai seekor kucing duduk mengawasi seluruh lembah. Kami menyentuh permukaan batu yang kasar, membayangkan kehidupan warga desa yang tinggal di sini pada tahun 1989—meskipun desa kini ditinggalkan, batu berbentuk kucing dan kakek penjaga hutan tetap menjaga perubahan waktu di hutan ini.
Berdiri di puncak dan memandang ke bawah, lembah Maoriyan penuh dengan kehijauan, sungai berwarna hijau zamrud, hutan lebat, jalan setapak berkelok, seperti lukisan alam musim panas yang terbentang. Kami duduk di batu sambil mengunyah roti, memandang pegunungan jauh, angin membawa aroma jarum pinus.
Menginap Malam: Janji Cahaya Bintang Mengejar Kunang-Kunang
Saat turun gunung, matahari sudah tenggelam di balik gunung, lembah mulai gelap. Sesuai saran Lao Wang, kami mendirikan tenda di lapangan kaki gunung, baru menyalakan senter, terlihat beberapa kunang-kunang berkelap-kelip di rerumputan, seperti bintang yang jatuh ke rumput. Kami mematikan senter dan berdiri diam di pinggir jalan, semakin banyak kunang-kunang terbang keluar, ada yang berputar-putar di sekitar kami, ada yang bertengger di daun rumput, seluruh lembah seolah diterangi cahaya bintang.
Lao Wang duduk di batu sambil merokok, tersenyum berkata, "Musim panas di Maoriyan, kunang-kunang paling banyak, malam di gunung sangat sunyi, hanya terdengar suara mereka terbang." Kami berbaring di dalam tenda, mendengarkan suara serangga di hutan dan gemericik sungai jauh, mengenang batu berbentuk kucing, kakek penjaga hutan, dan kunang-kunang di depan mata, merasa perjalanan ini benar-benar "Menikmati Alam Pegunungan".
Keesokan pagi, kami membereskan tenda dan pulang, mobil melaju jauh, saya masih menoleh ke arah Maoriyan. Tahun depan musim panas, saya akan kembali, melihat lagi "kucing" yang duduk di puncak gunung, mendengar cerita kakek penjaga hutan, dan bertemu janji cahaya bintang bersama kunang-kunang.
I. Informasi Dasar Kawasan Wisata
1. Lokasi: Lembah Maoriyan, Desa Wuma, Kota Yinghua, Kota Shifang, Kota Deyang, Provinsi Sichuan.
2. Keistimewaan: Ngarai alami, bermain air menyusuri sungai, menikmati air terjun, pendakian ringan, memetik sayuran liar, melihat kunang-kunang musim panas.
3. Harga Tiket: Gratis, tanpa biaya masuk.
4. Biaya Parkir: Beberapa tempat parkir rumah makan desa mengenakan biaya sekitar 10 yuan, parkir di pinggir jalan yang sesuai aturan gratis (musim ramai tempat parkir terbatas, disarankan datang pagi).
5. Waktu Terbaik Berkunjung
· Musim panas (Juni-Agustus): Musim emas bermain air dan menghindari panas, suhu sekitar 10℃ lebih rendah dari kota, sejuk dan nyaman, malam hari bisa bertemu kunang-kunang;
· Musim semi (Maret-Mei): Hijau segar, cocok untuk pendakian, bisa mencoba memetik daun bawang liar, daun anggur, pakis liar dan sayuran liar lainnya;
· Musim gugur (September-November): Hutan berwarna-warni, suasana alam pegunungan maksimal, pendakian nyaman;
· Musim dingin: Dingin di pegunungan, kadang ada embun beku, cocok untuk pendakian petualangan kecil, perlu waspada licin dan bawa pakaian hangat.
6. Durasi Wisata: Bermain air santai 2-3 jam, jalur pendakian melingkar 4-5 jam, bisa untuk wisata sehari atau dua hari.
II. Persiapan Transportasi
(A) Cara Transportasi
1. Mengemudi sendiri (direkomendasikan)
· Navigasi langsung ke Lembah Maoriyan Shifang / Desa Wuma, dari Chengdu sekitar 1,5 jam, dari Deyang sekitar 1 jam, dari pusat kota Shifang sekitar 30 menit;
· Rute: Chengdu → Jalan Tol Chengwan → Shifang Barat → Kota Yinghua → Desa Wuma → Lembah Maoriyan, kondisi jalan baik, mobil sedan bisa lewat.
2. Transportasi Umum
- Dari terminal bus Chengdu/Deyang naik bus ke terminal bus Shifang, lalu naik bus kota ke Kota Yinghua, setelah sampai bisa naik taksi atau carpool ke Lembah Maoriyan (sekitar 10 km, tidak ada bus langsung, carpool lebih praktis).
(B) Barang Wajib Dibawa
1. Pakaian dan Sepatu: Gunakan sepatu anti selip untuk menyusuri sungai atau sepatu hiking, dilarang memakai sandal jepit (jalan licin mudah terpeleset); musim panas bawa jaket tipis (perbedaan suhu di gunung besar), musim semi, gugur, dan dingin siapkan pakaian hangat;
2. Perlengkapan Wisata: Ganti pakaian, kantong tahan air (melindungi ponsel dan kamera), tongkat hiking (penting untuk jalur pendakian melingkar), ember kecil/jaring ikan (untuk bermain air bersama anak);
3. Barang Lain: Air minum, camilan, perlindungan matahari, obat anti nyamuk, kantong sampah (tidak ada tempat sampah di kawasan, bawa pulang sampah sendiri), kotak P3K sederhana.
III. Pengalaman Khusus
1. Bermain Air Menyusuri Sungai: Aktivitas utama musim panas, air sungai dingin dan jernih, area dangkal aman, anak-anak bisa bermain air dan menangkap ikan kecil, merasakan kesegaran musim panas;
2. Memetik Sayuran Liar: Musim terbaik Maret-Mei, ada jalur khusus dengan pemandu desa, memetik daun bawang liar, daun anggur, pakis liar dan sayuran liar asli, merasakan keseruan alam pedesaan;
3. Menikmati Air Terjun: Air terjun Xuanquan mengalir deras di lembah, bentuk beragam, suara air mengalir, cocok untuk foto, setiap jepretan jadi karya alam;
4. Melihat Kunang-Kunang: Malam cerah musim panas, di hutan sekitar bisa melihat kunang-kunang berkelap-kelip, suasana magis dan menenangkan, disarankan datang setelah gelap, jangan gunakan cahaya terang atau menangkap kunang-kunang.
IV. Rekomendasi Kuliner Khas
1. Masakan Rumah Desa: Banyak rumah makan desa di sekitar kawasan, wajib coba daging asap Shifang, iga asap, telur orak-arik dengan sayuran liar, sup jamur liar, tahu sutra segar, bahan makanan asli lokal, rasa segar dan lezat;
2. Jajanan: Di pintu masuk ada warga desa menjual mie dingin, kentang, kue ketan dan jajanan lain, harga terjangkau, cocok untuk mengganjal perut saat berwisata.