Saat fajar menyingsing, mendaki Gunung Wutai, di mana kabut berputar dan gunung-gunung yang jauh tampak samar. Lonceng kuil berbunyi dari atas, jelas dan jauh, langsung membawa seseorang ke dalam suasana yang khidmat. Lampu kuno dan patung Buddha, asap dupa yang melayang, para peziarah berkumpul di sini, tangan terkatup dalam doa, mempercayakan harapan mereka kepada angin di puncak gunung.
Mendaki anak tangga, setiap langkah adalah sebuah latihan. Melihat ke luar, lapisan gunung saling bertumpuk, langit sangat murni, seolah-olah hiruk-pikuk dunia dibersihkan di sini. Gunung Wutai bukan hanya tempat suci Buddha tetapi juga tempat perlindungan spiritual. Di tengah ketenangan pegunungan dan sungai, seseorang merasakan kedamaian batin dan keluasan, seperti lonceng pagi dan drum malam yang bergema di hati, bertahan lama.
Lihat teks asli