Perjalanan kami di Hong Kong dimulai dari Stasiun MTR Jordan, di mana kami langsung terhanyut dalam energi sibuk Kowloon. Nathan Road, dengan papan neon yang menyala, gedung-gedung komersial-residensial yang menjulang, dan ritme tak henti-hentinya dari orang-orang yang berlalu-lalang di jalanan, terasa seperti adegan dari film klasik Hong Kong.
Salah satu pemandangan paling mencolok di sepanjang rute ini adalah New Lucky House, contoh khas arsitektur lama Hong Kong. Meski terlihat usang, bangunan ini penuh karakter dan menjadi pengingat yang tenang akan masa lalu kota ini, di mana ruang hunian berpadu dengan bisnis kecil di lantai dasar. Pesona nostalgianya, dengan jemuran yang tergantung di jendela dan papan nama bergaya vintage, sangat kontras dengan gedung pencakar langit modern yang menjulang di latar belakang, menciptakan kapsul waktu visual dari lanskap Hong Kong yang terus berkembang.
Saat kami menuju Yau Ma Tei dan Mong Kok, kami sempat berbelok ke Langham Place, sebuah kompleks perbelanjaan dan tempat makan yang luas, menawarkan pelarian singkat dari hiruk-pikuk kota. Tata letak yang luas dan interior modern mal ini memberikan momen istirahat sebelum kami kembali ke jalanan yang ramai, melanjutkan perjalanan menuju Ladies' Market, sebuah kawasan yang penuh dengan kios-kios yang menjual segala sesuatu mulai dari fashion trendi dan aksesori hingga suvenir dan barang unik.
Di antara banyaknya penjual makanan jalanan, satu kios tertentu menarik perhatian kami—sebuah kios mie dingin di luar Argyle Centre, yang menyajikan camilan khas Hong Kong yang praktis. Konsepnya sederhana namun menarik: Anda memilih bahan-bahan—dengan harga yang sama kecuali dinyatakan sebaliknya—dan penjual mencampurnya dalam campuran yang dingin dan penuh rasa sebelum menyerahkan mie dalam kantong plastik kecil. Kantong ini tidak memiliki pegangan; sebagai gantinya, Anda memegangnya seperti mangkuk darurat, dengan sumpit di tangan, makan sambil berjalan atau berdiri di pinggir jalan seperti penduduk lokal sejati.
Sepanjang perjalanan, kami melewati berbagai kios makanan jalanan yang menggoda, kafe kecil, dan tempat makan lokal yang sudah lama berdiri, masing-masing mengundang kami untuk berhenti dan menikmati. Meskipun ini hanya perjalanan kota yang sederhana, pengalaman ini kaya akan suasana—yang menggabungkan nostalgia, keaslian, dan denyut nadi kehidupan jalanan Hong Kong yang tak pernah berhenti.
Lihat teks asli