Berdiri di depan Gua Yungang, sebuah tembok batu yang luas terbentang di depan mata Anda, dengan ceruk Buddha dan patung-patungnya seperti simfoni waktu yang membeku. Suara pahat para pengrajin dari seribu tahun yang lalu seolah masih bergema di telinga Anda. Patung Buddha raksasa tampak khidmat, dengan mata yang tertunduk, memancarkan aura kasih sayang yang damai yang menenangkan pikiran.
Memasuki gua, dengan hati-hati mengamati tekstur dan detail ukiran dinding, setiap goresan pahat mengandung kekuatan iman. Cahaya dan bayangan masuk dari pintu gua, menerangi profil Buddha, seperti dialog suci. Gua Yungang bukan hanya harta seni ukir batu tetapi juga bisikan sejarah, mengingatkan generasi mendatang untuk menghormati waktu dan iman yang tak pernah padam dalam hati manusia.
Lihat teks asli