Dikelilingi oleh kelompok gunung berapi Aso, kota kecil Miyaji tidak hanya menjadi rumah bagi Kuil Aso tetapi juga menyimpan "Ziarah Mata Air" yang rendah hati namun memikat. Medan vulkanik menyaring air hujan selama bertahun-tahun, yang kemudian muncul dari bawah tanah sebagai air jernih, diam-diam menyuburkan kehidupan penduduk dan menjadi pemandangan paling lembut bagi para pelancong yang berjalan-jalan.
Berjalan perlahan di sepanjang jalan Miyaji, Anda akan sesekali melihat kolam mata air atau titik pengumpulan air, dengan air yang sangat jernih dan suara lembut aliran air. Penduduk setempat membawa ember untuk mengambil air atau mencuci sayuran, menciptakan pemandangan yang alami dan autentik. Mata air ini bukan hanya sekadar pemandangan, tetapi juga bagian dari kehidupan sehari-hari, memungkinkan saya merasakan hubungan mendalam antara Aso dan air.
Yang paling saya sukai adalah bahwa mata air ini sebagian besar tidak memiliki kemasan mewah, diam-diam ada di sudut jalan, di samping kuil, atau di dekat rumah, membuatnya semakin menawan. Perlambat langkah Anda, gunakan mata dan telinga Anda untuk merasakan aliran air, dan ritme Miyaji akan melambat bersama Anda.
📍 Lokasi Check-in: Kelompok Mata Air Miyaji Aso (Rute berjalan di sekitar Kuil Aso)
Lihat teks asli