Saya pikir Suzhou sudah cantik, dan sejauh ini tahun ini, kota wisata favorit saya telah muncul
Tahun ini, aku bertemu Shaoxing, kekasihku.
Ketika aku membayangkan kota-kota air Jiangnan, bayangan samar nan puitis muncul di benakku. Baru setelah aku mengunjungi Shaoxing, dengan batu bata biru, ubin hitam, dan perahu-perahu yang bergoyang pelan, Jiangnan akhirnya tampak lebih jelas. Tak berlebihan jika kukatakan bahwa tahun ini, Shaoxing telah menjadi destinasi wisata favoritku, dan aku tak pernah bosan mengunjunginya, berapa kali pun aku mengunjunginya.
🌳Kesan Pertama: Sebuah Kota dari Buku
Jika Shaoxing masih asing bagimu, frasa "Dari Taman Baicao ke Toko Buku Sanwei" pasti akan mengingatkanmu. Melangkah ke Shaoxing seperti melangkah ke dalam buku teks, dan kata-kata yang kubaca semasa kecil tiba-tiba terasa hidup. Bangunan-bangunan tua yang berjajar di jalanan dan jalan-jalan berbatu di gang-gang menyimpan kenangan masa lalu. Seolah-olah kau bisa melihat Lu Xun muda berlari dan bermain di sini, menjelajahi dunianya sendiri.
🍃Menyingkap Pesona Shaoxing dalam Dua Hari Satu Malam
Hari ke-1:
📍Jalan Barat: Pagi-pagi sekali, susuri Jalan Barat yang begitu sunyi hingga Anda dapat mendengar langkah kaki Anda sendiri. Rumah-rumah yang berjajar di sepanjang sungai terpantul di air, dan sesekali orang yang bangun pagi mencuci pakaian menciptakan riak-riak, menyerupai noda tinta.
📍Kampung Halaman Lu Xun: Ini adalah reuni dengan kenangan masa kecil. Perabotan di bekas kediaman dan tanaman di Taman Baicao masih mempertahankan pesona aslinya. Berdiri di depan Toko Buku Sanwei, seolah-olah Anda dapat mendengar ajaran tulus sang guru, dan meja itu menyimpan aspirasi para siswa yang tak terhitung jumlahnya.
📍Jalan Cangqian: Setelah menjelajahi kampung halaman Lu Xun, berjalanlah beberapa menit ke Jalan Cangqian. Nikmati beragam jajanan kaki lima yang memukau, mulai dari aroma harum tahu busuk hingga manisnya xiaopan (panekuk kecil) bermentega. Nikmati jalan-jalan santai dan benamkan diri Anda dalam kehidupan sehari-hari penduduk Shaoxing.
📍Kampung Halaman Sang Bijak Kaligrafi: Di sore hari, masuklah ke kampung halaman Sang Bijak Kaligrafi dan rasakan pesona lembut wilayah Jiangnan. Naiklah perahu dayung dan berlayarlah menyusuri perairan yang sempit, jemari Anda mengusap air sungai yang sejuk. Menatap ke atas, Anda akan melihat jembatan-jembatan kuno membentang di atas air, atap-atapnya menyilang di lanskap. Seolah-olah Anda telah menjelajahi ribuan tahun, berbagi dunia ini dengan Wang Xizhi.
📍Jembatan Delapan Karakter: Saat senja, cahaya senja membayangi Jembatan Delapan Karakter, anak tangganya yang berundak-undak dan strukturnya yang unik. Di bawahnya, perahu-perahu layar hitam berlayar santai, dan di kejauhan, asap mengepul dari rumah-rumah. Ini adalah tempat yang damai dan tenteram.
Hari ke-2:
📍Danau Timur: Setelah sarapan, pergilah ke Danau Timur untuk menikmati pemandangan yang menakjubkan. Tebing-tebing menjulang, air danau berwarna hijau zamrud. Memasukinya dengan perahu bagaikan melangkah ke lanskap yang indah. Nyanyian rakyat Shaoxing yang dibawakan sang tukang perahu menggema di lembah, memikat jiwa dan raga.
📍Danau Angsang: Selanjutnya, tibalah di Danau Angsang dan susuri jalan setapak kuno yang ramping. Air biru membentang di bawah kaki Anda, dan angin sepoi-sepoi membelai wajah Anda, membawa aroma lembap air danau. Semua kekhawatiran terlupakan. 📍Lanting: Melangkah ke Lanting di sore hari, di tengah ketenangan pepohonan bambu yang rimbun dan aliran sungai yang berkelok-kelok, Anda hampir membayangkan menyaksikan pemandangan elegan para cendekiawan yang sedang minum dan menggubah puisi. Duduk di bangku batu di tepi sungai, sinar matahari yang menembus dedaunan bambu memancarkan sekilas kearifan kuno.
📍Kota Kuno Anchang: Tiba di Kota Kuno Anchang di sore hari, sosis dan bebek rebus berjejer di jalanan, dan udara dipenuhi aroma kecap yang kaya. Temukan kedai kecil di tepi sungai, pesanlah sepoci arak beras dengan kacang adas, dan saksikan lampu-lampu kota kuno yang perlahan menyala. Hiruk pikuk kehidupan terasa begitu menenangkan.
📷Destinasi berfoto, mengabadikan keindahan Shaoxing
👉Kampung Halaman Lu Xun: Sebuah landmark budaya Shaoxing, jelajahi dan abadikan kenangan masa lalu, dari ilustrasi buku teks hingga kenyataan, setiap langkah adalah perjalanan yang penuh emosi.
👉Kampung Halaman Sang Bijak Kaligrafi: Menggunakan air sebagai tinta dan jembatan kuno sebagai kuas, kota ini menggambarkan keindahan anggun Jiangnan. Di sini, berfoto dengan Hanfu akan langsung membenamkan Anda dalam pesona kuno, dan setiap bidikan adalah mahakarya yang memukau.
👉Danau Angsang: Susuri jalan setapak kuno dan abadikan gemerlap ombak air dan unggas air yang terbang tinggi di kejauhan, semuanya dengan latar belakang langit biru dan awan putih. Setiap foto layak untuk diunggah ke Instagram.
👉Kota Kuno Anchang: Kota kuno ini paling menawan di malam hari, dengan pantulan lentera merah di sungai. Mengabadikan cahaya dan bayangan di air, jembatan kuno, dan sosis, suasana meriah yang kaya akan menyelimuti Anda.
👉 Lanting: Berfokus pada sinar matahari yang menembus rimbunnya hutan bambu atau palung air unik tempat anggur mengalir, foto Anda akan terasa puitis dan menangkap keindahan yang menenangkan.
🏠 Tips Akomodasi:
Kami sangat merekomendasikan menginap di dekat kampung halaman Lu Xun, lokasi yang benar-benar prima. Lokasinya strategis, dekat dengan berbagai objek wisata, dengan beragam makanan lezat dan transportasi yang nyaman. Setelah seharian bersenang-senang, Anda dapat segera kembali ke "rumah" untuk mengisi tenaga dan melanjutkan perjalanan seru berikutnya dengan lancar.
🚄 Panduan Transportasi:
Pengunjung dari luar kota dapat naik kereta cepat langsung ke Stasiun Shaoxing Utara, di mana mereka dapat beralih ke bus atau taksi untuk mencapai pusat kota dalam waktu singkat. Berkendara bahkan lebih nyaman bagi mereka yang berasal dari Jiangsu, Zhejiang, dan Shanghai. Perjalanan satu hingga dua jam akan membawa Anda ke impian Jiangnan ini.
Shaoxing, kota yang kaya akan sejarah, keindahan, dan kehidupan yang semarak, adalah kota yang akan selalu Anda kenang. Layak dikunjungi berulang kali untuk menemukan pesona tersembunyinya.