Tidur di dalam Bus, Bangun dengan Pemandangan Laut: Pengalaman Menginap di The Bus Collective
Terletak di Changi Village yang rimbun, The Bus Collective adalah resor pertama di Asia Tenggara yang dibangun di dalam bus umum SBS yang sudah pensiun. Setiap bus telah diubah menjadi suite seluas 45 meter persegi, lengkap dengan meja marmer, shower hujan, bathtub, tempat tidur mewah, serta kursi pengemudi dan setir asli yang tetap dipertahankan—nostalgia bertemu kenyamanan di atas roda.
Saya menginap di salah satu tata ruang ramah keluarga yang diparkir di tepi sungai. Ruangannya terasa elegan dan praktis, dengan sofa bed yang nyaman, TV pintar, Wi-Fi yang kuat (meskipun kadang-kadang dilaporkan mengalami gangguan), dan dapur kecil yang berguna. Kursi pengemudi menjadi favorit yang menyenangkan—baik untuk anak-anak—atau untuk mengenang perjalanan bus masa kecil.
Teras luar adalah sorotan utama—lengkap dengan tempat panggangan, meja makan, payung, dan pemandangan pesawat yang mendarat di dekatnya. Malam yang dihabiskan untuk memanggang sate dan makanan laut terasa sangat santai. Jika Anda lebih suka makanan lokal, Pusat Penjaja Changi Village yang terkenal hanya berjarak dua menit berjalan kaki melalui pintu gerbang.
Sebagian besar tamu menyukai suasananya: tenang, ramah keluarga, dan menyenangkan. Ulasan memuji keunikan, staf yang ramah, kamar yang bersih, dan malam BBQ yang berkesan di bawah langit. Skor berkisar antara 8–9/10—pengalaman staycation yang unik dekat dengan alam dan bandara.
Jika Anda mencari staycation yang merupakan perpaduan antara petualangan unik dan tempat peristirahatan yang nyaman, The Bus Collective adalah pilihan yang tepat. Ini bukanlah kemewahan ultra, dan ruangnya cukup sempit—tetapi menyenangkan, berkesan, dan ideal untuk keluarga atau siapa saja yang pernah bermimpi tidur di dalam bus. Hanya saja jangan datang dengan ekspektasi suite berukuran kondominium—atau keheningan tanpa suara.