

Colokan yang Digunakan di Beijing: Tipe, Voltase & Adapter

Oleh Evana
17 September 2026

Colokan yang Digunakan di Beijing merupakan salah satu hal praktis yang sebaiknya diketahui sebelum melakukan perjalanan ke ibu kota China ini. Perbedaan bentuk soket dan sistem kelistrikan dengan negara asal dapat membuat charger HP, laptop, kamera, atau perangkat elektronik lainnya tidak bisa langsung digunakan. Dengan mengetahui jenis colokan, tegangan listrik, serta adaptor yang dibutuhkan, wisatawan dapat mempersiapkan perlengkapan dengan lebih baik dan terhindar dari kendala saat mengisi daya selama berada di Beijing.
Jenis Colokan dan Soket Listrik di Beijing untuk Wisatawan WNI

Bagi wisatawan WNI yang berkunjung ke Beijing, memahami jenis colokan listrik cukup penting, terutama jika membawa HP, laptop, kamera, power bank, hair dryer, atau perangkat elektronik lainnya. China menggunakan listrik 220V dengan frekuensi 50Hz, sehingga wisatawan Indonesia perlu memperhatikan baik bentuk colokan maupun kompatibilitas tegangan perangkat yang dibawa.
Di Beijing, beberapa jenis soket yang umum dijumpai antara lain:
- Tipe A — memiliki dua pin datar yang sejajar.
- Tipe C — memiliki dua pin bulat dan cukup familiar bagi wisatawan Indonesia.
- Tipe I — memiliki tiga pin dengan susunan khas berbentuk miring.
Apakah Colokan Indonesia Bisa Digunakan di Beijing?
Wisatawan Indonesia umumnya menggunakan colokan Tipe C atau Tipe F dengan dua pin bulat. Untuk perangkat dengan colokan Tipe C, kemungkinan dapat digunakan pada soket yang kompatibel di Beijing tanpa adaptor tambahan.
Namun, jangan mengandalkan satu jenis soket saja, karena bentuk dan konfigurasi stopkontak dapat berbeda antara hotel, apartemen, restoran, maupun fasilitas umum. Membawa travel adapter universal tetap menjadi pilihan yang praktis.

Tipe Colokan yang Umum Digunakan di China

China, termasuk Beijing, menggunakan beberapa jenis colokan listrik. Meskipun Tipe A, Tipe C, dan Tipe I sering disebut sebagai standar yang dapat ditemui di China, bentuk soket yang tersedia dapat berbeda tergantung pada bangunan dan jenis stopkontaknya.
Berikut tipe colokan yang perlu diketahui wisatawan WNI:
1. Tipe A
Tipe A memiliki dua pin datar yang sejajar. Bentuk ini banyak digunakan di China dan juga dikenal di beberapa negara lain seperti Amerika Serikat dan Jepang.
Colokan Tipe A biasanya dapat ditemukan pada beberapa stopkontak hotel atau fasilitas umum di China.
2. Tipe C
Tipe C memiliki dua pin bulat dan merupakan bentuk yang cukup familiar bagi wisatawan Indonesia. Banyak charger elektronik dari Indonesia menggunakan kepala colokan dua pin seperti ini.
Karena itu, perangkat WNI dengan colokan Tipe C sering kali dapat digunakan langsung apabila soket hotel menyediakan lubang yang sesuai.
3. Tipe I
Tipe I memiliki dua atau tiga pin dengan bentuk miring. Tipe ini juga merupakan salah satu konfigurasi yang digunakan di China.
Bentuknya berbeda dari colokan dua pin yang umum digunakan pada charger HP dan perangkat elektronik kecil dari Indonesia.
1859853 booked
865036 booked
214627 booked
Tegangan dan Frekuensi Listrik di Beijing

Bagi wisatawan WNI, mengetahui tegangan dan frekuensi listrik di Beijing penting agar perangkat elektronik seperti smartphone, laptop, kamera, tablet, dan hair dryer dapat digunakan dengan aman selama perjalanan.
1. Tegangan Listrik: 220 Volt
Beijing menggunakan listrik dengan tegangan standar sekitar 220V. Tegangan ini sama dengan standar listrik yang digunakan di Indonesia, sehingga sebagian besar perangkat elektronik dari Indonesia dapat digunakan di Beijing tanpa memerlukan voltage converter.
Namun, tetap periksa label pada charger atau adaptor perangkat. Jika tertulis “Input: 100 – 240V”, perangkat tersebut aman digunakan pada jaringan listrik Beijing.
2. Frekuensi Listrik: 50 Hz
Frekuensi listrik di Beijing adalah 50Hz, yang juga sama dengan frekuensi listrik di Indonesia.
Kesamaan tegangan dan frekuensi ini membuat wisatawan WNI umumnya tidak perlu khawatir mengenai perbedaan sistem kelistrikan ketika membawa perangkat elektronik dari Indonesia.
3. Apakah Tetap Membutuhkan Adaptor?
Adaptor colokan dan voltage converter adalah dua hal yang berbeda.
- Travel adapter → digunakan untuk menyesuaikan bentuk colokan agar dapat masuk ke soket listrik di Beijing.
- Voltage converter → digunakan untuk mengubah tegangan listrik apabila perangkat tidak kompatibel dengan tegangan 220V.
Karena Indonesia dan Beijing sama-sama menggunakan 220V/50Hz, wisatawan WNI biasanya tidak membutuhkan voltage converter, tetapi tetap dapat membutuhkan travel adapter tergantung jenis kepala colokan perangkat.
Tips: Sebelum berangkat, periksa tulisan pada charger atau adaptor perangkat. Untuk perangkat dengan keterangan 100 – 240V, 50/60Hz, perangkat tersebut dapat digunakan pada berbagai jaringan listrik internasional, termasuk di Beijing.
Bintang 5
Perjalanan bisnis
Cocok untuk keluarga
Mata air panas
Pusat Kebugaran
Kolam renang
Termasuk Sarapan
Jenis Travel Adapter yang Cocok untuk Beijing

Bagi wisatawan WNI yang bepergian ke Beijing, travel adapter berguna untuk menyesuaikan bentuk kepala colokan perangkat dengan soket listrik yang tersedia di hotel atau tempat lainnya. Meskipun Indonesia dan China sama-sama menggunakan listrik sekitar 220V dengan frekuensi 50Hz, bentuk soketnya dapat berbeda.
Berikut beberapa jenis travel adapter yang dapat dipertimbangkan:
1. Universal Travel Adapter
Universal travel adapter merupakan pilihan paling praktis bagi wisatawan karena dapat digunakan dengan berbagai bentuk colokan. Biasanya, satu adaptor memiliki beberapa konfigurasi pin yang dapat disesuaikan dengan negara tujuan.
Untuk perjalanan ke Beijing, pilih adaptor yang secara jelas mendukung soket China.
Kelebihan:
- Fleksibel untuk perjalanan ke beberapa negara.
- Tidak perlu membeli adaptor berbeda untuk setiap negara.
- Cocok untuk wisatawan yang sering bepergian ke luar negeri.
2. Adaptor Tipe C ke Soket China
Jika perangkat yang dibawa menggunakan colokan Tipe C (dua pin bulat), adaptor sederhana yang kompatibel dengan soket China dapat menjadi pilihan.
Namun, sebelum membeli, pastikan adaptor tersebut benar-benar sesuai dengan konfigurasi soket yang tersedia di China, karena bentuk soket hotel dapat bervariasi.
3. Travel Adapter dengan Port USB
Bagi wisatawan yang membawa banyak perangkat, travel adapter yang dilengkapi port USB-A atau USB-C bisa lebih praktis.
Satu adaptor dapat digunakan untuk mengisi daya beberapa perangkat sekaligus, misalnya:
- Smartphone
- Earbuds
- Kamera
- Smartwatch
- Power bank
Model dengan USB-C Power Delivery (PD) juga berguna jika ingin mengisi daya perangkat yang mendukung fast charging.
4. Travel Adapter dengan Surge Protection
Jika membawa perangkat elektronik yang cukup mahal seperti laptop atau kamera, adaptor dengan surge protection dapat menjadi pilihan tambahan. Fitur ini membantu memberikan perlindungan terhadap lonjakan tegangan tertentu.
Namun, fitur tersebut bukan pengganti voltage converter dan tidak berarti perangkat dapat digunakan pada tegangan yang tidak sesuai.
Cara Memeriksa Kompatibilitas Charger dan Perangkat Elektronik

Sebelum menggunakan perangkat elektronik di Beijing, wisatawan WNI sebaiknya memeriksa spesifikasi input listrik pada charger atau adaptor. Langkah ini penting untuk memastikan perangkat dapat digunakan dengan aman dan tidak mengalami kerusakan akibat tegangan yang tidak sesuai.
1. Periksa Tulisan “Input” pada Charger
Lihat bagian belakang charger, adaptor, atau power brick. Biasanya terdapat informasi seperti:
Input: 100 – 240V ~ 50/60Hz
Jika tertulis 100 – 240V, charger tersebut mendukung berbagai tegangan listrik dan dapat digunakan di Beijing yang menggunakan sekitar 220V.
Sebaliknya, jika tertulis hanya 110V atau 120V, jangan langsung menggunakannya pada soket 220V tanpa perangkat pengubah tegangan yang sesuai.
2. Periksa Frekuensi
Selain tegangan, perhatikan bagian Hz.
Contohnya:
- 50/60Hz → dapat digunakan pada listrik 50Hz maupun 60Hz.
- 50Hz → cocok dengan jaringan listrik Beijing.
- 60Hz only → perlu diperiksa lebih lanjut sebelum digunakan.
Untuk charger elektronik modern, biasanya frekuensi bukan menjadi masalah karena banyak adaptor sudah mendukung 50/60Hz.
3. Periksa Jenis Kepala Colokan
Setelah memastikan tegangan sesuai, periksa bentuk kepala colokan.
Perangkat dari Indonesia umumnya menggunakan colokan dengan dua pin bulat, sedangkan soket di Beijing dapat memiliki konfigurasi yang berbeda.
Jika kepala colokan tidak sesuai dengan soket, Anda cukup menggunakan travel adapter yang kompatibel. Travel adapter hanya mengubah bentuk koneksi dan tidak mengubah tegangan listrik.
4. Perhatikan Perangkat Berdaya Tinggi
Perangkat seperti:
- Hair dryer
- Catokan rambut
- Curling iron
- Electric shaver
- Travel kettle
perlu diperiksa lebih teliti karena biasanya menggunakan daya listrik yang lebih besar dibandingkan charger HP.
Jangan hanya melihat tulisan pada perangkatnya. Pastikan tegangan dan frekuensi yang tercantum benar-benar sesuai dengan jaringan listrik Beijing.
5. Gunakan Charger dengan Input Universal
Untuk perjalanan internasional, charger dengan keterangan 100 – 240V, 50/60Hz merupakan pilihan yang paling praktis. Charger jenis ini dapat digunakan di Beijing tanpa voltage converter selama bentuk colokannya kompatibel atau digunakan bersama travel adapter.
- Satu Arah
- Pulang-Pergi
CGK07.0514h 50m1 stopsPKX22.55Jakarta - Beijing|Sel, 29 Sep|Xiamen AirlinesRp2.518.800Rp2.768.0009% offCari9% offRp2.768.000Rp2.518.800
CGK13.3527h 15m1 stopsPKX17.50Jakarta - Beijing|Kam, 1 Okt|Xiamen AirlinesRp2.518.800Rp2.768.0009% offCari9% offRp2.768.000Rp2.518.800
CGK13.3529h 25m1 stopsPKX20.00Jakarta - Beijing|Jum, 25 Sep|Xiamen AirlinesRp2.518.800Rp2.768.0009% offCari9% offRp2.768.000Rp2.518.800
JKT13:0029h 25mLangsungBJS14:00Jakarta - Beijing|Mon, Sep 6|Normal AirlineTemukan Penerbangan LainnyaTemukan Penerbangan Lainnya
FAQ Colokan yang Digunakan di Beijing
-
Apa jenis colokan listrik yang digunakan di Beijing?
Beijing menggunakan beberapa jenis soket listrik, terutama Tipe A, Tipe C, dan Tipe I. Bentuk soket dapat berbeda tergantung hotel atau bangunan yang digunakan. -
Apakah colokan dari Indonesia bisa digunakan di Beijing?
Bisa, terutama perangkat dengan colokan Tipe C (dua pin bulat) yang umum digunakan di Indonesia. Namun, tetap disarankan membawa travel adapter untuk mengantisipasi perbedaan bentuk soket. -
Berapa tegangan listrik di Beijing?
Beijing menggunakan tegangan listrik sekitar 220V dengan frekuensi 50Hz, sama seperti standar listrik yang digunakan di Indonesia. -
Apakah wisatawan WNI perlu membawa voltage converter?
Umumnya tidak perlu jika perangkat mendukung tegangan 220V. Periksa label charger dan pastikan terdapat keterangan seperti 100 – 240V, 50/60Hz. -
Apakah perlu membawa travel adapter ke Beijing?
Disarankan. Travel adapter berguna jika kepala colokan perangkat tidak sesuai dengan soket yang tersedia di hotel atau tempat lainnya. -
Apakah charger HP Indonesia aman digunakan di Beijing?
Umumnya aman selama charger tersebut mendukung 220V. Sebagian besar charger smartphone modern mencantumkan input 100 – 240V, tetapi tetap periksa spesifikasinya sebelum digunakan. -
Apakah hotel di Beijing menyediakan adaptor?
Sebagian hotel mungkin menyediakan adaptor berdasarkan permintaan, tetapi ketersediaannya tidak selalu sama. Sebaiknya membawa adaptor sendiri agar tidak bergantung pada fasilitas hotel. -
Apakah power bank bisa digunakan untuk perjalanan di Beijing?
Ya. Power bank dapat digunakan untuk mengisi perangkat melalui USB atau USB-C. Untuk perjalanan udara, wisatawan juga perlu mengikuti aturan maskapai dan penerbangan mengenai baterai lithium dan power bank.
Produk terkait
Colokan yang Digunakan di Beijing - Trip.com
- 1. Jenis Colokan dan Soket Listrik di Beijing untuk Wisatawan WNI
- 2. Tipe Colokan yang Umum Digunakan di China
- 3. Tegangan dan Frekuensi Listrik di Beijing
- 4. Jenis Travel Adapter yang Cocok untuk Beijing
- 5. Cara Memeriksa Kompatibilitas Charger dan Perangkat Elektronik
- 6. FAQ Colokan yang Digunakan di Beijing
I enjoy exploring new places, trying travel tools, and sharing practical tips that make trips easier for Indonesian travelers.