
Perjalanan dari Indonesia ke Malaysia kini semakin mudah dan efisien berkat penerapan eGate Malaysia (Automated Clearance System). Fasilitas ini memungkinkan wisatawan untuk melewati pemeriksaan imigrasi secara otomatis tanpa harus mengantre di konter manual, sehingga proses masuk dan keluar Malaysia menjadi jauh lebih cepat.
Bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang sering bepergian ke Malaysia, baik untuk liburan, bisnis, maupun kunjungan singkat—eGate merupakan solusi praktis yang sangat menghemat waktu, terutama di bandara yang padat seperti Kuala Lumpur International Airport (KLIA).
Kumpulan promo & diskon: Diskon hingga 8% untuk pemesanan hotel!
📱 Tetap Terhubung di Kuala Lumpur
eSIM Kuala Lumpur mulai dari Rp 8.922
🙋 Atraksi Wajib di Kuala Lumpur
Menara Kembar Petronas: Hanya Rp 190.177! Pesan Sekarang!
KL Hop-On Hop-Off! Rp 100.911, rating 4.2⭐️, Hemat 5,71%✨
Aquaria KLCC hanya Rp 174.653! 🐠✨ #PetualanganBawahLaut #LiburanKeluarga
💟 Tur Sehari di Kuala Lumpur
Tur KL: Genting Highlands + Kereta Gantung + Batu Caves 🏞️ Rp 539.051!
Tur Setengah Hari Kota Kuala Lumpur! 🏢 Rp 137.997!
Apa Itu eGate Malaysia?

eGate Malaysia adalah sistem pemeriksaan imigrasi otomatis yang diterapkan oleh Jabatan Imigresen Malaysia untuk mempercepat proses masuk dan keluar negara di pintu perbatasan internasional tertentu. Sistem ini memanfaatkan teknologi biometrik dan data digital paspor untuk memverifikasi identitas pelancong tanpa perlu pemeriksaan manual oleh petugas imigrasi.
Teknologi utama yang digunakan dalam eGate Malaysia meliputi:
- Chip paspor elektronik (e-Passport) yang menyimpan data identitas dan biometrik pemegang paspor
- Pemindaian wajah (facial recognition) untuk mencocokkan wajah pelancong dengan data yang tersimpan di paspor
Melalui sistem ini, pelancong yang memenuhi syarat dapat melewati proses imigrasi secara mandiri. Mereka cukup memindai paspor elektronik dan melakukan verifikasi wajah di mesin eGate yang tersedia di area kedatangan (arrival) dan keberangkatan (departure) internasional, tanpa harus berinteraksi langsung dengan petugas imigrasi.
Selain meningkatkan kenyamanan pelancong, eGate juga terhubung dengan sistem imigrasi Malaysia untuk:
- Mencatat data masuk dan keluar negara secara real-time
- Melakukan pemeriksaan keamanan dasar secara otomatis
- Mengurangi risiko kesalahan pencatatan manual
Apakah Warga Negara Indonesia Bisa Menggunakan eGate Malaysia?
Ya, Warga Negara Indonesia dapat menggunakan eGate Malaysia, asalkan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh Imigrasi Malaysia.
Indonesia termasuk dalam daftar negara ASEAN yang mendapatkan akses ke sistem eGate Malaysia. Kebijakan ini mencerminkan eratnya hubungan regional serta tingginya volume perjalanan antara Indonesia dan Malaysia.
Namun, perlu diperhatikan bahwa tidak semua WNI otomatis dapat menggunakan eGate. Kelayakan tetap bergantung pada jenis paspor, tujuan kunjungan, dan kondisi imigrasi masing-masing pelancong.
Syarat Menggunakan eGate Malaysia untuk Warga Negara Indonesia (WNI)

Agar dapat menggunakan fasilitas eGate Malaysia, Warga Negara Indonesia wajib memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan oleh Jabatan Imigresen Malaysia. Persyaratan ini bertujuan untuk memastikan proses pemeriksaan imigrasi berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan sistem otomatis yang digunakan.
1. Menggunakan Paspor Elektronik (e-Passport)
WNI yang ingin menggunakan eGate Malaysia wajib memiliki paspor elektronik (e-Passport) Indonesia yang dilengkapi dengan chip biometrik.
Ketentuan paspor yang harus dipenuhi meliputi:
- Paspor Indonesia berchip (biometrik) yang dapat dibaca oleh sistem eGate
- Paspor dalam kondisi baik, tidak rusak, dan tidak mengalami kerusakan pada chip atau halaman data
- Masa berlaku paspor umumnya minimal 6 bulan pada saat memasuki wilayah Malaysia
Perlu diperhatikan bahwa paspor biasa non-elektronik tidak dapat digunakan untuk pemeriksaan imigrasi melalui eGate. Pemegang paspor non-elektronik tetap harus melalui konter imigrasi manual, meskipun memenuhi persyaratan lainnya.
2. Masuk Melalui Pintu Masuk yang Mendukung eGate
Selain menggunakan paspor elektronik, Warga Negara Indonesia juga harus memasuki Malaysia melalui pintu imigrasi yang telah dilengkapi fasilitas eGate. Tidak semua titik masuk internasional di Malaysia menyediakan sistem pemeriksaan otomatis ini, sehingga lokasi kedatangan menjadi faktor penting.
Saat ini, eGate Malaysia umumnya tersedia di beberapa bandara internasional utama, antara lain:
- Kuala Lumpur International Airport (KLIA)
- KLIA2 (terminal penerbangan berbiaya rendah)
- Bandara internasional utama lainnya di Malaysia yang telah mendukung sistem pemeriksaan otomatis
Di bandara-bandara tersebut, eGate biasanya berada di area imigrasi kedatangan dan keberangkatan internasional, dengan penunjuk khusus seperti “eGate” atau “Automated Clearance”.
Untuk perbatasan darat, seperti jalur Johor–Singapura, ketersediaan eGate tidak selalu konsisten. Penggunaan eGate di jalur darat dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada:
- Kebijakan Imigrasi Malaysia yang berlaku
- Kondisi operasional dan kepadatan penumpang
- Pemeliharaan atau pembatasan sistem eGate
Oleh karena itu, bagi WNI yang masuk ke Malaysia melalui perbatasan darat, disarankan untuk tetap mengantisipasi pemeriksaan imigrasi manual meskipun membawa paspor elektronik.
3. Tujuan Kunjungan Jangka Pendek
Fasilitas eGate Malaysia umumnya hanya diperuntukkan bagi pelancong dengan tujuan kunjungan jangka pendek. Sistem ini dirancang untuk mempercepat proses imigrasi bagi pengunjung sementara yang tidak memerlukan pemeriksaan dokumen tambahan secara mendalam.
Jenis kunjungan jangka pendek yang biasanya memenuhi syarat menggunakan eGate meliputi:
- Wisatawan yang berkunjung untuk liburan atau transit singkat
- Kunjungan sosial, seperti mengunjungi keluarga atau teman
- Perjalanan bisnis singkat, termasuk rapat, pameran, atau kegiatan bisnis non-produktif
Kategori yang biasanya wajib melalui pemeriksaan manual antara lain:
- Pemegang visa kerja atau Employment Pass
- Pemegang visa pelajar
- Pemegang Dependent Pass atau izin tinggal keluarga
Pemeriksaan manual diperlukan untuk memastikan keabsahan izin tinggal, durasi masa berlaku, serta kepatuhan terhadap ketentuan imigrasi Malaysia yang berlaku.
4. Tidak Memiliki Catatan Imigrasi Bermasalah
Penggunaan eGate Malaysia hanya diperbolehkan bagi pelancong dengan riwayat imigrasi yang bersih. Sistem eGate terhubung langsung dengan basis data imigrasi Malaysia dan akan melakukan pemeriksaan otomatis terhadap data perjalanan setiap pelancong.
Untuk dapat menggunakan eGate, pelancong harus memenuhi ketentuan berikut:
- Tidak memiliki riwayat overstay atau tinggal melebihi izin yang diberikan sebelumnya
- Tidak pernah melanggar peraturan imigrasi Malaysia, termasuk penyalahgunaan izin kunjungan
- Tidak tercatat dalam daftar pemeriksaan khusus atau pengawasan imigrasi
Apabila sistem mendeteksi adanya kendala, ketidaksesuaian data, atau riwayat imigrasi tertentu, pelancong tidak akan ditolak masuk secara otomatis. Namun, Anda akan dialihkan ke konter imigrasi manual untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas.
Cara Menggunakan eGate Malaysia (Langkah demi Langkah)

Berikut alur penggunaan eGate Malaysia yang perlu Anda ketahui:
Langkah 1: Menuju jalur eGate setelah tiba di bandara
Setelah melewati arrival hall di bandara utama Malaysia, seperti KLIA atau KLIA2, ikuti petunjuk papan tanda yang mengarahkan ke jalur eGate.
Jalur ini hanya diperuntukkan bagi pelancong dengan paspor elektronik Indonesia (e-Passport) yang memenuhi syarat. Petugas biasanya siap membantu menuntun penumpang ke jalur yang tepat.
Langkah 2: Pindai paspor di mesin otomatis
Tempatkan paspor elektronik (e-Passport) pada mesin pemindai sesuai instruksi. Pastikan paspor rata dan halaman data terlihat jelas.
Sistem akan memverifikasi identitas Anda menggunakan chip biometrik di paspor sebelum memproses masuk ke Malaysia.
Langkah 3: Lakukan verifikasi biometrik
Saat diminta, lakukan pemeriksaan wajah (facial recognition):
- Hadapkan wajah langsung ke kamera
- Lepaskan kacamata, topi, atau masker bila diperlukan
- Tetap diam sampai sistem selesai memverifikasi identitas
Jika verifikasi gagal, sistem akan meminta Anda mencoba lagi atau diarahkan ke konter imigrasi manual.
Langkah 4: Lewati pintu eGate
Setelah identitas Anda terverifikasi, pintu eGate akan terbuka secara otomatis. Ambil paspor Anda, melangkah melalui pintu, dan Anda resmi memasuki Malaysia.
Selanjutnya, Anda bisa melanjutkan ke pengambilan bagasi atau menuju penerbangan lanjutan.
Cara Mendaftar Menggunakan eGate Malaysia untuk Warga Negara Indonesia

Bagi WNI yang ingin menggunakan eGate Malaysia, ada beberapa langkah yang harus dilakukan agar bisa menikmati pemeriksaan otomatis di setiap kunjungan. Proses ini hanya perlu dilakukan sekali untuk pendaftaran eGate.
Langkah | Aksi | Detail |
1 | Lengkapi Malaysia Digital Arrival Card (MDAC) | - Akses situs resmi MDAC minimal 3 hari sebelum perjalanan |
2 | Kunjungi Konter Imigrasi Manual di Kunjungan Pertama | - Pada kunjungan pertama ke bandara Malaysia setelah mengisi MDAC |
3 | Verifikasi Paspor | - Serahkan paspor elektronik (e-Passport) kepada petugas |
4 | Gunakan eGate di Kunjungan Berikutnya | - Setelah registrasi satu kali selesai, Anda dapat langsung menggunakan jalur eGate otomatis setiap kali memasuki Malaysia |
Perbandingan Biaya Paspor Biasa dan e-Passport di Indonesia

Berikut perbandingan biaya pembuatan paspor biasa vs e-passport Indonesia agar Anda bisa melihat berapa selisihnya dan kenapa biayanya berbeda;
1. Paspor Biasa (Non-Elektronik)
Jenis | Biaya (IDR) |
Paspor biasa non-elektronik (masa berlaku 5 tahun) | Rp 350.000 |
Paspor biasa non-elektronik (masa berlaku 10 tahun) | Rp 650.000 |
Paspor biasa hadir tanpa chip biometrik dan umumnya lebih murah dibanding e-passport.
2. e-Passport (Elektronik)
Jenis | Biaya (IDR) |
e-passport (masa berlaku 5 tahun) | Rp 650.000 |
e-passport (masa berlaku 10 tahun) | Rp 950.000 |
e-Passport dilengkapi chip elektronik yang menyimpan data biometrik (identitas digital), sehingga proses pemeriksaan imigrasi biasanya lebih cepat dan aman — termasuk untuk eGate di beberapa negara.
📊 Kenapa e-Passport Lebih Mahal?
Biaya e-passport lebih tinggi karena:
- Ada chip biometrik yang tertanam di dokumen paspor.
- Chip ini menyimpan data identitas dan biometrik pemegang paspor secara digital.
- Sistem ini meningkatkan keamanan, kecepatan pemeriksaan, dan mempermudah penggunaan fasilitas otomatis seperti eGate di bandara.
📍 Tips untuk WNI yang Ingin e-Passport
✅ Kalau Anda sering bepergian ke luar negeri atau tertarik pakai fasilitas seperti Malaysia eGate, e-passport sangat direkomendasikan.
✅ Biaya ekstra sekitar Rp 300.000 relatif sepadan jika memperhitungkan kecepatan imigrasi dan kemudahan perjalanan internasional.
✅ Pilih opsi 10 tahun kalau ingin lebih hemat jangka panjang (walau biaya awal lebih tinggi).
Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menggunakan eGate Malaysia

Meskipun eGate Malaysia memberikan kemudahan bagi Warga Negara Indonesia untuk melewati pemeriksaan imigrasi secara otomatis, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar perjalanan Anda tetap lancar.
1. Tidak Ada Cap Stempel di Paspor
Salah satu hal yang perlu diingat adalah penggunaan eGate tidak memberikan stempel fisik di paspor Anda. Semua data perjalanan dicatat secara elektronik di sistem imigrasi Malaysia, sehingga tidak akan ada tanda masuk atau keluar secara manual di halaman paspor.
Tips penting:
- Selalu simpan dokumen pendukung perjalanan, seperti:
- Tiket pesawat
- Bukti pemesanan hotel
- Itinerary perjalanan
- Dokumen ini bisa diminta sebagai bukti perjalanan atau untuk keperluan verifikasi tambahan oleh petugas imigrasi.
2. Tidak Selalu Berlaku untuk Kunjungan Pertama
Walaupun eGate dirancang untuk mempercepat proses masuk Malaysia, pengunjung yang baru pertama kali menggunakan jalur ini atau baru pertama kali ke Malaysia mungkin tetap diarahkan ke konter imigrasi manual.
Hal ini dilakukan untuk:
- Melakukan verifikasi paspor elektronik (e-Passport)
- Memberikan cap verifikasi eGate yang menjadi syarat penggunaan jalur otomatis di kunjungan berikutnya
Setelah verifikasi awal ini selesai, Anda dapat menggunakan eGate secara otomatis di kunjungan selanjutnya.
3. Sistem eGate Bisa Tidak Aktif Sementara
Perlu diketahui bahwa eGate tidak selalu aktif 24 jam. Beberapa situasi yang bisa menyebabkan jalur otomatis ini tidak tersedia antara lain:
- Pemeliharaan sistem oleh pihak imigrasi
- Pembatasan operasional pada jam tertentu atau saat kondisi khusus (misalnya kepadatan penumpang tinggi atau gangguan teknis)
Dalam kondisi tersebut, pemeriksaan manual tetap berlaku, sehingga pelancong harus bersiap untuk antre di konter imigrasi tradisional.
Alasan Mengapa e-Passport WNI Terkadang Tidak Bisa Menggunakan eGate

Meskipun WNI memiliki e-Passport yang valid, ada beberapa alasan mengapa eGate Malaysia terkadang tidak dapat digunakan atau pintu tidak terbuka. Hal ini penting diketahui agar tidak panik saat mengalami kendala di jalur otomatis.
Alasan umum meliputi:
1. Belum Melakukan Registrasi eGate
- WNI yang belum menjalani proses registrasi satu kali di konter manual (verifikasi paspor + cap eGate) tidak akan bisa menggunakan jalur otomatis.
- Solusi: Kunjungi konter imigrasi manual pada kunjungan pertama untuk registrasi.
2. Chip Paspor Tidak Terbaca atau Rusak
- eGate bergantung pada chip biometrik di paspor elektronik untuk memverifikasi identitas.
- Jika chip rusak, tergores, atau halaman paspor tidak rata, mesin tidak bisa membaca data.
- Solusi: Gunakan paspor lain yang valid atau perbaiki/reissue e-Passport di Imigrasi Indonesia.
3. Data Paspor Tidak Cocok dengan Sistem eGate
- Jika ada ketidaksesuaian data di sistem (misal nama, tanggal lahir, atau nomor paspor tidak tercatat dengan benar saat registrasi MDAC), eGate menolak akses.
- Solusi: Pastikan data MDAC dan paspor sesuai 100% sebelum registrasi.
4. Masalah Biometrik Wajah atau Sidik Jari
- eGate melakukan verifikasi facial recognition dan/atau sidik jari.
- Jika mesin gagal membaca wajah atau sidik jari (misalnya karena pencahayaan buruk, posisi tangan/wajah tidak tepat), jalur otomatis tidak terbuka.
- Solusi: Ikuti instruksi mesin, posisikan wajah/sidik jari sesuai petunjuk, atau diarahkan ke konter manual.
5. Pembatasan Sistem Sementara
- eGate dapat tidak aktif sementara karena pemeliharaan, gangguan teknis, atau kepadatan penumpang tinggi.
- Dalam kondisi ini, pemeriksaan manual tetap berlaku.
Keuntungan Menggunakan eGate Malaysia bagi WNI
Menggunakan eGate Malaysia memberikan banyak manfaat bagi Warga Negara Indonesia yang sering melakukan perjalanan ke Malaysia. Selain lebih cepat, sistem ini juga membuat pengalaman imigrasi menjadi lebih nyaman dan efisien.
Keuntungan | Detail |
Proses Imigrasi Jauh Lebih Cepat | - Tidak perlu antre panjang - Sangat membantu saat jam sibuk dan musim liburan |
Lebih Praktis dan Modern | - Tanpa interaksi langsung dengan petugas - Proses mandiri dan efisien |
Cocok untuk Pelancong Sering Bepergian | - Ideal bagi pebisnis dan frequent traveler - Menghemat waktu secara signifikan |
Mengurangi Kepadatan di Bandara | - Arus penumpang lebih lancar - Pengalaman perjalanan menjadi lebih nyaman |
Tips Tambahan agar Perjalanan ke Malaysia Lebih Lancar

Selain memenuhi syarat dan menggunakan eGate Malaysia, ada beberapa tips tambahan yang bisa membantu WNI agar perjalanan menjadi lebih nyaman, cepat, dan bebas stres.
1. Pastikan Paspor Elektronik Anda dalam Kondisi Baik
- Periksa e-Passport sebelum berangkat, pastikan tidak rusak, chip tetap berfungsi, dan halaman data terbaca dengan jelas.
- Paspor yang rusak dapat membuat eGate menolak akses dan mengharuskan Anda antre di konter imigrasi manual.
2. Siapkan Tiket Pulang atau Lanjutan
- Bawa tiket pulang atau tiket lanjutan dari Malaysia, karena petugas imigrasi dapat menanyakannya sebagai bukti perjalanan.
- Pastikan tanggal dan rute sesuai dengan itinerary yang Anda isi di MDAC.
3, Gunakan Platform Pemesanan Terpercaya
- Untuk tiket pesawat dan hotel, selalu gunakan platform terpercaya seperti Trip.com atau situs resmi maskapai.
- Dokumen resmi dari platform tepercaya mempermudah verifikasi saat dibutuhkan petugas imigrasi.
4. Datang Lebih Awal ke Bandara Saat Musim Liburan
- Saat high season, seperti libur panjang atau musim liburan, bandara biasanya lebih ramai.
- Datang lebih awal memberi waktu cukup untuk proses check-in, bagasi, dan pemeriksaan imigrasi, termasuk jika eGate mengalami antrean.
5. Simpan Dokumen Perjalanan dalam Format Digital dan Cetak
- Selain membawa dokumen fisik, simpan salinan digital di ponsel atau email.
- Dokumen digital dapat digunakan jika dokumen fisik hilang atau diminta oleh petugas secara mendadak.
6. Siapkan Informasi Tambahan yang Relevan
- Simpan informasi alamat hotel, kontak darurat, dan itinerary perjalanan yang mudah diakses.
- Hal ini akan mempercepat proses verifikasi jika diminta oleh petugas imigrasi.
Dengan menerapkan tips tambahan ini, WNI dapat mengurangi risiko keterlambatan, antrean panjang, atau masalah dokumen sehingga perjalanan ke Malaysia menjadi lebih lancar, nyaman, dan efisien.
Kumpulan promo & diskon: Diskon hingga 8% untuk pemesanan hotel!
📱 Tetap Terhubung di Kuala Lumpur
eSIM Kuala Lumpur mulai dari Rp 8.922
🙋 Atraksi Wajib di Kuala Lumpur
Menara Kembar Petronas: Hanya Rp 190.177! Pesan Sekarang!
KL Hop-On Hop-Off! Rp 100.911, rating 4.2⭐️, Hemat 5,71%✨
Aquaria KLCC hanya Rp 174.653! 🐠✨ #PetualanganBawahLaut #LiburanKeluarga
💟 Tur Sehari di Kuala Lumpur
Tur KL: Genting Highlands + Kereta Gantung + Batu Caves 🏞️ Rp 539.051!
Tur Setengah Hari Kota Kuala Lumpur! 🏢 Rp 137.997!
eGate Malaysia: Solusi Cepat dan Praktis untuk WNI

eGate Malaysia adalah fasilitas yang sangat menguntungkan bagi Warga Negara Indonesia yang sering bepergian ke Malaysia. Dengan sistem imigrasi otomatis, proses masuk dan keluar negara menjadi lebih cepat, nyaman, dan efisien.
Selama menggunakan paspor elektronik Indonesia dan memenuhi ketentuan imigrasi, eGate membantu Anda menghindari antrean panjang di bandara, sehingga pengalaman perjalanan menjadi lebih modern dan praktis.
Untuk perjalanan yang lebih lancar, Anda juga bisa memesan tiket pesawat, hotel, dan paket wisata melalui Trip.com. Dengan Trip.com, Anda bisa:
- Memesan tiket pesawat dengan mudah dan harga bersaing
- Memilih hotel sesuai lokasi dan anggaran
- Menyusun itinerary perjalanan yang praktis
Dengan kombinasi eGate Malaysia dan Trip.com, perjalanan ke Malaysia menjadi lebih cepat, nyaman, dan bebas repot.
Rekomendasi Hotel Terbaik di Kuala Lumpur
FAQs: eGate Malaysia
Apa itu eGate Malaysia?
eGate adalah sistem imigrasi otomatis yang memungkinkan pelancong melewati loket manual lebih cepat. Sistem ini menggunakan biometrik, seperti chip paspor dan sidik jari, untuk memverifikasi identitas.Siapa yang bisa menggunakan eGate?
WNI dengan paspor elektronik bisa menggunakan eGate jika sudah mendaftar melalui Malaysia Digital Arrival Card (MDAC).Apa itu MDAC dan bagaimana menggunakannya?
MDAC adalah formulir digital wajib untuk sebagian besar pengunjung sebelum masuk Malaysia. Formulir ini harus diisi maksimal tiga hari sebelum kedatangan melalui portal resmi pemerintah Malaysia dan gratis.Perlukah mendaftar sebelum pakai eGate?
Ya. Pada kunjungan pertama, WNI biasanya harus melewati loket manual agar sidik jari dan biometrik terdaftar. Setelah itu, eGate bisa digunakan untuk kunjungan berikutnya, baik masuk maupun keluar Malaysia.Apakah paspor tetap dicap?
Jika pakai eGate, biasanya tidak ada cap fisik karena data dicatat secara elektronik. Untuk stempel, bisa melewati loket manual saat kunjungan pertama.







NO.1







