Lupakan Restoran Mewah — Pesona Asli Batam Ada di Pujasera Neon Ini
Ketiga pujasera legendaris ini mendefinisikan kancah kuliner malam Batam yang meriah, menarik penduduk lokal, pekerja pabrik, hingga wisatawan harian dari Singapura. Semuanya berlokasi di Nagoya, distrik kuliner dan belanja tersibuk di Batam, yang berpendar dengan papan lampu neon setelah matahari terbenam dan menyajikan beragam hidangan Indonesia, Melayu, Tionghoa-Indonesia, serta hidangan laut hingga larut malam.
Food Market Thamrin
Pasar kuliner bertingkat yang tertutup ini menawarkan kenyamanan dengan pendingin udara semi-AC. Puluhan gerai berjejer di lorong-lorongnya yang luas, dengan menu ikonik termasuk Mammayong Tahu dan beragam pilihan jajanan lokal lainnya. Tempat ini memiliki area parkir yang luas, sehingga memudahkan akses taksi. Meskipun terbuka namun terlindungi atap, tempat ini adalah pilihan tepat bagi rombongan yang mencari variasi makanan tanpa harus terpapar panasnya malam tropis secara berlebihan.
168 Foodcourt (Love Seafood Nagoya)
Mudah dikenali dari gerbang lengkung neonnya yang besar, ini adalah pujasera luar ruangan (open-air) terkenal di Batam yang berfokus pada hidangan laut. Spesialisasinya meliputi ikan bakar, seafood bumbu cabai, dan hidangan kaki lima lokal. Lampu gantung menghiasi seluruh area, menciptakan suasana malam yang hidup. Tempat ini terasa otentik dan penuh dengan keramaian warga lokal, dan paling seru dikunjungi saat malam hari.
Nagoya Foodcourt
Yang terbesar dan paling modern di antara ketiganya. Kompleks luar ruangan yang luas dengan puluhan gerai yang menjual segalanya, mulai dari sate, nasi padang, rujak, dan cendol hingga seafood segar. Tempat ini memiliki area parkir khusus yang luas, lampu marquee yang terang, dan papan nama atap raksasa yang sempurna untuk berfoto. Suasananya tetap ramai hingga jauh malam, menjadikannya pilihan ideal untuk makan malam larut.
Pujasera Batam adalah detak jantung budaya makanan di pulau ini, berfungsi sebagai pusat makan santai yang terjangkau bagi penduduk lokal, pekerja pabrik, maupun wisatawan harian dari Singapura.
Pusat jajanan yang luas ini menampung puluhan gerai independen. Menunya mencakup nasi padang, char kway teow, sate, ikan bakar, telur dadar tiram, seafood segar, dan hidangan penutup lokal seperti cendol dan pisang goreng. Banyak tempat yang memadukan gerai halal dan non-halal secara berdampingan, mencerminkan populasi Batam yang multikultural. Sebagian besar buka dari sore hingga lewat tengah malam; beberapa bahkan tetap buka sampai jam 1–2 pagi untuk makan malam dan minum-minum, sering kali ditemani musik live saat akhir pekan.
Di antara ketiga tempat ini, pengunjung dapat mencicipi seluruh spektrum makanan jalanan Batam. Tips perjalanan praktis: sopir taksi tahu ketiga nama tempat ini. Datanglah setelah jam 18.30 agar semua gerai sudah beroperasi penuh; akhir pekan biasanya sangat ramai. Disarankan membawa uang tunai (Rupiah), meski beberapa gerai sudah menerima dompet digital.
Tips Pro: Untuk wisatawan harian dengan waktu terbatas, Nagoya Foodcourt memberikan pilihan gerai terbanyak. Jika Anda ingin menu yang didominasi hidangan laut, pergilah ke 168 Foodcourt. Thamrin Market sangat cocok jika Anda lebih suka tempat duduk yang terlindungi atap. Bawalah uang tunai Rupiah pecahan kecil untuk berbelanja di gerai-gerai tersebut.