Entah kapan itu dimulai, tapi kita selalu terburu-buru, terburu-buru untuk mencatat tempat-tempat penting, terburu-buru untuk membuktikan "Aku pernah ke sini." Kita hampir lupa bagaimana berjalan santai.
Liburan kali ini, secara spontan, aku pergi ke Chikan di Kaiping selama dua hari. Di pagi hari, aku berjalan-jalan di sepanjang tepi sungai yang sepi, menyaksikan perahu nelayan hanyut. Aku naik trem, loncengnya bergemerincing, perlahan-lahan menyusuri jalanan. Aku masuk ke sebuah kafe, duduk di dekat jendela, tenggelam dalam pikiran. Aku memperhatikan cahaya dan bayangan merambat di bingkai jendela yang berukir. Saat senja, aku naik perahu dayung, langit berubah dari jingga hangat menjadi nila. Di malam hari, aku berbaring di tepi kolam, merasakan angin sepoi-sepoi, saat kembang api meledak di langit malam. Seperti upacara perpisahan yang megah.
Aku tidak melakukan apa pun, hanya melamun, mengosongkan pikiranku, namun hatiku terasa penuh. Tidak perlu terburu-buru ke tempat wisata berikutnya, tidak perlu... Menyelesaikan grid sembilan kotak!
Berwisata adalah tentang memberi kembali diri sendiri 🌙
· ——————————————————
📍Kawasan Resor Chikan, Jiangmen, Guangdong
🚃【Cara Menuju ke Sana】
🚅Kereta cepat: Turun di "Stasiun Kaiping Selatan," lalu naik taksi sekitar 20 menit.
🚗Dengan mobil: Sekitar 2 jam perjalanan dari Guangzhou/Shenzhen; tempat parkir sangat mudah.
· ——————————————————
📷【Lokasi Fotografi】
▪️Jembatan Hexin
▪️Jembatan Nanshui
▪️Tepi sungai di samping Jalan Tangdi
▪️Balai Kota Kaiping, Jalan Dixi
▪️Sekolah Menengah Chikan
▪️Jalan Weidi
▪️Jalan Didong
· ——————————————————
💡【Tips Berguna】
▪️🏡Akomodasi: Menginaplah langsung di area resor! Berjalan-jalanlah di sepanjang tepi sungai di pagi hari, saksikan langit berubah dari ungu kemerahan menjadi biru tua selama pertunjukan senja; ada juga pertunjukan kembang api dan kerajinan besi yang dapat ditonton di malam hari. Setelah menonton, berjalanlah kembali dan tidurlah nyenyak, merasa rileks dan tanpa beban! ▪️🍖Makanan dan Minuman: Nasi claypot yang dimasak di atas api kayu (kulit nasi yang renyah sangat lezat hingga membuat Anda menangis), angsa panggang yang dimasak di atas api kayu, dan tahu goreng Chikan—permata tersembunyi yang membuat penduduk setempat rela mengantre!
Entah kapan dimulai, tetapi kita selalu terburu-buru, terburu-buru untuk mengunjungi tempat-tempat terkenal, terburu-buru untuk membuktikan "Saya pernah ke sini." Kita hampir lupa bagaimana berjalan-jalan dengan santai.
Liburan kali ini, secara spontan, saya pergi ke Chikan di Kaiping selama dua hari. Di pagi hari, saya berjalan-jalan di sepanjang tepi sungai yang sepi, menyaksikan perahu nelayan hanyut. Saya naik trem, loncengnya bergemerincing, perlahan-lahan menyusuri jalanan. Saya masuk ke sebuah kafe, duduk di dekat jendela, tenggelam dalam pikiran. Saya memperhatikan cahaya dan bayangan merambat di bingkai jendela yang diukir. Saat senja, saya naik perahu dayung, langit berubah dari oranye hangat menjadi nila. Di malam hari, aku berbaring di tepi kolam, merasakan semilir angin, sementara kembang api meledak di langit malam. Seperti upacara perpisahan yang megah.
Aku tidak melakukan apa pun, hanya melamun, mengosongkan pikiran, namun hatiku terasa penuh. Tak perlu terburu-buru ke tempat wisata berikutnya, tak perlu... Menyelesaikan petak sembilan kotak!
Berwisata hanyalah tentang memberi diri sendiri kembali 🌙
· ——————————————————
📍Area Resor Chikan, Jiangmen, Guangdong
🚃【Cara Menuju ke Sana】
🚅Kereta cepat: Turun di "Stasiun Kaiping Selatan," lalu naik taksi sekitar 20 menit.
🚗Dengan mobil: Sekitar 2 jam perjalanan dari Guangzhou/Shenzhen; parkir sangat mudah.
· ——————————————————
📷【Lokasi Fotografi】
▪️Jembatan Hexin
▪️Jembatan Nanshui
▪️Tepi sungai di samping Jalan Tangdi
▪️Balai Kota Kaiping, Jalan Dixi
▪️Sekolah Menengah Chikan
▪️Jalan Weidi
▪️Jalan Didong
· ——————————————————
💡【Tips Berguna】
▪️🏡Akomodasi: Menginaplah langsung di area resor! Berjalan-jalanlah di sepanjang sungai di pagi hari, saksikan langit berubah dari ungu kemerahan menjadi biru tua di malam hari; ada juga pertunjukan kembang api dan bunga besi yang bisa ditonton di malam hari. Setelah menonton, berjalan-jalanlah kembali dan tidurlah nyenyak, merasa rileks dan tanpa beban~ ▪️🍖Makanan dan Minuman: Nasi Claypot dengan Kayu Bakar (kulit nasi yang renyah sangat harum hingga membuat Anda menangis), Angsa Bakar dengan Kayu Bakar, Tahu Goreng Chikan, harta karun lokal yang selalu diantrekan orang!