
Hida Hoonokidaira Ski Resort4,4
Bermain Ski
447 Nyukawacho Kute, Takayama, Gifu 506-2252, Japan





Cuaca
Sebagian besar berawan
19° / 12°
Mencari aktivitas seru di Hida? Kami menyediakan informasi terkini tentang segala hal, mulai dari tempat-tempat indah yang wajib dikunjungi hingga tempat bersantai ala warga lokal.
Temukan tempat menginap paling populer di Hida, lengkap dengan rekomendasi dari sesama traveler dan penawaran hotel spesial


9.3/1055 Ulasan
TTamu: I think it's one of the top ryokans in Japan. Everything was top notch: warm and kind service, delicious dinner and breakfast, variety of indoor and outdoor baths and, of course, amazing traditional style building, perfectly decorated and great for exploration. Here my dream came true!
1-chōme-8 Furukawachō Mukaimachi
From Rp 5.580.369

9/1023 Ulasan
TTamu: Staying in this hotel was like living in the ancient times jn japan but the hotel was clean There was public bath not natural onsen. Two pools. But one of them was full of bubbles, not sure if someone jumped into the bath without washing away the shower gel. Room was not small. Breakfast was great and delicious, especially the miso on leaf and steam tofu. You can enjoy your breakfast in a japanese style room with your companions. Staff was nice. Free parking.
10-27 Furukawacho Kanamoricho
From Rp 1.720.998

8.5/10103 Ulasan
PPengguna Anonim: Ini adalah kunjungan saya yang ke-5. Semuanya dijelaskan di sini. Tempat ini menawarkan pengalaman onsen Jepang yang autentik. Makanannya sangat lezat dan segar. Stafnya sangat ramah. Saya suka onsen di luar. Layanan penjemputan gratis dari stasiun JR Hida Furagawa sangat saya hargai. Sangat direkomendasikan untuk semua orang.
1400-1 Furukawacho Kurouchi
From Rp 1.330.724

Selamat datang di Takayama, kota bersejarah yang menawan di Prefektur Gifu, tempat Anda bisa merasakan suasana Jepang tradisional yang masih kental. Dari rumah pedagang era Edo dan pasar pagi yang ramai hingga pemandangan pegunungan yang menakjubkan serta kuliner lokal yang lezat, Takayama sangat cocok bagi wisatawan yang ingin menjelajahi Jepang di luar kota-kota besarnya. 5 PENGALAMAN TAK TERLUPAKAN YANG WAJIB ANDA COBA 🏘️ 1. Jelajahi Kota Tua (Sanmachi Suji) Kembali ke masa lalu saat Anda menyusuri deretan rumah pedagang kayu yang terawat dengan indah, toko-toko tradisional, dan jalanan sempit peninggalan zaman Edo. Temukan kerajinan lokal, kafe yang nyaman, dan tempat pembuatan sake bersejarah yang memberikan atmosfer unik pada Takayama. 🌅 2. Kunjungi Pasar Pagi Miyagawa Rasakan kehidupan lokal di salah satu pasar pagi paling terkenal di Takayama, tempat berbagai kios menjual hasil bumi segar, camilan khas daerah, kerajinan tangan, dan produk lokal di sepanjang Sungai Miyagawa. 🏯 3. Temukan Takayama Jinya Kunjungi bangunan kantor pemerintahan bersejarah yang langka dan masih bertahan dari zaman Edo. Ruang-ruang tradisional, lantai tatami, dan interiornya yang terjaga menawarkan wawasan menarik tentang administrasi lokal di bawah keshogunan Tokugawa. 🚶 4. Telusuri Rute Higashiyama Walking Course Menjauhlah dari keramaian dan ikuti rute jalan kaki yang tenang melalui kawasan kuil, jalan setapak di tengah pepohonan, dan lingkungan bersejarah di sisi timur kota. Ini adalah cara yang menyenangkan untuk menemukan sisi budaya Takayama yang lebih tenang. 🏮 5. Kunjungi Desa Rakyat Hida (Hida no Sato) Kenali kehidupan pedesaan tradisional di museum terbuka ini yang menampilkan rumah pertanian kayu bersejarah, atap jerami, dan bangunan yang dipindahkan dari seluruh wilayah Hida. Terletak di samping kolam yang indah, tempat ini merupakan pengenalan yang luar biasa tentang arsitektur khas daerah tersebut. 🍜 JANGAN LEWATKAN KULINER LOKALNYA! Daging Sapi Hida — Daging sapi regional ternama yang dikenal karena tekstur lemak (marbling) yang halus dan rasa yang kaya. Mitarashi Dango — Pangsit nasi bakar yang diolesi saus kecap asin manis, sering dinikmati sebagai camilan pinggir jalan. Takayama Ramen — Spesialisasi mi lokal dengan kuah berbahan dasar kecap asin, mi tipis, dan topping sederhana untuk hidangan yang lezat dan menghangatkan. Sake Lokal — Kunjungi tempat pembuatan sake tradisional untuk mempelajari tradisi pembuatan bir daerah dan mencicipi sake produksi lokal di tempat-tempat yang menyediakan sesi tasting. 🏨 Cari hotel bintang 3, 4, dan 5 di Takayama lewat Trip.com untuk menemukan penginapan impian Anda: 👉 https://www.trip.com/t/v4s4dbXJuW2 🎟️ Temukan penawaran menarik untuk tur, atraksi, dan aktivitas di Trip.com: 👉 https://www.trip.com/t/0DrrJzVJuW2 ✈️ TIPS PERJALANAN TAKAYAMA Cara ke Sana: Takayama dapat diakses dengan kereta api, termasuk rute limited express yang indah dari Nagoya. Transportasi: Pusat sejarah kota mudah dijelajahi dengan berjalan kaki, sementara bus dan taksi berguna untuk menjangkau objek wisata yang lebih jauh. Waktu Terbaik untuk Berkunjung: Musim semi menghadirkan Festival Musim Semi Takayama yang terkenal, musim gugur menawarkan pemandangan pegunungan yang berwarna-warni, dan musim dingin mengubah kota menjadi destinasi bersalju yang indah. Menjelajahi Kota: Berjalan-jalanlah di Kota Tua, jalur tepi sungai, dan situs bersejarah lainnya.

Tersembunyi jauh di lembah pegunungan Prefektur Gifu, Shirakawa-go merupakan salah satu desa Warisan Dunia UNESCO yang paling dicintai di Jepang, terkenal dengan rumah pertanian gassho-zukuri yang ikonik. Atap jerami segitiga yang curam, berbentuk seperti tangan yang menangkup saat berdoa, dirancang dengan cerdik untuk menahan timbunan salju musim dingin yang sangat tebal di wilayah tersebut. Banyak dari rumah kayu ini telah berusia ratusan tahun, dibangun tanpa menggunakan paku dan dirawat secara gotong royong oleh seluruh komunitas saat atap jerami yang tebal perlu diganti setiap beberapa dekade sekali. Ogimachi adalah pemukiman utama desa ini, tempat pengunjung dapat menyusuri jalan-jalan setapak yang tenang di antara rumah bersejarah dan sawah yang dibingkai oleh pegunungan berhutan. Mulailah perjalanan Anda di gardu pandang Observatorium Shiroyama untuk mendapatkan jepretan panorama klasik yang menangkap seluruh gugusan atap jerami tersebut. Seberangi Jembatan Deai di atas Sungai Shogawa yang jernih untuk memasuki desa. Masuklah ke dalam Rumah Wada, kediaman gassho-zukuri terbesar, untuk mengeksplorasi interior bertingkatnya dan mempelajari bagaimana keluarga-keluarga di masa lalu memelihara ulat sutra di ruang loteng yang luas. Shirakawa-go menampilkan wajah yang benar-benar berbeda di sepanjang empat musim. Musim dingin tak diragukan lagi adalah musim yang paling terkenal: salju tebal menyelimuti setiap atap, mengubah desa menjadi negeri dongeng musim dingin yang ajaib. Acara festival lampu (light-up) musim dingin yang sangat dinantikan menarik banyak orang, meskipun tiket dan pemesanan transportasi habis dengan sangat cepat. Musim semi menghadirkan bunga sakura yang lembut, musim panas dipenuhi dengan hamparan sawah hijau yang subur, dan musim gugur mewarnai pegunungan di sekitarnya dengan dedaunan merah dan emas yang membara. Jangan lewatkan cita rasa lokal saat berkunjung. Cobalah hidangan khas daerah seperti ikan ayu sungai, masakan sayuran gunung, dan berburulah boneka sarubobo yang lucu, jimat keberuntungan lokal yang terkenal. Perjalanan ke Shirakawa-go sangat cocok dipadukan dengan kunjungan ke Takayama, kota tua Hida, menciptakan rencana perjalanan pedesaan Jepang yang lengkap dan jauh dari hiruk-pikuk kota besar.
Pink Cat14
Takayama adalah sebuah kota kecil di pegunungan yang seketika memberikan kesan hangat begitu kamu tiba di sana. Deretan rumah kayu berwarna gelap, jalanan kuno, udara yang sejuk, serta lanskap pegunungan yang mengepung kota ini menciptakan atmosfer yang sangat berbeda dari Kyoto atau Tokyo. Walaupun populer sebagai destinasi wisata, Takayama tetap mampu mempertahankan karakter lokalnya dengan baik, menjadikannya pilihan sempurna bagi siapa pun yang ingin melepas penat dari hiruk-pikuk kota besar dan menikmati perjalanan yang lebih santai. Jantung dari Takayama adalah Sanmachi Suji, sebuah kawasan kota tua dengan deretan rumah pedagang tradisional. Sambil berjalan-jalan, kamu akan menemukan toko kerajinan tangan, tempat penyulingan sake, kafe, serta toko-toko kecil yang menarik untuk disinggahi. Aku menyarankan untuk datang di pagi atau sore hari; cahayanya sangat cantik, suasananya tidak terlalu ramai, dan tekstur kayu pada bangunan-bangunannya terlihat lebih berdimensi. Jika ingin tahu seperti apa suasana rumah dan administrasi kota di masa lalu, Takayama Jinya adalah tempat yang wajib dikunjungi. Aktivitas lain yang patut dicoba adalah menyusuri Pasar Pagi Miyagawa di sepanjang tepi sungai. Jangan datang hanya untuk berbelanja, tapi lihatlah denyut nadi kehidupan warga setempat—sayuran gunung, kerajinan tangan, camilan lokal, serta para pedagang yang menata dagangan mereka dengan santai tanpa terburu-buru. Takayama adalah kota yang menyadarkan kita bahwa liburan tidak harus selalu diisi dengan jadwal yang padat setiap jamnya; cukup dengan mengikuti suara aliran air dan aroma makanan, kamu sudah bisa menikmati waktu selama setengah hari. Jangan lewatkan daging sapi Hida, daging lokal yang terkenal dengan marbling dan teksturnya yang lembut. Baik dinikmati sebagai sushi, dipanggang, maupun steak, semuanya punya kelezatan tersendiri. Namun, aku menyarankan untuk memesan dalam porsi yang wajar dan pilihlah kedai-kedai kecil yang terlihat berdedikasi tinggi agar kamu bisa merasakan cita rasa dan atmosfernya sekaligus. Ada juga miso, acar, dan sake lokal bagi kamu yang ingin lebih mengenal wilayah Hida melalui kulinernya. Takayama bisa dijelajahi dengan nyaman dalam waktu 2 hari dan memiliki akses yang mudah menuju Shirakawa-go, menjadikannya tempat menginap yang sempurna sebelum melanjutkan perjalanan. Kota ini tidak berusaha tampil megah, namun ia memiliki daya tarik dari ketenangan, ketulusan, dan keindahan yang alami tanpa polesan berlebih. Jika kamu menginginkan perjalanan ke Jepang di mana kamu bisa berjalan perlahan, makan enak, dan melihat kota tua yang masih memiliki denyut kehidupan, Takayama adalah salah satu kota yang wajib masuk dalam daftar perjalananmu.

Bagaimana jika hujan mengubah kota bersejarah Jepang menjadi pemandangan yang seolah keluar langsung dari lukisan tradisional? Rumah-rumah kayu pedagang yang berkilauan, lentera yang berpijar, dan pegunungan yang perlahan menghilang ditelan kabut. ✨ Lupakan gambaran kartu pos tentang sinar matahari yang terik di pedesaan Jepang. Bayangkan gang-gang sempit yang diapit bangunan kayu gelap, tetesan hujan yang meluncur dari atap genteng kuno, dan kanal-kanal kecil yang memantulkan cahaya hangat dari toko-toko legendaris yang telah menyambut pengunjung selama turun-temurun. Selamat datang di Takayama, kota pegunungan yang menawan di Prefektur Gifu. Di sini, arsitektur zaman Edo, tradisi kuliner lokal, dan ritme kehidupan Jepang kuno yang lambat bersatu menciptakan pelarian yang tak terlupakan. Di sini, hujan membawa keajaiban tenangnya sendiri. Warna kayu pada fasad bangunan tampak lebih pekat. Aroma sake yang baru diproses menguar dari tempat pembuatan bir bersejarah. Di dalam kafe-kafe yang nyaman, kepulan uap dari semangkuk mi dan hidangan lokal yang segar memberikan kehangatan di tengah cuaca pegunungan yang dingin. Terkadang, cara terbaik untuk menikmati Jepang adalah dengan memperlambat langkah dan membiarkan hujan yang menentukan iramanya. 🍃 ☔ LIMA CARA MENIKMATI TAKAYAMA SAAT HUJAN 1. 🏮 Menelusuri Sanmachi Suji. Jelajahi kota tua Takayama yang terpelihara dengan indah, di mana rumah pedagang tradisional, fasad toko kayu, dan tempat pembuatan bir sake bersejarah berjejer di jalanan yang atmosferik. Kayu yang menggelap karena hujan menciptakan detail fotografi yang luar biasa, sementara toko-toko kecil menawarkan tempat berteduh yang nyaman. 2. 🍶 Mengunjungi tempat pembuatan bir sake Takayama. Kunjungi tempat pembuatan bir tradisional untuk mempelajari proses pembuatan sake lokal dan warisan budaya pembuatan bir di wilayah tersebut. Beberapa tempat menawarkan sesi pencicipan atau tur berpemandu, jadi pastikan ketersediaan dan jam operasionalnya sebelum berkunjung. 3. 🏯 Menjelajahi Takayama Jinya. Masuklah ke dalam bangunan pemerintah bersejarah ini yang menawarkan wawasan menarik tentang sistem administrasi wilayah ini selama periode Edo. Ruangan-ruangan di dalamnya and arsitektur tradisional menjadikannya pilihan tepat saat cuaca di luar kurang mendukung untuk jalan-jalan. 4. 🌿 Mengunjungi Desa Rakyat Hida (Hida Folk Village). Jelajahi rumah-rumah pedesaan tradisional dengan atap jerami yang curam dan pelajari kehidupan masyarakat di wilayah pegunungan sekitarnya. Hujan dapat menciptakan suasana yang sangat syahdu, namun jalan setapak di luar ruangan mungkin menjadi licin. Periksa akses dan kondisi cuaca terlebih dahulu. 5. 🍜 Menghangatkan diri dengan kuliner khas Hida. Cari restoran yang nyaman dan cicipi daging sapi Hida, ramen lokal, atau hidangan khas lainnya yang menggugah selera. Padukan santapan Anda dengan secangkir teh Jepang dan nikmati kontras antara cuaca gunung yang sejuk di luar dengan kehangatan di dalam ruangan. 🌧️ TIPS PRAKTIS DI TAKAYAMA Cuaca pegunungan bisa berubah dengan cepat, terutama saat musim semi dan musim gugur. Siapkan jaket tahan air, sepatu yang nyaman dengan sol yang tidak licin, serta pakaian ekstra. Periksa prakiraan cuaca dan informasi transportasi terbaru sebelum merencanakan perjalanan ke area pedesaan sekitarnya. Takayama mengingatkan kita bahwa perjalanan bukan soal menunggu cuaca yang sempurna. Terkadang, hujan justru memunculkan keindahan jalanan kayu tua, membuat hidangan hangat terasa lebih nikmat, dan mengubah sore yang biasa menjadi kenangan yang tak terlupakan.

Saat merencanakan liburan musim panas ke Jepang, saya langsung tahu bahwa saya harus menghindari teriknya kota-kota besar. Akhirnya kami memilih Prefektur Gifu, di sebelah utara Nagoya, dan astaga, rasanya lega sekali! Udara di pegunungan sangat segar—mirip seperti akhir musim panas di kampung halaman saya, Finlandia, tapi tentu saja dengan nuansa khas Jepang. Saya tipe pelancong yang merencanakan rute perjalanan berdasarkan perut alias makanan. Saya selalu melakukan riset mendalam soal kedai kuno yang autentik dan jajanan pasar, jadi perjalanan ke Gifu ini benar-benar terasa seperti surga. Berikut adalah rangkuman keseruan dari rute lima hari kami! Kami memulai perjalanan di Takayama, yang bisa ditempuh dalam beberapa jam dengan kereta dari Nagoya. Pagi pertama tentu saja dimulai di Pasar Pagi Miyagawa (Miyagawa Asaichi). Pasar ini sudah beroperasi selama lebih dari seratus tahun, dan suasananya sangat menyenangkan. Saya membeli apel lokal dan camilan tradisional buatan tangan di sana. Kawasan kota tua (Sanmachi Suji) memang memukau, tapi kamu harus bersiap berpapasan dengan banyak turis lain. Favorit pribadi saya adalah jalur jalan kaki Higashiyama—sebuah jalan setapak yang tenang di dalam hutan dengan sekitar selusin kuil di sepanjang jalannya. Hampir tidak ada orang lain di sana! Jiwa saya benar-benar merasa damai setelah jalan kaki yang panjang itu. Kami juga sempat melakukan perjalanan sehari ke Hida-Furukawa, yang hanya berjarak sebentar dengan kereta. Rupanya tempat ini terkenal karena sebuah film anime (Kimi no Na wa, bagi Anda yang penggemar—saya sendiri tidak terlalu mengikuti genre itu, tapi seru juga melihat orang-orang mencari lokasi syutingnya!). Saya jauh lebih tertarik dengan kulinernya. Di sebuah tempat bernama Ajidokoro Furukawa, saya mencicipi Gohei mochi tradisional (kue beras panggang yang dilapisi pasta miso) dan, tentu saja, daging sapi Hida yang lumer di mulut. Kami juga pergi memberi makan ikan koi raksasa di Sungai Seto; ukurannya benar-benar luar biasa besar! Puncak perjalanan ini tentu saja adalah spa onsen. Sebagai pencinta sauna, pemandian air panas selalu punya tempat spesial di hati saya. Kami menginap di ryokan Yunoshimakan di Gero Onsen yang memiliki sejarah lebih dari 80 tahun. Lokasinya tersembunyi di lereng bukit di tengah hutan. Kami memesan kamar dengan bak mandi luar ruangan pribadi (punya onsen sendiri itu benar-benar sebuah kemewahan!). Dan makanannya... Makan malam tradisional kaiseki di ryokan ini benar-benar seperti karya seni. Setiap gigitan disiapkan dengan sangat detail, dan kesegaran bahan musimannya sangat menonjol. Benar-benar tempat yang sempurna untuk rileks. Jika kamu berencana liburan ke Jepang saat musim panas dan ingin sesuatu yang sedikit berbeda (dan lebih sejuk!), saya sangat merekomendasikan rute ini. Terbang ke Nagoya adalah cara termudah, dan sangat mudah untuk melanjutkan perjalanan dari sana. Lain kali, saya ingin lanjut ke arah Toyama, tapi kali ini, lima hari di sini sudah menjadi pelarian yang sempurna dari rutinitas sehari-hari!

#JapaneseHotel Ini adalah wisma mewah tradisional Jepang dengan sejarah 160 tahun (sisi kiri Gambar 1), menawarkan tempat yang sempurna untuk merasakan dan mempelajari akomodasi tradisional Jepang serta budaya kulinernya. Meskipun wisma ini tidak kecil untuk sebuah wisma, wisma ini membangkitkan rasa nyaman sejak Anda disambut, diantar ke kamar, diperkenalkan dengan fasilitas umum hotel, dan menikmati sarapan serta makan malam, hingga Anda check-out. Wisma ini terdiri dari serangkaian bangunan kayu yang saling terhubung, termasuk Shogetsu-ro, yang dibangun pada tahun 1903, dirancang sesuai dengan selera pada masa itu. Koridor tatami yang sempit dilapisi dengan pelindung jendela dari pohon bodhi, sebuah fitur yang sangat menarik perhatian saya. Seperti yang dijelaskan oleh pihak hotel: "Ini mungkin merepotkan bagi tamu kami, tetapi kami akan sangat senang jika Anda dapat menganggap ini sebagai bagian dari selera kami." Makan malamnya adalah kaiseki ryori, dengan bahan-bahan musiman: hidangan liar di musim semi dan musim gugur, ikan sungai di musim panas, dan ikan ekor kuning musim dingin di musim dingin. Tentu saja, daging sapi Hida wajib dicoba. Makan malam bisa dinikmati di kamar, tetapi saya selalu lebih suka menikmatinya di kamar pribadi tradisional Jepang. Para pelayan yang menyajikan makanan semuanya wanita yang lebih tua dan berpengalaman, tetapi mereka sangat formal. Makan malamnya sesuai harapan, tetapi sarapannya sungguh luar biasa. Dibandingkan dengan gelap gulita malam itu, sinar matahari pagi yang masuk ke kamar pribadi terasa lebih menyegarkan. Kemudian, melihat meja yang dipenuhi beragam hidangan, tertata rapi, sungguh menciptakan suasana hati yang menyenangkan sepanjang hari. Berendam di pemandian air panas juga menjadi alasan utama menginap di sini. Meskipun kolam air panasnya tidak seluas hotel-hotel besar, jumlah tamu yang lebih sedikit membuat pengalaman menginap di sini sama menyenangkannya. Area publik pun tak terkecuali; tidak pernah terasa ramai, dan bahkan sulit untuk melihat tamu lain secara bersamaan. #OverseasTravel #JapanTravel #JapaneseFood #JapaneseCooking #KaisekiRestaurant #JapaneseBreakfast #HotelAffordableHotel #HotelRestaurant #HotelIntroduction #HotelExperienceOfficial #HotelRecommendation #HotelRecommendation #FoodRecommendation #Sashimi
玩转星球-Kevin47
Terletak di wilayah pegunungan Hida di Prefektur Gifu, Takayama adalah destinasi yang menggabungkan arsitektur tradisional Jepang, makanan lokal, dan pemandangan pegunungan. Tempat terbaik untuk memulai adalah Sanmachi Suji, kota tua bersejarah. Rumah-rumah pedagang kayu yang terawat indah, tempat pembuatan sake, dan toko-toko kecil menciptakan suasana yang sangat berbeda dari kota-kota modern Jepang. Luangkan waktu Anda untuk berjalan-jalan di jalanan, melihat-lihat kerajinan lokal, dan mencicipi camilan daerah. Takayama sangat terkenal dengan daging sapi Hida, yang dapat dinikmati sebagai daging sapi panggang, sushi, atau hidangan lokal lainnya. Tempat lain yang layak dikunjungi adalah Pasar Pagi Miyagawa, tempat para pedagang lokal menjual hasil bumi segar, barang-barang buatan tangan, dan camilan daerah. Ini adalah tempat yang menyenangkan untuk merasakan kehidupan sehari-hari di kota. Untuk melihat sekilas arsitektur pedesaan tradisional, kunjungi Desa Rakyat Hida. Museum terbuka ini menampilkan bangunan-bangunan bersejarah, termasuk rumah-rumah pertanian tradisional beratap jerami, yang terletak di lanskap yang indah. Jika kunjungan Anda bertepatan dengan musim semi atau musim gugur, Anda mungkin juga dapat menyaksikan Festival Takayama yang terkenal, yang dikenal dengan kereta hiasnya yang rumit. ✈️ Tips Perjalanan · Luangkan 2 hari untuk menjelajahi Takayama dengan nyaman. · Pusat kota bersejarah dapat dicapai dengan berjalan kaki dari Stasiun Takayama. · Kunjungi pasar pagi lebih awal untuk pilihan terbaik. · Cobalah daging sapi Hida dan miso Hoba lokal. · Pesan akomodasi lebih awal jika bepergian selama periode festival musim semi atau musim gugur. Takayama adalah destinasi yang indah bagi wisatawan yang menikmati arsitektur tradisional, makanan daerah, dan sisi Jepang yang lebih tenang. #Takayama #HidaTakayama #JapanTravel #Gifu #SanmachiSuji #HidaBeef #HidaFolkVillage #JapaneseCulture #JapanAlps #TravelGuide

Berkunjung ke Takayama terasa seperti kembali ke Jepang zaman Edo yang tradisional! Terletak tinggi di pegunungan Prefektur Gifu, kota yang menawan ini terkenal dengan jalan-jalan pedagangnya yang terpelihara, pasar pagi, dan budaya kuliner lokal yang luar biasa. · ⏰ Kapan (Pasar Pagi Miyagawa - 宮川朝市): · Pasar ini buka setiap hari sepanjang tahun di sepanjang Sungai Miyagawa yang indah. · Jam Buka: Biasanya pukul 7:00 pagi hingga 12:00 siang (musim semi hingga musim gugur, April–November) dan pukul 8:00 pagi hingga 12:00 siang selama bulan-bulan musim dingin yang lebih dingin. Tip: Datanglah lebih awal (sekitar pukul 8:00–9:00 pagi) untuk menghindari keramaian, menikmati udara pagi yang segar, dan melihat para pedagang lokal menyiapkan kios mereka. · 📍 Tempat yang Harus Dikunjungi: · Pasar ini membentang di sepanjang tepi Sungai Miyagawa, terutama berpusat di antara Jembatan Kajibashi dan Jembatan Yayoidashi. · Hanya perlu berjalan kaki selama 10 hingga 15 menit dari Stasiun JR Takayama, Anda akan langsung sampai di jantung kota. ⭐️✨Catatan: kami juga berjalan kaki melewati Pasar Pagi Jinya-mae · 🥩 Tips Makanan yang Wajib Dicoba (Sushi Daging Sapi Hida, Roti & Dango): · Sushi Daging Sapi Hida: Wajib dicoba! Nikmati sepotong daging sapi Hida A5 premium yang dipanggang ringan dan lembut, disajikan di atas piring kerupuk beras yang renyah dan dapat dimakan (tidak ada sampah yang perlu dibuang!). · Roti & Kue Kering Buatan Tangan: Berjalan-jalanlah di pasar dan toko roti lokal di kota tua untuk membeli roti lokal yang baru dipanggang, kue apel, atau melonpan manis untuk dinikmati sambil berjalan. · Dango Tradisional: Jangan lewatkan untuk mencicipi dango mitarashi hangat. Berbeda dengan pangsit manis dan lengket berwarna merah muda/putih yang ditemukan di tempat lain, versi Takayama diolesi dengan glasir kecap asin yang gurih dan berasap, lalu dipanggang hingga sempurna tepat di depan Anda. · 🏛️ Berjalan-jalan di Sekitar Takayama (Rute Ideal): · Kota Tua Sanmachi Suji: Hanya berjalan kaki singkat dari pasar, jelajahi jalan-jalan sempit bersejarah ini yang dipenuhi rumah-rumah pedagang kayu gelap, toko-toko kerajinan lokal, dan tempat pembuatan sake berusia berabad-abad yang ditandai dengan bola-bola kayu cedar (sugidama) yang tergantung di atas pintu masuknya. · Takayama Jinya: Kunjungi pos pemerintahan bersejarah yang langka dan terawat indah dari periode Edo ini, yang menampilkan kamar-kamar tatami, kantor-kantor administrasi, dan taman-taman bersejarah yang luas. · Jembatan Nakabashi: Seberangi jembatan merah yang mencolok yang membentang di atas Sungai Miyagawa, menawarkan latar belakang foto yang indah. #Takayama #PasarPagiMiyagawa #DagingHida #MakananTakayama #PerjalananJepang #MomenPerjalanan

Shirakawa-go adalah desa Warisan Dunia yang terletak di bagian barat laut Prefektur Gifu. 10:00 Tiba di Shirakawa-go Menyusuri desa bergaya Gassho-zukuri Menikmati suasana kota tradisional Berfoto ria 10. 30 Mengunjungi Rumah Wada (Wada House) Bangunan ikonik yang mewakili gaya Gassho-zukuri Melihat langsung kehidupan tradisional dan arsitekturnya 11. 15 Jembatan Deai-bashi & Keliling Desa Menikmati pemandangan Sungai Shō Berfoto dengan latar belakang desa 12. 00 Makan Siang Hidangan daging sapi Hida (Hida beef) Set menu Hoba miso Mi soba lokal 13. 00 Gardu Pandang Shiroyama (Shiroyama Observatory) Melihat panorama desa Shirakawa-go dari ketinggian Spot foto yang sangat indah 14. 00 Gassho-zukuri Minkaen (Museum Terbuka) Tur keliling bangunan bersejarah Gassho-zukuri Merasakan sejarah dan budaya asli Shirakawa-go 14. 45 Belanja Oleh-oleh & Waktu Bersantai di Kafe Boneka Sarubobo Manisan khas Hida Produk lokal pilihan Istirahat sejenak di kafe 15. 00 Meninggalkan Shirakawa-go

Daun-daun cokelat di atas panggangan kecil itu bukan hanya hiasan; itu adalah bagian dari tradisi kuliner yang diwariskan di wilayah Hida, Prefektur Gifu. 🍂 Ini adalah "Hoba Miso" (朴葉味噌), hidangan lokal di mana miso dan berbagai bahan dipanggang di atas daun hoba, melepaskan aroma menggoda yang membuat Anda ingin menambah sesendok nasi lagi. 🍚 🌿 Mengapa daun hoba? Hoba adalah daun besar dari pohon magnolia Jepang. Daun ini dapat digunakan sebagai alas makanan dan menambah aroma selama memasak. Penduduk setempat mengumpulkan daun-daun cokelat ini di musim gugur, menjadikannya bahan sederhana yang menghubungkan makanan dengan alam sekitarnya. 🏔️ Kisah dari Kehidupan Pegunungan Ada beberapa teori tentang asal usul hidangan ini. Satu cerita mengatakan bahwa penjaga hutan di Hida menggunakan daun hoba sebagai piring untuk memanggang miso saat bekerja di pegunungan. Cerita lain menghubungkannya dengan musim dingin yang keras; Saat acar sayuran membeku, acar tersebut dipanaskan kembali di atas daun dengan miso, dan akhirnya menjadi hidangan yang familiar di rumah tangga. 🍄 Sedikit Bahan, tetapi Aroma yang Menggugah Selera Miso, daun bawang, dan jamur shiitake adalah bahan utama dalam hidangan ini. Saat dipanggang di atas daun di atas api, aroma miso panas bercampur dengan aroma daun dan bahan-bahan lainnya. Resepnya dapat bervariasi dari rumah tangga ke rumah tangga atau restoran ke restoran. Beberapa menambahkan sayuran atau daging sapi Hida, tetapi hidangan ini tidak selalu menyertakan daging sapi. 🥢 Cara Menikmatinya? Sendok miso dan bahan-bahan yang sudah dimasak ke sendok dan makanlah dengan nasi panas. Nikmati perlahan, biarkan rasa miso yang kaya bercampur dengan nasi yang lembut. Daun hoba hanya untuk keperluan memasak; bukan bagian yang dapat dimakan. 🍃 Jika Anda mengunjungi Hida-Takayama, carilah hidangan ini di meja makan. Terkadang, makanan yang membuat kita mengingat sebuah kota hanyalah miso di atas daun dengan semangkuk nasi panas. 🤎 Apakah Anda ingin mencoba miso dengan jamur, atau versi dengan tambahan daging sapi Hida? 📍 Hida-Takayama, Gifu, Jepang #HobaMiso #朴葉味噌 #HidaTakayama #Takayama #Gifu #TravelJapan #TravelTakayama #JapaneseFood #JapaneseLocalCuisine #JapanTravel #TripMoments
Inilah pemandangan kota Takayama yang unik di Gifu. Kota ini sungguh menawan, seperti Kyoto kecil. Daerah ini, Ebisudaigumi-machi, penuh dengan bangunan kayu kuno. Saya beruntung bisa melihat pemandangan langka ini. Namun, terlepas dari keindahannya, saya mungkin akan mati kedinginan jika terus-menerus tinggal di tempat sedingin itu.
翱翔的大鲨鱼pemandangan yang indah dan tenang tak terduga, santai untuk berkeliaran di kota dan sebagai tempat perhentian tengah untuk makan enak
_TI***j0Desa Pemandian Air Panas Okuhida terdiri dari lima desa pemandian air panas, termasuk Hirayu, Fukuchi, dan Shinhotaka. Transportasinya kurang nyaman dan Anda perlu naik bus dari Takayama untuk sampai ke sana. Seluruh desa pemandian air panas ini sangat tenang dan sangat cocok untuk dikunjungi di musim dingin. Anda sebaiknya menginap setidaknya 2-3 hari, mencoba berbagai hotel pemandian air panas, dan mengagumi keindahan pegunungan bersalju dari dekat. Tempat ini sungguh layak dikunjungi.
Cherry_wyhGaoshan itu kota kecil... Saya ke sana sekitar jam 5 sore kemarin... suasananya sudah sangat sepi... Saya harus memperhatikan waktu... tapi kalau Anda ingin mengambil beberapa foto atau fotografi perjalanan, tempat ini sangat bagus...
王DuduMaggieSaya pergi pada tanggal 16 November dari Takayama. Naik bus paling pagi (tidak menyesalinya karena saya bisa menjelajah dan mengambil foto sebelum kerumunan orang datang). Awalnya agak berkabut tetapi segera cerah. Warna-warna musim gugur yang indah dan sangat menenangkan. Langit biru cerah juga. Saya mengantre untuk makan siang di Inori dan memesan daging sapi panggang di atas hoba miso. Saya sarankan untuk menghabiskan 2-3 jam di sana untuk perlahan-lahan menikmati keindahannya, meskipun sekitar pukul 11 pagi, sinar matahari langsung bisa agak terlalu terik dan mengambil foto dengan pencahayaan yang tepat bisa cukup sulit. Kenakan pakaian berlapis. Cuaca bisa menjadi cukup hangat sekitar pukul 11 pagi ke atas (16/11/2025).
_TI***j3Ini adalah pasar pagi yang kecil, tetapi penuh dengan kegembiraan penduduk setempat. Mereka menjual sayuran dan makanan lokal seperti acar dan lauk pauk, bahkan kopi tetes ala Jepang. Jika Anda mengunjungi kota ini, Anda pasti harus mengunjunginya setidaknya sekali.
PieR2Mata uang standar di Hida adalah JPY
Perkiraan kurs saat ini: IDR ≈0.009JPY (kurs aktual bergantung pada bank). Tips penukaran mata uang:
1. Tukarkan mata uang di bank lokal Anda sebelum keberangkatan, karena kurs biasanya lebih baik daripada di destinasi.
2. Anda juga dapat menarik uang tunai dari ATM lokal.
3. Hindari menukar mata uang di bandara atau hotel, karena tempat tersebut menawarkan kurs terburuk.
Destinasi populer
Atraksi wisata populer