Selalu suka dengan perjalanan santai di kota kecil, tak perlu repot pergi ke tempat wisata populer yang ramai, cukup berjalan-jalan dan singgah di sepanjang Sungai Zhouhe, menikmati kehijauan pegunungan dan kelembutan air sungai Dazhou. Rute yang menghubungkan Gunung Phoenix (Fenghuang), Alun-alun Xianhe, dan Taman Lahan Basah Tatuo ini adalah jalur santai favorit warga lokal. Tidak bikin kaki pegal, suasananya dapet banget, cocok untuk jalan-jalan sendirian atau bareng teman.
Tips Praktis Perjalanan
1. Transportasi: Perjalanan singkat dan santai sepanjang rute ini lebih nyaman. Dari pusat kota, kamu bisa naik taksi langsung ke kaki Gunung Phoenix; turun gunung dan jalan kaki sepuluh menitan sudah sampai di Alun-alun Xianhe; dari Alun-alun Xianhe menyusuri jalur pejalan kaki tepi sungai, sekitar empat puluh menit kamu akan tiba di Taman Lahan Basah Tatuo. Kalau lagi malas jalan kaki, bisa juga naik bus rute pinggir sungai, cukup bayar beberapa ribu rupiah saja sudah sampai.
2. Waktu Terbaik untuk Berkunjung: Mendaki di pagi hari untuk menghindari terik matahari, berteduh di tepi sungai saat siang, dan menunggu sunset di lahan basah saat sore. Ingat untuk bawa topi dan air minum kalau jalan-jalan di musim panas. Walaupun angin di gunung dan pinggir sungai sejuk, sinar mataharinya tetap menyengat.
3. Pakaian (OOTD): Sepatu olahraga yang ringan itu wajib, karena bakal banyak jalan kaki di jalur gunung dan tepi sungai; baju warna cerah cocok banget untuk foto-foto dengan latar belakang pegunungan hijau dan pemandangan sungai, asal jepret saja hasilnya bakal estetik dan healing.
Rincian Jadwal Perjalanan
Pagi Hari: Gunung Phoenix, Mendaki ke Puncak Melihat Seluruh Kota Dazhou dari Ketinggian
Perjalanan dimulai dari Gunung Phoenix. Tempat ini bukanlah gunung yang curam, melainkan tempat healing spiritual bagi warga Dazhou. Di pagi hari, saat kabut di gunung belum sepenuhnya hilang, pepohonan dan rerumputan masih basah dan sejuk. Berjalan perlahan menaiki anak tangga batu yang landai, di sepanjang jalan dipenuhi pepohonan hijau yang rimbun, suara tonggeret saling bersahutan di antara pepohonan, hawa panas pun langsung sirna. Tak perlu terburu-buru untuk langsung ke puncak, kamu bisa berhenti dan istirahat kapan saja, melihat cahaya matahari yang mengintip dari celah dedaunan, atau kebetulan bertemu warga lokal yang sedang olahraga pagi sambil ngobrol santai, benar-benar terasa suasana kehidupan yang autentik.
Sesampainya di gardu pandang puncak gunung, seluruh kota Dazhou terhampar di depan mata, Sungai Zhouhe meliuk-liuk membelah kota, gedung-gedung tertata rapi, angin berhembus ke wajah, hati rasanya plong dan lega. Kalau sudah capek jalan, saatnya turun gunung. Di kaki gunung banyak jajanan khas Dazhou, semangkuk Liangxia (jajanan es) yang segar atau Yousubaba (kue goreng) yang renyah, cukup untuk mengganjal perut dan mengumpulkan tenaga menuju destinasi selanjutnya.
Siang Menjelang Sore: Alun-alun Xianhe, Bersandar di Pagar Menikmati Waktu Santai di Sungai Zhouhe
Turun gunung dan berjalan santai ke tepi Sungai Zhouhe, kamu akan sampai di Alun-alun Xianhe, sudut lembut yang sering terabadikan dalam foto. Pagar batu berukir klasik berdiri di tepi sungai, pohon-pohon besar yang menjulang merentangkan daun-daun rimbunnya, secara alami memberikan naungan yang sejuk. Berdiri tenang bersandar di pagar batu, memandangi Sungai Zhouhe yang luas mengalir perlahan, jembatan besar membentang di atas sungai di kejauhan, kendaraan berlalu lalang perlahan, air sungai memancarkan sedikit kabut tipis, begitu lembut dan damai.
Seperti yang sering terlihat, banyak pecinta fotografi akan berhenti di sini, mengangkat kamera mereka untuk merekam pemandangan sungai, kabut tipis di atas air, dan siluet pegunungan di kejauhan. Tak perlu repot-repot memikirkan spot foto kekinian, cukup duduk melamun sambil menikmati hembusan angin sungai saja sudah sangat asyik. Melihat aliran sungai yang perlahan menjauh, di telinga hanya terdengar suara angin dan gemercik air, hiruk pikuk kota seakan terpisah oleh sungai, hati pun perlahan menjadi tenang. Di sekitar alun-alun banyak kedai minuman teh jadul, beli segelas es teh dan duduk santai di dekat pagar, nikmati waktu senggang di tepi sungai ini sendirian.
Sore Hari: Taman Lahan Basah Tatuo, Bertemu dengan Senja yang Indah di Tepi Sungai
Berjalan santai ke arah barat mengikuti jalur pejalan kaki tepi sungai, di sepanjang jalan pepohonan dan rerumputan tumbuh subur, warna hijaunya berlapis-lapis. Jalur pejalan kakinya datar dan nyaman, jadi tidak terasa capek saat jalan-jalan. Perlahan masuk ke Taman Lahan Basah Tatuo, ini adalah spot terbaik untuk melihat sunset di Dazhou. Sistem perairan di lahan basah ini saling silang, alang-alang dan tanaman hijau tersebar di tepi sungai, pandangan terasa luas dan terbuka.
Menjelang senja, matahari terbenam mewarnai langit dengan rona oranye hangat, cahaya senja menyinari permukaan air Sungai Zhouhe, kilauannya sangat memukau. Angin malam yang membawa kelembapan air menerpa wajah, warga yang sedang jalan-jalan, anak-anak yang bermain, dan wisatawan yang berfoto-foto menghiasi pemandangan, membaurkan suasana kehidupan dan senja. Menunggu dengan tenang hingga matahari terbenam di balik gedung-gedung di kejauhan, langit perlahan berubah menjadi biru tua, lampu-lampu di kedua sisi sungai mulai menyala satu per satu, pantulan cahayanya tergambar di permukaan air, suasananya romantis maksimal.
Penutup Kuliner & Rekomendasi Akomodasi
Setelah selesai jalan-jalan, kamu bisa mencari makanan autentik Dazhou di sekitar: Luwei (hidangan rebus) Cabai Qixing yang lezat, Dendeng Sapi Dengying Dazhou yang harum dan gurih, Bola Beras Ketan (Nuomituanzi) yang kenyal, atau sup panas (Tangguo) yang mengepul, untuk mengusir rasa lelah setelah seharian berjalan kaki.
Untuk akomodasi, sebaiknya pilih di sepanjang tepi sungai area perkotaan, karena aksesnya mudah dan malam harinya bisa keluar jalan-jalan di tepi sungai menikmati pemandangan malam; kalau lebih suka tempat yang tenang, bisa pilih penginapan (homestay) di pinggiran kota yang sejuk dan nyaman.
Renungan Kecil dari Hati
Perjalanan kali ini tidak ada jadwal kunjungan yang padat, hanya menghabiskan waktu seharian penuh, mulai dari melihat seluruh kota dari puncak gunung hutan, menikmati angin sejuk sendirian di pagar tepi sungai, dan terakhir menikmati sunset yang lembut di lahan basah. Hal yang paling menyentuh dari sebuah perjalanan bukanlah sekadar melihat-lihat sepintas, melainkan tenggelam dalam suasana kehidupan Dazhou yang santai, merasakan kelembutan perpaduan antara gunung, sungai, dan kota kecil. Pemandangan sederhana dan biasa inilah yang paling menyembuhkan hati.
Tips Menghindari Jebakan Saat Liburan:
1. Kalau mendaki di musim panas usahakan berangkat lebih pagi, suhu di gunung saat tengah hari cenderung tinggi dan bikin gerah;
2. Di jalur pejalan kaki tepi sungai lumayan banyak nyamuk dan serangga, bisa bawa produk anti nyamuk;
3. Waktu matahari terbenam berubah sesuai musim, cek waktunya lebih awal biar nggak ketinggalan pemandangan senja yang paling cantik.