Kebijakan Tiket Gratis untuk Pelajar di Musim Liburan
berdasarkan 30 ulasanTempat wisata Nanping terletak sekitar 4 kilometer di barat daya Provinsi Yi, merupakan desa kuno khas gaya Huizhou yang dijuluki "Desa Film China". Tidak banyak pengunjung di sini, dan sering terlihat mahasiswa seni yang sedang melukis. Jelajahi banyak kuil leluhur sebagai sorotan utama, atau tersesat dengan bebas di 72 gang sempit tanpa khawatir tentang keramaian, sangat nyaman.
Di sebelah utara tempat wisata Nanping terdapat sungai, sedangkan di selatan terdapat pegunungan. Pintu masuk utama berada di sudut timur laut, dan untuk masuk ke desa, Anda harus melewati Jembatan Wansong di tempat wisata Nanping. Kunci beberapa rumah tua ada di tangan pemandu wisata, jadi Anda perlu mengikuti pemandu wisata untuk mengunjunginya. Anda bisa terlebih dahulu mengikuti pemandu wisata untuk mendapatkan gambaran umum, lalu menjelajahi sendiri dengan santai. Mengikuti jejak film dan drama untuk mengunjungi desa kuno adalah rute yang bagus.
Kuil Keluarga Ye di tengah desa (Xuyi Hall) adalah objek wisata penting yang dibangun pada masa pemerintahan Chenghua di Dinasti Ming. Delapan puluh persen adegan dalam film "Ju Dou" karya Zhang Yimou difilmkan di sini, dan tempat ini masih mempertahankan penampilan aslinya saat syuting. Papan nama "Bengkel Pewarnaan Keluarga Lao Yang" dari film masih tergantung di pintu gerbang, dengan beberapa kain berwarna-warni tergantung dari atas ke lantai di dalam kuil. Foto-foto adegan dari "Ju Dou" dipajang di dinding sekitarnya. Toko obat "Ju Dou" di selatan desa juga menjadi lokasi syuting film tersebut. Tidak jauh dari Kuil Keluarga Ye, terdapat Kuil Cabang Keluarga Ye (Kuiguang Hall), yang menjadi tempat adegan pertarungan antara Zhang Ziyi dan Michelle Yeoh dalam film "Crouching Tiger, Hidden Dragon".
Sumur Tiga Mata Air (Sanyuan Jing), salah satu dari 36 sumur di desa yang paling representatif, dan Gedung Barat Kecil (Xiaosi Lou) dengan gaya arsitektur Barat, merupakan atraksi yang cukup unik. Dari pintu masuk utama, berjalan ke selatan melewati Hutan Wansong, Anda akan menemukan kedua tempat ini tidak jauh dari sana. Anda juga bisa mengunjungi Kelenteng Marga Cheng yang terkenal dengan ukiran batu yang indah, serta Kelenteng Cabang Marga Li yang didedikasikan untuk pedagang terkenal Li Zongmei dari akhir Dinasti Qing.
Bagi para pecinta fotografi, ada beberapa spot terbaik untuk mengambil foto. Pertama, di pintu masuk desa, terdapat hamparan sawah yang luas, memungkinkan Anda untuk memasukkan sawah, desa bergaya Huizhou, dan pegunungan hijau di kejauhan ke dalam bingkai. Pada bulan April saat bunga rapeseed mekar, pemandangan ini selalu membuat pengunjung terkesan sekilas. Kedua, Hutan Wansong, dengan pepohonan berusia ratusan tahun yang rindang, memberikan efek fotografi yang bagus di pagi hari, dengan kabut pagi yang seperti mimpi di tengah hutan. Ketiga, beberapa atap rumah dan balkon di desa telah diubah menjadi platform pemandangan, memungkinkan Anda untuk mengambil foto desa dari atas, tetapi berbayar dan bisa ditawar dengan penduduk setempat.
Akomodasi dan makanan di sini cukup nyaman, banyak homestay yang merupakan hasil renovasi dari bangunan kuno dengan nuansa klasik yang kental, seperti Gedung Kecil yang disebutkan sebelumnya. Ada juga Bingling Pavilion yang dulunya adalah kediaman pejabat kelas lima, dan Baoyi Study milik keluarga Li. Namun, untuk mengunjungi bagian dalamnya, Anda perlu berkoordinasi dengan pengelola atau menginap langsung. Sekitar 3 km di sebelah barat tempat wisata, terdapat desa kuno Guanlu yang juga bergaya Huizhou dan bisa dikunjungi sekaligus.
Ulasan pengunjung lain tentang Nanping
Tampilkan Ulasan LainnyaKawasan Wisata Desa Nanping tidak terlalu besar; ini adalah desa Huizhou yang khas, tetapi keunggulannya terletak pada ketenangannya dan minimnya wisatawan. Balai Leluhur Klan Cheng, Paviliun Bingling, dan Hutan Wansong layak dikunjungi. Hamparan ladang bunga rapeseed di samping desa sangat spektakuler.