Dinding Blogger di Yanji: Bagaimana Sebuah Dinding Membuat Kota Ini Terkenal
Di Yanji, ibu kota Prefektur Otonomi Korea Yanbian di Provinsi Jilin, terdapat sebuah dinding yang dikenal sebagai "Times Square versi Tiongkok." Dinding ini bukanlah monumen bersejarah atau bangunan ikonik yang dibangun khusus, melainkan bangunan komersial biasa yang fasadnya dipenuhi dengan papan neon dalam bahasa Mandarin dan Korea. Penduduk setempat menyebutnya "wanghong qiang" (网红墙, atau "Dinding Selebriti Internet"), sementara wisatawan Rusia menyebutnya "dinding blogger." Artikel ini akan menceritakan kisah tempat ini.
Dari Jalan Perbelanjaan Biasa Menjadi "Dinding Dan"
Nama resmi bangunan ikonik ini adalah "Dinding Selebriti Internet dan Dan di Universitas Yanbian." Sebenarnya, ini adalah fasad Gedung No. 1 dari Pusat Perbelanjaan Daxuecheng, yang terletak di seberang pintu masuk utama Universitas Yanbian. Tepat di seberang tembok itu terdapat Universitas Yanbian, universitas terbesar di Daerah Otonomi Korea Yanbian dan salah satu universitas utama di Tiongkok yang melatih spesialis dalam bahasa dan budaya Korea. Kedekatannya dengan kampus sebagian besar menentukan desain dwibahasa pada rambu-rambu dan suasana tempat tersebut.
Bangunan delapan lantai, sepanjang 150 meter dan setinggi 33 meter, dihiasi dengan lebih dari 70 rambu dalam kedua bahasa.
Popularitas jalan ini muncul secara spontan. Awalnya, itu adalah jalan perbelanjaan biasa di dekat universitas, tetapi secara bertahap dikenal karena rambu-rambu dwibahasanya yang unik. Pada tahun 2021, seorang blogger dengan 20 juta pelanggan merekam video di sini, secara dramatis meningkatkan popularitas tempat tersebut. Kemudian, acara hiburan dan tokoh publik seperti Fang Qi dan Yu Minhong mengambil alih peran tersebut.
Pihak berwenang kota bertindak bijaksana: mereka tidak ikut campur, tetapi memimpin prosesnya. Rambu-rambu tersebut mempertahankan keasliannya tetapi distandarisasi, pencahayaan ditingkatkan, dan "tembok" terus berkembang ke kedua arah. Pada April 2023, peningkatan pencahayaan selesai, elemen "YES YANJI" ditambahkan, dan pertunjukan cahaya dimulai. Pada saat yang sama, 87 blok beton dipasang, memisahkan area foto dari jalan raya.
Pemandangan bergaya cyberpunk setelah matahari terbenam
Sebaiknya jangan datang ke sini pada siang hari. Para turis menulis dalam ulasan mereka: pada siang hari, itu "hanya dinding biasa." Pertunjukan sesungguhnya dimulai saat senja.
Tepat sebelum matahari terbenam, ketika langit belum sepenuhnya gelap, lebih dari 70 lampu neon menyala satu demi satu. Karakter Tiongkok dan Korea berkedip bercampur, menciptakan efek "dan" (komentar terbang). Tampilan visual yang padat, dikombinasikan dengan gerbang bergaya Korea Universitas Yanbian, menciptakan benturan budaya yang menarik. Lampu tetap menyala hingga pukul 22.00, dan sistem suara memutar musik sesuai jadwal.
Seorang turis Rusia menggambarkan pemandangan malam itu seperti ini: "Kerumunan orang—fotografer, model, pedagang, blogger, dan turis lain yang terkejut seperti kami. Anda harus mengantre untuk berfoto. Orang-orang menawarkan bantuan untuk berfoto—tentu saja tidak gratis." Ia juga mencatat detail yang menarik: mereka bahkan menyewakan gelas sekali pakai untuk sesi foto, serta rubah hidup dan anjing-anjing lucu untuk sesi foto.
👍♥️Bukan sekadar latar belakang: kehidupan di dalam dinding
Dinding blogger lebih dari sekadar latar belakang. Bangunan delapan lantai ini menampung 75 toko, mulai dari ayam goreng dan kopi hingga mi dingin dan makanan laut. Jurnalis dari Kantor Berita Zhongxinshe mengintip ke dalam dan menemukan di balik papan nama mi populer dengan saus Zhangjiang, kaki ayam dalam kaldu pedas, mi dingin tradisional, dan kebab panggang arang.
Para turis mengatakan suvenir di sini lebih murah daripada di tempat lain di kota—ini tempat yang bagus untuk membeli magnet dan hadiah. Beberapa agen perjalanan berlokasi di dalam gedung, menawarkan tur ke Gunung Changbai dan objek wisata terdekat lainnya.
Gelombang pariwisata juga telah melanda jalan-jalan di sekitarnya. Berkat banyaknya wisatawan, restoran mie dingin Fuu Dalou menerima hingga 5.000 tamu per hari. Tahun ini, sebuah jalan jajanan kaki lima dibuka di bawah tembok, dan tempat ini telah berubah dari "ketenaran yang tidak disengaja" menjadi "kesuksesan yang berkelanjutan."
📌Tips Praktis
Cara menuju ke sana: Bus antar-jemput gratis beroperasi dari Stasiun Yanji ke Tembok Blogger dari pukul 08.00 hingga 23.00. Taksi di dalam kota mulai dari 5 yuan, dan perjalanan di pusat kota berharga hingga 10 yuan. Bus 26, 38, dan 4 juga cocok.
Waktu terbaik: Datang sekitar pukul 17.00. Selama "jam biru" ini, langit masih mempertahankan cahayanya, tetapi lampu neon sudah menyala—foto akan terlihat lebih tiga dimensi daripada dalam kegelapan total. Hindari akhir pekan dan hari libur.
Tempat terbaik untuk fotografi: area dekat gerbang Universitas Yanbian adalah "titik emas" yang terkenal. Bonus tak terduga: menara polisi telah menjadi dek observasi terbaik. Para turis memperhatikan bahwa petugas polisi mengambil foto yang lebih baik dengan menghindari kerumunan, dan sekarang "meminta petugas polisi untuk mengambil foto" telah menjadi ritual baru. Di musim panas, layanan fotografi polisi buka hingga tengah malam.
“Dinding Blogger di Yanji: Bagaimana Sebuah Dinding Membuat Kota Ini Terkenal
Di Yanji, ibu kota Prefektur Otonomi Korea Yanbian di Provinsi Jilin, terdapat sebuah dinding yang dikenal sebagai "Times Square versi Tiongkok." Dinding ini bukanlah monumen bersejarah atau bangunan ikonik yang dibangun khusus, melainkan bangunan komersial biasa yang fasadnya dipenuhi dengan papan neon dalam bahasa Mandarin dan Korea.”@Anatolii Zakharchuk · 24 days ago