Padang rumput hijau membentang hingga cakrawala, dipenuhi bunga liar seperti palet cat yang tumpah. Berbaring di atas rumput, helaian rumput yang lembut menggelitik pipiku. Aku mendongak ke arah awan yang melayang, kadang menyerupai domba, kadang seperti permen kapas, bentuknya berubah setiap kali angin bertiup. Di kejauhan, seorang gembala mencambuk, kawanan dombanya seperti awan putih yang beristirahat di padang rumput, merumput perlahan, seolah waktu itu sendiri telah melambat. Aku tidak perlu memikirkan apa pun; aku hanya berbaring di sana berjemur di bawah sinar matahari, begitu nyaman hingga hampir tertidur.