Perpisahan yang Tenang: Seni, Laut, dan Spiritualitas Abadi di Haifa ⭐⭐⭐⭐⭐
Perjalanan ziarah saya melalui Israel mencapai puncaknya di Haifa, sebuah kota yang dengan anggun menjembatani semilir angin Mediterania dengan ketinggian Gunung Karmel yang terjal. Melihat kembali beberapa tahun kemudian, kenangan hari terakhir itu tetap sejelas kartu pos.
Kami memulai hari kami di Netanya di Hotel King Solomon. Menikmati kopi di teras sambil menyaksikan matahari menari di atas ombak Mediterania adalah "ketenangan sempurna sebelum perjalanan."
Setelah sampai di Haifa, kami menemukan Taman Patung Ursula Malbin (Gan Hapsalim). Tempat ini adalah tempat suci yang tenang di mana seni bertemu dengan alam. Berjalan di antara patung-patung perunggu terasa seperti melangkah ke dalam balet yang sunyi dan membeku. Saya sangat menyukai patung "Kakak Perempuan"; ada kehangatan dan energi pelindung yang tak terbantahkan dalam karya Malbin yang tetap melekat dalam diri Anda. Ini adalah tempat yang sempurna untuk merenung, jauh dari keramaian turis pada umumnya.
Tur panorama kami diakhiri dengan kunjungan yang sangat spiritual ke Taman Getsemani dan Gereja Semua Bangsa. Berdiri di bawah naungan pohon zaitun kuno yang berlekuk-lekuk yang telah menyaksikan ribuan tahun sejarah memberikan rasa kedamaian yang mendalam. Itu adalah berkah tertinggi sebelum penerbangan kami kembali ke Bucharest.
Kesimpulan:
Jika Anda mengunjungi Haifa, jangan hanya terburu-buru ke tempat-tempat wisata utama. Luangkan waktu satu jam untuk berjalan-jalan di taman Ursula Malbin. Ini adalah pengingat puitis tentang keindahan yang dapat diciptakan manusia. Haifa bukan hanya persinggahan di peta bagi saya; itu adalah "perpisahan" yang cerah dan bercahaya yang dibisikkan Tanah Suci ke jiwa saya.
Tips Wisatawan: Kenakan sepatu yang nyaman untuk jalan setapak di taman dan bawalah kamera—permainan cahaya pada patung-patung perunggu dengan latar belakang laut adalah impian seorang fotografer!