Osaka/Kyoto: Tur Amanohashidate & Miyama dengan Kapal & Makan Siang
Osaka/Kyoto: Tur Amanohashidate & Miyama dengan Kapal & Makan Siang
Osaka/Kyoto: Tur Amanohashidate & Miyama dengan Kapal & Makan Siang
Osaka/Kyoto: Tur Amanohashidate & Miyama dengan Kapal & Makan Siang
Osaka/Kyoto: Tur Amanohashidate & Miyama dengan Kapal & Makan Siang
Lihat semua foto (18)

Osaka/Kyoto: Tur Amanohashidate & Miyama dengan Kapal & Makan Siang

4,8/5
Luar biasa
(135 ulasan)
Dipesan 4 kali
E-voucher
Bahasa layanan: Bahasa Inggris(pilih bahasa pilihan Anda di opsi paket)
Pesan sekarang untuk besok
Konfirmasi pemesanan
Pembatalan gratis sebelum 07.40, 1 hari sebelum tanggal penggunaan
Mulai dari
MYR 266,59
Diskon berbatas waktu
Diskon 5%

Keunggulan

Perjalanan perahu yang santai dengan pemandangan menakjubkan dari gosong pasir dan lanskap sekitarnya.
Desa Miyama yang menawan 'Kayabuki no Sato'
Pilih untuk berangkat dari lokasi pertemuan kami di Osaka atau Kyoto
Rencana Perjalanan
●Kuil Chion-ji | Kota Miyazu, Kyoto – Amanohashidate
Chion-ji adalah kuil Buddha bersejarah yang terletak di pintu masuk selatan Amanohashidate, salah satu dari Tiga Pemandangan Indah Jepang, di Kota Miyazu, Prefektur Kyoto. Kuil ini dipersembahkan untuk Monju Bosatsu (Manjushri), Bodhisattva Kebijaksanaan, dan dikenal sebagai salah satu dari Tiga Kuil Monju Terbesar di Jepang. Kuil ini sangat dihormati karena dipercaya dapat memberikan kebijaksanaan, seperti tercermin dalam pepatah Jepang, “Tiga kepala lebih baik daripada satu — bahkan lebih baik jika salah satunya adalah Monju.”
Di dalam area kuil yang damai, Anda akan menemukan gerbang utama yang megah, aula utama, dan pagoda bertingkat yang anggun, menawarkan suasana tenang yang sempurna untuk refleksi. Chion-ji adalah destinasi populer bagi pelajar dan orang-orang yang berdoa untuk kesuksesan akademik dan kebijaksanaan.
Di depan kuil terdapat Kaisen-kyo yang terkenal (jembatan putar), yang berputar 90 derajat untuk memungkinkan perahu lewat — pemandangan unik yang sering dinikmati oleh pengunjung yang menjelajahi area tersebut.

●Amanohashidate
Amanohashidate, yang terletak di Kota Miyazu di utara Prefektur Kyoto, adalah salah satu dari Tiga Pemandangan Indah Jepang. Pasir sepanjang 3,6 kilometer ini, yang dipenuhi sekitar 8.000 pohon pinus, membentang di sepanjang teluk seperti jembatan menuju surga. Tempat ini menawarkan pemandangan musiman yang menakjubkan — bunga sakura di musim semi dan dedaunan musim gugur yang cerah di musim gugur.
Tur ini mencakup perjalanan santai dengan kapal pesiar Amanohashidate Sightseeing Boat. Salah satu sorotan utamanya adalah memberi makan burung camar yang terbang di samping kapal untuk mencari camilan — pengalaman yang menyenangkan dan tak terlupakan, terutama bagi keluarga dan fotografer.
Setelah naik kapal pesiar, naiklah kereta gantung atau kursi gantung Amanohashidate untuk mencapai observatorium di puncak gunung. Lift terbuka ini memberikan sensasi seperti melayang di langit. Di puncaknya, nikmati pemandangan terkenal "melihat melalui kaki", di mana Amanohashidate terlihat seperti naga yang terbang ke langit — fenomena yang dikenal sebagai "Pemandangan Naga Terbang".
Untuk makan siang, nikmati hidangan set tradisional Amanohashidate. Hidangan ini menampilkan bahan-bahan lokal dan cita rasa khas, memberikan pengalaman kuliner yang menyenangkan untuk melengkapi petualangan hari ini.

●Makan siang di Amanohashidate
Selama kunjungan Anda ke Amanohashidate, nikmati makan siang ala Jepang yang lezat dengan hidangan laut lokal dan hasil bumi pegunungan. Makanan ini mencakup hidangan yang mengenyangkan seperti kepiting, hidangan laut segar, dan hot pot dengan sayuran — baik lezat maupun mengenyangkan. Manfaatkan waktu istirahat yang santai selama perjalanan Anda dan hangatkan tubuh serta jiwa dengan hidangan yang nikmat.

●Kayabuki no Sato (Kota Miyama)
Miyama Kayabuki no Sato adalah desa tradisional Jepang yang terletak di Kota Miyama, di mana lebih dari 50 rumah beratap jerami berdiri bersama di area yang langka dan terpelihara dengan baik. Hingga saat ini, masyarakat masih terus tinggal di sini, dan desa ini mempertahankan suasana pedesaan Jepang yang kaya serta cara hidup tradisional.