Jelajahi Kochi dengan cara yang tradisional dan ramah lingkungan melalui tur tuk-tuk. Kunjungi gereja Eropa tertua di India, lihat jaring ikan ikonik dari China, dan berjalan-jalan di lorong sempit Jew Town.
Mulailah tur Anda dengan mengunjungi gereja Eropa tertua di India, Gereja St. Francis. Lanjutkan ke Lapangan Vasco da Gama untuk melihat jaring ikan khas China yang ikonik sedang digunakan, sebuah ciri khas keindahan pesisir Fort Kochi.
Kagumi arsitektur megah era Portugis dan lukisan dinding yang hidup di Basilika Santa Cruz. Jalan-jalan menyusuri lorong sempit di Jew Town, yang dipenuhi dengan toko barang antik dan pasar rempah-rempah.
Temukan sejarah kaya dari salah satu sinagoga tertua di Persemakmuran, Sinagoga Paradesi. Kunjungi Istana Belanda, yang juga dikenal sebagai Istana Mattancherry, yang menampilkan seni mural khas Kerala yang menggambarkan kisah-kisah dari epik India.
Naik tuk-tuk melewati pasar yang ramai dan jalanan yang lebih sepi, menawarkan sekilas kehidupan lokal. Berbelanja rempah-rempah, suvenir buatan tangan, dan pernak-pernik unik sambil menikmati aroma dan pemandangan pusat perdagangan Kochi.
Jelajahi adegan seni yang berkembang pesat di Kochi, terutama di Fort Kochi, yang menjadi rumah bagi banyak ruang seni yang menjadi tuan rumah Kochi-Muziris Biennale setiap dua tahun. Kagumi seni jalanan yang penuh warna yang menceritakan kisah sejarah dan budaya hidup Kochi.
Nikmati hidangan autentik Kerala di warung lokal, mulai dari appam renyah dengan stew hingga hidangan laut segar yang baru ditangkap. Berhentilah untuk mencoba camilan tradisional seperti keripik pisang dan masala chai.
