
▲ [Menara Qingchuan] di Gunung Guishan, Hanyang, terletak di tepi Sungai Yangtze, berhadapan dengan Menara Bangau Kuning di seberang sungai. Bersama dengan Menara Bangau Kuning dan Paviliun Guqin, ketiganya dikenal sebagai "Tiga Tempat Suci Chu". Menara Qingchuan dibangun pertama kali pada masa Dinasti Ming, dan bangunan yang ada sekarang adalah hasil rekonstruksi pada tahun 1980-an berdasarkan foto-foto sejarah. Di menara ini, menikmati angin sungai dan pemandangan sungai sangatlah menyenangkan. Nama Menara Qingchuan berasal dari puisi penyair Dinasti Tang, Cui Hao, yang berbunyi "Pohon Hanyang terlihat jelas di tepi sungai yang cerah, dan Pulau Yingwu dipenuhi rerumputan hijau yang subur". Tempat wisata ini terdiri dari tiga bangunan utama: Menara Qingchuan, Istana Yuji, dan Gerbang Besi, serta lebih dari sepuluh atraksi kecil seperti Paviliun Batu Yu, Prasasti Angin Kuat Chu, gerbang masuk, tepian sungai, dan koridor berkelok. Tempat ini menggambarkan kembali gaya arsitektur Chu yang membangun menara di atas bukit sesuai dengan kontur alam. Di dalam area wisata ini, terdapat berbagai paviliun dan menara yang dikelilingi pepohonan rindang, menjadikannya tempat populer bagi penduduk lokal Wuhan untuk mengambil foto pernikahan.

▲ [Berkunjung ke Kuil Guiyuan] Berdoa untuk memohon berkah adalah kebiasaan sehari-hari banyak warga Wuhan. Pada hari-hari biasa, mereka berdoa untuk keselamatan dan kelancaran, sementara pada hari kelima Tahun Baru Imlek, ratusan ribu peziarah datang ke sini untuk berdoa demi keselamatan. Di Aula Arhat kuil, menghitung arhat untuk melihat keberuntungan diri juga menjadi kegiatan menarik yang wajib dilakukan saat berkunjung ke Kuil Guiyuan. Kuil Guiyuan terletak di Distrik Hanyang, Wuhan, didirikan pada tahun 1658 pada masa Dinasti Qing, dan merupakan salah satu kuil lokal yang terkenal. Keunikan Kuil Guiyuan terletak pada 500 patung Arhat berlapis emas di Aula Arhat. Memasuki aula ini, pengunjung akan melihat 500 arhat yang sangat hidup, ada yang duduk bersila, ada yang berbaring di batu sambil memandang langit, dan ada yang sedang mempelajari kitab suci. Pengunjung yang masuk ke Aula Arhat dapat memulai dari arhat mana saja, kemudian menghitung secara berurutan sesuai usia sebenarnya mereka. Arhat yang terpilih berdasarkan hitungan ini, dengan ekspresi dan gerakannya, diyakini mencerminkan nasib pengunjung tersebut.

▲ [Jalan Pedestrian Jianghan] adalah jalan komersial tua yang berusia ratusan tahun, menghimpun banyak pusat perbelanjaan dan toko merek fashion ternama, termasuk Pusat Perbelanjaan New World dan Toko Jam Hengdali. Jalan ini memiliki belasan bangunan bersejarah dari abad ke-20, menjadikannya seperti museum arsitektur abad tersebut. Jalan Pedestrian Jianghan membentang dari selatan di Gedung Jianghan Customs di Jalan Yanjiang Dadao hingga utara di Jalan Jiefang Dadao. Di sini Anda bisa menjelajahi pusat perbelanjaan besar seperti Pusat Perbelanjaan Zhongxin dan Plaza Junhua, serta mengunjungi toko merek terkenal seperti Nike, Adidas, Semir, dan Jeanswest. Saat berbelanja, jangan lewatkan hidangan jalanan khas Wuhan yang lezat di sini.

▲ [Wisata Dua Sungai Wuhan · Malam Menjelajahi Sungai Panjang] Wisata Dua Sungai Wuhan (Malam Menjelajahi Sungai Panjang) adalah destinasi wajib bagi peserta perjalanan yang datang ke Wuhan. Dengan menaiki kapal pesiar yang berlayar di atas sungai, Anda dapat menikmati pemandangan indah seperti Jembatan Sungai Panjang, tepi sungai, dan Menara Bangau Kuning di kedua sisi sungai, terutama saat malam hari pemandangannya semakin memukau.








