- 09:00
- Pengambilan dari hotel dalam jarak 5 km dari Menara Kembar, untuk jarak lebih dari 5 km harap tiba di Times Square pukul 8.45.
- Berangkat menuju Melaka (sekitar 2 jam perjalanan)
- 11:00 menuju ke Masjid Selat,

11:30 menuju ke Jonker Street, Anda bisa mencicipi hidangan khas Melaka seperti nasi ayam bola dan masakan Nyonya.
12:00 menuju ke Seni Jalanan Melaka, dalam beberapa tahun terakhir, Jalan Hang Jebat Melaka telah memiliki beberapa lukisan dinding yang terinspirasi dari George Town Penang. Yang istimewa adalah lukisan geometri berwarna-warni yang tersembunyi di gang kecil, hasil kolaborasi merek perawatan kulit Kiehl's dengan pelukis terkenal Malaysia, menjadi lukisan dinding yang wajib dikunjungi! Lukisan ini menggambarkan bunga dan rumah yang lucu dengan bentuk geometri sederhana dan warna-warna cerah, menjadikannya dinding yang sangat mencolok.
12:30 menuju Kuil Cheng Hoon Teng, kuil Tionghoa kuno di Malaysia yang dibangun pada tahun 1646. Selama ratusan tahun, selain berfungsi sebagai tempat ibadah dan pusat persaudaraan, kuil ini juga berperan sebagai pengadilan dan lembaga arbitrase bagi komunitas Tionghoa. Perluasan Kuil Cheng Hoon Teng banyak dikelola oleh perwakilan Tionghoa yang dikenal sebagai Kapitan di bawah pemerintahan Belanda. Setelah Inggris menghapus sistem Kapitan, pemimpin kuil tetap menjalankan peran serupa hingga tahun 1911.
13:00 kunjungi Lapangan Belanda yang terdaftar sebagai Warisan Dunia UNESCO dan "Rumah Merah" klasik. Gereja yang seluruhnya berwarna merah ini juga merupakan gereja Kristen tertua di Malaysia!

14:30 Menuju ke Gereja St. Paul, yang terletak di puncak Melaka dengan pemandangan menghadap ke kota, merupakan salah satu landmark penting di kota tua ini! Dari sini, Anda dapat melihat seluruh Selat Melaka.
15:00 Gerbang Santiago, juga dikenal sebagai "A Famosa", dibangun oleh orang Portugis pada tahun 1511 dan merupakan salah satu situs Eropa kuno yang masih ada di Asia Tenggara!
16:00 tiba di Kuil Sam Po, juga dikenal sebagai Kuil Zheng He. Kuil Sam Po dibangun pada tahun 1795 dan merupakan kuil bergaya Tiongkok yang sangat khas, didirikan untuk memperingati tujuh pelayaran Zheng He ke Asia Tenggara. Nama asli Zheng He adalah Ma Sanbao. Namun, dalam legenda Melaka, dikisahkan bahwa dalam perjalanan pertama Zheng He ke Melaka, kapalnya mengalami kebocoran. Seekor ikan yang disebut "Sam Po" berusaha keras menutup lubang tersebut dengan tubuhnya sendiri, mencegah air masuk ke dalam kapal dan menyelamatkan nyawa Zheng He. Oleh karena itu, kuil ini dinamai berdasarkan nama ikan tersebut. Kuil Sam Po selalu ramai dengan pengunjung yang membakar dupa. Di aula utama terdapat tablet peringatan Zheng He dengan tulisan "Memberkati dan Melindungi Wilayah Ini" di atasnya.

17:00 kembali ke hotel di Kuala Lumpur.
Keterangan khusus: Itinerary di atas hanya sebagai referensi. Pengaturan perjalanan yang sebenarnya akan disesuaikan berdasarkan situasi pada hari keberangkatan tanpa mengurangi jumlah destinasi wisata.








