- Pegunungan Megah: Gunung Song terdiri dari dua gugusan gunung utama, Taishishan dan Shaoshishan. 72 puncaknya saling bertautan, menjulang, dan menurun dari timur ke barat, menyerupai naga raksasa yang berbaring di atasnya. Kemegahan dan kemegahannya sering disebut sebagai "Gunung Hua berdiri tegak, sementara Gunung Zhongyue berbaring."
- Keajaiban Geologi: Gunung Song, yang berusia 3,6 miliar tahun, menawarkan keajaiban geologis "lima generasi yang hidup berdampingan di bawah satu atap." Di dalam taman, lapisan-lapisan dari era Arkean, Proterozoikum, Paleozoikum, Mesozoikum, dan Kenozoikum yang membentang selama 3,5 miliar tahun tersingkap secara terus-menerus dan menyeluruh. Urutan stratigrafinya jelas, dan fitur strukturalnya khas, sehingga menjadikannya dijuluki "Museum Geologi Alam" dan "Ensiklopedia Geologi."
- Pemandangan Indah: Gunung Song menawarkan puncak-puncak yang menjulang tinggi, satu di atas yang lain, dan pemandangannya berubah setiap musim. Di musim semi, pepohonan forsythia menyelimuti pegunungan, di musim panas, awan menyelimuti kuil-kuil kuno, di musim gugur, dedaunan merah tua dan hutan yang membeku, dan di musim dingin, cabang-cabangnya yang seindah giok menyelimuti kuil-kuil. Pemandangan alamnya sungguh menawan.
Kaya akan Sejarah dan Budaya
- Tiga Situs Suci Keagamaan: Gunung Song adalah salah satu tempat suci di mana Konfusianisme, Buddhisme, dan Taoisme hidup berdampingan. Di sini terdapat Kuil Shaolin, rumah leluhur Buddhisme Zen; Kuil Zhongyue, sumber Taoisme; dan Akademi Songyang, tempat suci bagi Konfusianisme. Ketiga agama ini hidup berdampingan secara harmonis dan menyatu di sini, membentuk warisan budaya Gunung Song yang kaya.