Pilihan Tur Satu Hari Terbaik di Berlin

Temukan 234 Tur Satu Hari di Berlin di Trip.com, diperbarui pada February 13, 2026, dengan durasi antara 1 hingga 2 jam. Cari petualangan yang sempurna untuk menikmati hari Anda!

Mulai dari EUR 1.90 per orang, dengan total rata-rata EUR 170.00. Pilih opsi yang sesuai dengan rencana Anda.

Berlin di Tur Satu Hari memperoleh rating rata-rata dari 11,076 rb ulasan terverifikasi.

Tur Satu Hari terpopuler minggu ini: "Berlin: Tur Kamp Konsentrasi Sachsenhausen dalam bahasa Inggris", dengan 5,188 rb ulasan dan rating NaN.

Tur harian berikutnya berangkat pada February 14, 2026. Pesan sekarang agar tidak kehabisan!

Tur Satu Hari di Berlin biasanya memakan waktu 1 jam — cocok untuk menikmati pengalaman yang santai dan berkesan!

96% Tur Satu Hari di Berlin kini menyediakan pemandu berbahasa Inggris

February adalah waktu terbaik untuk mengunjungi Berlin! Tersedia Tur Satu Hari pilihan tur harian, termasuk tur favorit musiman seperti Berlin: Tur Kamp Konsentrasi Sachsenhausen dalam bahasa Inggris.

Nikmati perjalanan bebas khawatir! Semua tur harian dikelola oleh supplier berlisensi dengan ulasan terverifikasi, dan sebagian besar menawarkan pembatalan gratis sebelum keberangkatan.

Cari atraksi wisata atau aktivitas
Rekomendasi Kami

234 Hasil untuk Berlin Tur Satu Hari

1
2
3
4
5
6
12

Pertanyaan umum tentang Tur Satu Hari di Berlin

Berapa banyak Tur Satu Hari di Berlin yang tersedia di Trip.com?

Apa Tur Satu Hari terbaik di Berlin?

Apa Tur Satu Hari dengan rating tertinggi di Berlin?

Apa saja rekomendasi rencana perjalanan di Berlin?

Bagaimana cara menghubungi layanan pelanggan Trip.com?

Dapatkah saya mengubah atau membatalkan pemesanan saya?

Bagaimana cara mendapatkan harga diskon?

Ulasan/Trip Moments

Ulasan: Tur Pribadi Sehari ke Wannsee dan Potsdam dari Berlin
Guest User2025-11-30
Kami bersenang-senang bersama pemandu kami, Thomas. Ia tepat waktu dan membawa kami dalam perjalanan yang tak terlupakan ke Wannsee dan Potsdam. Ia sangat berpengetahuan tentang daerah tersebut dan topik-topik seputar sejarah Jerman. Mengunjungi Wannsee dan membaca/mempelajari sejarah tentang apa yang terjadi di sana sungguh membuka mata. Potsdam sangat indah dengan semua kastil dan rumah-rumahnya. Secara keseluruhan, perjalanan ini sangat menyenangkan—dengan tempo yang pas selama 5 jam. Satu saran—kami hampir tidak punya waktu untuk makan siang—mungkin lebih baik membawa bekal makan siang dan melanjutkan perjalanan ini.
Ulasan: Tur Pribadi Berlin 5 Jam dengan Mobil
Guest User2025-09-28
Tur Berlin kami bersama Jan (Jon) jauh lebih dari sekadar tamasya—ini adalah perjalanan yang penuh makna menembus sejarah, budaya, dan kenangan, dipandu oleh seseorang yang tahu bagaimana membuat kota ini berbicara. Jan merangkai kisah Berlin melalui landmark-landmarknya. Di Monumen Holocaust, ia menjelaskan bagaimana desain memaksa kita merasakan disorientasi akibat penganiayaan, sementara Monumen Queer mengungkap sejarah yang telah lama dipendam. Di Gerbang Brandenburg, ia mengungkap bagaimana maknanya bergeser—dari perdamaian, menuju kemenangan, menuju persatuan—menjelaskan bagaimana arsitektur membawa politik. Potsdamer Platz menjadi pelajaran dalam penemuan kembali perkotaan, membandingkan fasad terakota karya Renzo Piano dengan Sony Center kaca karya Helmut Jahn, sementara Jan mengingatkan kita akan kerapuhan material modern dengan kisah-kisah tentang kaca yang runtuh. Di Reichstag, ia menunjukkan kubah kaca karya Norman Foster sebagai simbol transparansi, yang lahir dari kontroversi namun kini menjadi ikon. Tur ini tak pernah luput dari kontradiksi: toleransi Frederick Agung yang dipadukan dengan antisemitisme, Istana Republik yang dihapus demi kastil kerajaan yang direkonstruksi, dan bekas-bekas Perang Dunia II yang sengaja diawetkan di Neues Museum. Bahkan perhentian yang lebih ringan—suvenir Ampelmann, toko cokelat di Gendarmenmarkt, grafiti di bawah jembatan, dan kuil-kuil tekno Berlin di reruntuhan industri—terkait dengan tema yang lebih besar: Berlin mengenang bukan hanya melalui plakat, tetapi juga melalui ruang-ruang sehari-hari. Kekuatan Jan terletak pada konteksnya. Ia dapat beralih dari menjelaskan Salib Putih untuk korban Tembok Berlin ke anekdot tentang "pengebom permen" yang menjatuhkan permen selama Pengangkutan Udara, lalu menyajikan debat tentang keterjangkauan perumahan dan kebun komunitas di Kreuzberg. Ia menyeimbangkan fakta dengan refleksi, sering kali meminta kita untuk mempertimbangkan tidak hanya apa yang terjadi, tetapi juga bagaimana Berlin memilih untuk mengingatnya. Ini bukan tur, melainkan seminar yang mengharukan di udara terbuka. Berkat kedalaman, humor, dan keterusterangan Jan, Berlin berkembang bukan sebagai museum yang statis, melainkan sebagai kota yang masih bergulat dengan dirinya sendiri—melalui luka, rekonstruksi, dan perayaan. Kesimpulan: ★★★★★ — Sebuah pengalaman yang sangat memperkaya, cocok bagi siapa pun yang ingin memahami jiwa Berlin, bukan hanya pemandangannya.