Berdiri di tepi Danau Namtso, di ketinggian 4.718 meter, saya terpesona oleh birunya yang murni di hadapan saya. Airnya, bagaikan zamrud yang luas, memantulkan puncak-puncak Pegunungan Nyainqentanglha yang berselimut salju, sebuah pemandangan yang megah dan sakral. Sinar matahari yang terik dari dataran tinggi berkilauan di permukaan danau, seolah bertabur berlian. Bendera-bendera doa berkibar tertiup angin, dan umat beriman yang taat mengelilingi danau. Segala sesuatu memancarkan ketenangan yang sakral. Menghirup udara yang tipis dan sejuk, jiwa saya merasa disucikan oleh kemurnian dunia ini. Namtso, sungguh sesuai dengan namanya, "Danau Surgawi", adalah surga spiritual yang paling dekat dengan surga.