Lanskap Alam
• Bebatuan Terjal: Diterpa angin dan ombak sepanjang tahun, bentuk bebatuan Pulau Houyan bervariasi, mulai dari merah tua dan halus hingga abu-abu gelap dengan bentuk yang unik. Batuan yang paling umum adalah batu besar berwarna kuning muda.
• Lanskap Pesisir: Pulau ini memiliki garis pantai sepanjang 4 kilometer, dengan terumbu karang, gua laut, dan bentang alam yang terlapukkan menciptakan lanskap pesisir yang indah. Selain itu, perairan pulau ini sangat jernih, dan dasar lautnya memiliki beragam terumbu karang, anemon laut, spons, dan kehidupan lainnya.
• Lingkungan Ekologis: Pulau Houyan memiliki tingkat tutupan hutan sebesar 80%, memastikan lingkungan ekologis yang relatif terjaga dengan baik. Pulau ini merupakan rumah bagi dua spesies monyet, monyet berambut hitam dan monyet berambut kuning, yang relatif ramah terhadap manusia, sehingga pengunjung dapat mengamati mereka dari dekat sambil menjaga jarak aman.
Lanskap Budaya
• Penanda 68 Mil Laut: Sebuah prasasti batu di pulau ini, yang bertuliskan "Jarak terdekat antara daratan Tiongkok dan Pulau Taiwan adalah 68 mil laut," wajib dikunjungi wisatawan. • Legenda dan Daya Tarik Budaya: Banyak legenda tentang seekor induk monyet dan anak monyet yang saling memandang di seberang lautan. Daya tarik budaya lainnya termasuk "Pilar Batu Tinta", simbol kasih sayang lintas selat yang mendalam; "Jendela Hati Lintas Selat" dan "Batu Penantian," yang melambangkan kerinduan dan kerinduan; dan "Batu Hati Lintas Selat," yang melambangkan kekerabatan dua keluarga.
Pemandangan di sini indah, terutama angin laut, pemandangan laut, dan matahari terbenam, menjadikannya tempat yang sempurna untuk berfoto.
Namun, Pulau Houyan relatif belum berkembang, dengan daya tarik yang terbatas.