"Twenty-Four Banquet" menggunakan dua puluh empat istilah matahari sebagai garis waktu, menyatukan anugerah alam dan warisan budaya Yibin ke dalam setiap hidangannya.
Berbeda dengan sistem katering tradisional yang menerapkan "output satu arah", "Twenty-Four Banquets" menggunakan model "jamuan + tari + upacara" untuk memikat pengunjung sejak mereka masuk.
Gerakan tarian yang penuh semangat menggambarkan kembali semangat kuno bangsa, sementara pertunjukan yang memadukan puisi dan anggur menggambarkan kemegahan sebuah pertemuan sastra. Interaksi antara penglihatan dan rasa mengubah "bersantap" menjadi tontonan budaya yang imersif.