"Sembilan Kelokan dan Delapan Belas Kelokan" Padang Rumput Bayinbuluke di Kabupaten Hejing, Prefektur Otonomi Mongol Bayingolin, Xinjiang, merupakan fitur alam utama Padang Rumput Bayinbuluke. Namanya berasal dari delapan belas kelokan berkelok yang dibentuk oleh Sungai Kaidu saat mengalir melalui lahan basah yang luas.
Terletak di Cekungan Sesar Antar-pegunungan Tinggi Yuldus di Pegunungan Tianshan, daerah ini memiliki dataran datar di ketinggian sekitar 2.500 meter dan dikelilingi oleh pegunungan yang tertutup salju. Padang rumput ini merupakan padang rumput terbesar kedua di Tiongkok.
Sungai Kaidu mengalir melalui cekungan tengah, membentuk lanskap berkelok yang khas. Dataran banjir yang luas dan erosi lateral yang signifikan telah menciptakan fenomena "Sembilan Kelokan dan Delapan Belas Kelokan" yang luar biasa.
Daerah ini merupakan ekosistem lahan basah rawa alpen dengan tumbuhan air yang melimpah dan merupakan salah satu tempat berkembang biak angsa liar terbesar di Tiongkok.
Pemandangan: Sembilan Matahari
Penyebab: Saat matahari terbenam, sinar matahari sudut rendah menyinari sungai yang berkelok-kelok, memantul di permukaan air, menciptakan banyak pantulan matahari, menyerupai rangkaian "sembilan matahari". Waktu terbaik untuk melihat: Sekitar matahari terbenam (sekitar pukul 21.30–22.00) dari akhir Agustus hingga awal September, ketika lintasan matahari sejajar dengan aliran sungai. Cuaca cerah dan tenang sangat ideal untuk pemandangan terbaik.
Lokasi terbaik: Dek Observasi Basilik (dapat diakses dengan bus antar-jemput) untuk menikmati pemandangan Sembilan Tikungan yang indah.
Sembilan Tikungan dan Delapan Belas Tikungan Bayinbuluke terkenal dengan lanskap berkelok-keloknya yang unik, ekosistem lahan basah yang langka, dan pemandangan "Sembilan Matahari" yang menakjubkan. Tempat ini merupakan destinasi wisata alam dan fotografi yang wajib dikunjungi di sepanjang Pegunungan Tianshan di Xinjiang.