Saat menginap di Zaolin B&B di Leling, saya mendapat pencerahan di bawah pohon jujube berusia seribu tahun.
Keluarga, adakah yang tahu tentang Leling? Kesenjangan informasi tentang Leling sangat besar!!
Saya dari Shandong, dan baru bulan Agustus ini saya tahu bahwa Leling memiliki hutan jujube berusia seribu tahun, kota film dan televisi terbesar di Tiongkok utara, dan kuil Konfusianisme yang sangat menakjubkan…
Cukup basa-basi, mari kita langsung ke intinya 👇
📍 Tentang Leling
Leling terletak di Dezhou, Shandong, ya, Dezhou yang terkenal dengan ayam rebusnya. Tetapi Leling sendiri dikenal sebagai "Kota Asal Jujube Sutra Emas," yang membanggakan hutan buah buatan asli berusia seribu tahun terbesar di negara ini, seluas 500.000 mu hutan jujube—hanya mendengar namanya saja sudah menunjukkan betapa menakjubkannya tempat ini.
🚗 Panduan Transportasi
Dari Jinan, sekitar 2 jam dengan mobil. Dari Dezhou, sekitar 1 jam. Naik kereta cepat ke Stasiun Dezhou Timur, lalu transfer ke bus/taksi ke Leling, sekitar 40 menit.
🌳 Kawasan Wisata Hutan Jujube Seribu Tahun—Saya benar-benar terpukau!
Kawasan wisata 4A dengan tingkat tutupan hutan 95%, berjalan di dalamnya seperti memasuki bar oksigen alami raksasa.
Pohon jujube di dalamnya benar-benar berusia lebih dari seribu tahun, batangnya begitu tebal sehingga satu orang tidak dapat melingkarkannya, cabangnya berbelit-belit dan berkerut, bentuknya sangat kuat. Meskipun ini bulan Agustus, belum musim jujube, hijaunya pepohonan saja sudah cukup membuat mata berkaca-kaca.
Kawasan ini dibagi menjadi beberapa bagian:
· **Taman Persaudaraan Sumpah:** Bertema Sumpah Taman Buah Persik
· **Taman Selebriti:** Menampilkan jejak kaki tokoh-tokoh sejarah
· **Taman Seratus Jujube:** Menampilkan ratusan varietas pohon jujube.
Berjalan di sepanjang jalan setapak yang teduh, saya dikelilingi oleh cabang dan dedaunan pohon jujube yang saling berjalin di atas kepala, sinar matahari menyaring melalui celah-celah, menciptakan bayangan yang bertebaran di tanah. Meskipun suhu di luar ruangan pada bulan Agustus lebih dari 30 derajat Celcius, di dalam hutan jujube terasa setidaknya tujuh atau delapan derajat lebih dingin, dan angin sepoi-sepoi terasa menyegarkan.
📌 Tiket Masuk: Sekitar 40 yuan
📌 Waktu Kunjungan yang Disarankan: 2-3 jam
📌 Saran Pakaian: Warna terang lebih fotogenik
🎬 Kota Film dan Televisi Leling – Perjalanan Sedetik ke Dinasti Tang
Saya sama sekali tidak tahu tentang kota film dan televisi ini sebelumnya, dan saya benar-benar terpesona setelah mengunjunginya.
Ini adalah pusat budaya, pendidikan, dan film serta televisi terbesar di Tiongkok Utara. Fase pertama, yang saat ini terbuka untuk umum, terutama terdiri dari dua area:
· **Jinxiu Tangyuan (Taman Tang yang Megah):** Merekonstruksi istana, jalanan, dan gerbang kota Dinasti Tang. Arsitekturnya megah, dengan dinding merah, ubin hitam, dan atap yang menjorok; setiap detailnya dibuat dengan sangat teliti. Saat berjalan melalui jalanan bergaya Tang, musik latar dari serial TV "The Longest Day in Chang'an" otomatis terputar di kepala saya.
· **Taman Tema Tangrenjie:** Rekreasi 1:1 dari Chinatown San Francisco pada tahun 1900. Perpaduan unik antara gaya Tiongkok dan Barat menciptakan efek surealis dan perjalanan waktu untuk foto.
Saat saya berkunjung, kru film sedang melakukan pengambilan gambar, dan saya dapat melihat beberapa dekorasi set dari jauh. Meskipun saya tidak bisa mendekat, itu tetap sangat mengasyikkan.
📌 Beberapa area gratis untuk dikunjungi.
📌 Disarankan untuk meluangkan setengah hari untuk menjelajahinya dengan santai.
📌 Tempat foto terbaik: Jalan utama Tangyuan, tangga istana
📜 Kuil Konfusianisme Leling—Harta Budaya yang Sangat Terabaikan
Kuil Konfusianisme terletak di pusat kota Leling; masuknya gratis.
Saat memasuki kuil, saya langsung terkesan dengan kemegahan atap limas dan ubin berglasur; keseriusannya tak dapat diabadikan oleh foto. Pilar-pilar berlapis pernis merah, balok-balok berukir, dan lantai batu bata dan batu kuno—setiap detailnya memancarkan rasa sejarah yang mendalam.
Di halaman berdiri pohon-pohon kuno yang berasal dari Dinasti Ming. Pohon cemara dan akasia hampir setua Kuil Konfusianisme itu sendiri, cabang-cabangnya berkerut dan kuat. Sinar matahari menembus kanopi, menciptakan ruang yang sangat tenang; saya bahkan bisa mendengar gemerisik dedaunan.
⚠️ Pengingat: Aula utama akan diterangi cahaya dari belakang pada siang hari; disarankan untuk berkunjung sebelum pukul 10 pagi atau setelah pukul 3 sore.
🏛️ Museum Budaya Jujube Emas—Pengalaman Belajar Sambil Jalan
Museum ini, yang terletak di dekat kawasan wisata kebun jujube, menampilkan sejarah budaya jujube Leling serta budidaya dan pengolahan jujube.
Sebelumnya saya mengira pohon jujube hanya untuk ditanam dan dipanen, tetapi setelah melihat ini, saya mengetahui bahwa budidaya jujube di Leling sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, dan berbagai varietasnya sangat berbeda dalam penampilan, rasa, dan kegunaannya. Museum ini memiliki area pameran yang menampilkan ratusan spesimen jujube, semuanya sangat berwarna dan indah.
📌 Tiket Masuk: Gratis
📌 Waktu Kunjungan: 40 menit - 1 jam
🔴 Taman Peringatan Revolusi Wilayah Perbatasan Jilu – Layak Dikunjungi
Terletak di Jalan Wisata Zaolin, taman peringatan ini mencakup sekitar 2800 meter persegi dan menggunakan gambar, artefak, dan rekonstruksi adegan untuk menampilkan sejarah revolusi Wilayah Perbatasan Jilu.
Terdapat terowongan pengalaman di dalamnya di mana Anda dapat membungkuk dan berjalan melewatinya untuk merasakan lingkungan perang gerilya pada masa itu. Jujur saja, membungkuk dan berjalan hanya beberapa puluh meter saja membuat punggung saya sakit; membayangkan berapa lama leluhur kita harus tinggal di dalam, pasti sangat sulit.
📌 Tiket Masuk: Gratis
📌 Waktu Kunjungan: 1,5 jam
🏨 Akomodasi
Kali ini, saya menginap di sebuah bungalow dengan halaman di sebelah Zaolin. Terdapat dua pohon jujube tua di halaman, dan meja serta bangku batu diletakkan di bawah pohon-pohon tersebut. Kamarnya tidak besar, tetapi bersih dan rapi. Kasur empuk dan selimut tipis menutupi tempat tidur tanah liat, membuatnya sangat nyaman untuk tidur. Jendela terbuka, dan aroma segar daun jujube memenuhi udara. Malam-malam terasa tenang, hanya sesekali terdengar gemerisik daun tertiup angin. Di pagi hari, saya akan duduk di halaman, tenggelam dalam pikiran, mengamati sinar matahari perlahan menembus celah-celah daun jujube—perasaan tenang itu sudah lama terlupakan.
Leling bukanlah kota wisata tradisional, tetapi justru karena itulah, kota ini mempertahankan pesona Shandong utara yang paling otentik.
Di bulan Agustus, kebun jujube rimbun dan hijau. Lebih sedikit orang, pemandangan indah, dan suasana yang lebih tenang—sempurna untuk melarikan diri dari hiruk pikuk kota.
Saya pasti akan kembali lagi saat jujube sudah matang!
Keluarga, apakah ada yang tahu tentang Leling? Kesenjangan informasi di sini sangat besar!!
Sebagai penduduk asli Shandong, saya terkejut mengetahui pada bulan Agustus ini bahwa Leling memiliki hutan jujube berusia seribu tahun, kota film dan televisi terbesar di Tiongkok utara, dan sebuah kuil Konfusianisme yang benar-benar mengagumkan…
Cukup basa-basinya, mari kita langsung ke intinya 👇
📍 Tentang Leling
Leling terletak di Dezhou, Shandong—ya, Dezhou yang terkenal dengan ayam rebusnya. Tetapi Leling sendiri dikenal sebagai "Kota Asal Jujube Sutra Emas," yang memiliki hutan jujube buatan berusia seribu tahun terbesar di negara ini, meliputi 500.000 mu (sekitar 33.333 hektar). Hanya mendengar namanya saja sudah cukup untuk memberi tahu Anda betapa mengesankannya tempat ini.
🚗 Panduan Transportasi
Dari Jinan, perjalanan memakan waktu sekitar 2 jam. Dari Dezhou, perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam. Naik kereta cepat ke Stasiun Dezhou Timur, lalu transfer ke bus/taksi ke Leling, yang memakan waktu sekitar 40 menit.
🌳 Kawasan Wisata Hutan Jujube Seribu Tahun—Saya benar-benar terpukau!
Kawasan wisata 4A dengan tutupan hutan 95%, berjalan di dalamnya seperti memasuki bar oksigen alami raksasa.
Pohon jujube di dalamnya benar-benar berusia lebih dari seribu tahun, dengan batang yang begitu tebal sehingga satu orang tidak dapat melingkarkannya, dan cabang-cabang yang berliku-liku, bentuknya sangat kuat. Meskipun saat itu bulan Agustus, belum musim puncak untuk jujube, hijaunya pepohonan yang rimbun sudah menjadi pemandangan yang memanjakan mata.
Area ini dibagi menjadi beberapa bagian:
· **Taman Persaudaraan Sumpah:** Bertema Sumpah Taman Buah Persik.
· **Taman Selebriti:** Menampilkan jejak kaki tokoh-tokoh sejarah.
· **Taman Seratus Jujube:** Menampilkan ratusan varietas pohon jujube.
Berjalan di sepanjang jalan setapak yang teduh, saya dikelilingi oleh cabang-cabang pohon jujube yang saling berjalin di atas kepala. Sinar matahari menyaring melalui celah-celah, menciptakan bayangan yang bertebaran di tanah. Meskipun suhu di luar ruangan lebih dari 30 derajat Celcius pada bulan Agustus, di dalam hutan jujube terasa setidaknya tujuh atau delapan derajat lebih dingin, dan angin sepoi-sepoi terasa menyegarkan.
📌 Tiket Masuk: Sekitar 40 yuan
📌 Waktu Kunjungan yang Disarankan: 2-3 jam
📌 Saran Pakaian: Warna terang lebih fotogenik.
🎬 Kota Film dan Televisi Leling – Perjalanan Sedetik ke Dinasti Tang
Saya sama sekali tidak tahu tentang kota film dan televisi ini sebelumnya, dan saya benar-benar terpesona setelah mengunjunginya.
Ini adalah pusat budaya, pendidikan, dan film serta televisi terbesar di Tiongkok Utara. Fase pertama, yang saat ini terbuka untuk umum, terutama terdiri dari dua area:
· **Jinxiu Tangyuan (Taman Tang yang Megah):** Merekonstruksi istana, jalanan, dan gerbang kota Dinasti Tang. Arsitekturnya megah, dengan dinding merah, ubin hitam, dan atap yang menjorok; setiap detailnya dibuat dengan sangat teliti. Saat berjalan melalui jalanan bergaya Tang, musik latar dari serial TV "The Longest Day in Chang'an" otomatis terputar di kepala saya.
· **Taman Tema Tangrenjie:** Rekreasi 1:1 dari Chinatown San Francisco pada tahun 1900. Perpaduan unik antara gaya Tiongkok dan Barat menciptakan efek surealis dan perjalanan waktu untuk foto.
Saat saya berkunjung, kru film sedang melakukan pengambilan gambar, dan saya dapat melihat beberapa dekorasi set dari jauh. Meskipun saya tidak bisa mendekat, itu tetap sangat mengasyikkan.
📌 Beberapa area gratis untuk dikunjungi.
📌 Disarankan untuk meluangkan setengah hari untuk menjelajahinya dengan santai.
📌 Tempat foto terbaik: Jalan utama Tangyuan, tangga istana
📜 Kuil Konfusianisme Leling—Harta Budaya yang Sangat Terabaikan
Kuil Konfusianisme terletak di pusat kota Leling; masuknya gratis.
Saat memasuki kuil, saya langsung terkesan dengan kemegahan atap limas dan ubin berglasur; keseriusannya tak dapat diabadikan oleh foto. Pilar-pilar berlapis pernis merah, balok-balok berukir, dan lantai batu bata dan batu kuno—setiap detailnya memancarkan rasa sejarah yang mendalam.
Di halaman berdiri pohon-pohon kuno yang berasal dari Dinasti Ming. Pohon cemara dan akasia hampir setua Kuil Konfusianisme itu sendiri, cabang-cabangnya berkerut dan kuat. Sinar matahari menembus kanopi, menciptakan ruang yang sangat tenang; saya bahkan bisa mendengar gemerisik dedaunan.
⚠️ Pengingat: Aula utama akan diterangi cahaya dari belakang pada siang hari; disarankan untuk berkunjung sebelum pukul 10 pagi atau setelah pukul 3 sore.
🏛️ Museum Budaya Jujube Emas—Pengalaman Belajar Sambil Jalan
Museum ini, yang terletak di dekat kawasan wisata kebun jujube, menampilkan sejarah budaya jujube Leling serta budidaya dan pengolahan jujube.
Sebelumnya saya mengira pohon jujube hanya untuk ditanam dan dipanen, tetapi setelah melihat ini, saya mengetahui bahwa budidaya jujube di Leling sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, dan berbagai varietasnya sangat berbeda dalam penampilan, rasa, dan kegunaannya. Museum ini memiliki area pameran yang menampilkan ratusan spesimen jujube, semuanya sangat berwarna dan indah.
📌 Tiket Masuk: Gratis
📌 Waktu Kunjungan: 40 menit - 1 jam
🔴 Taman Peringatan Revolusi Wilayah Perbatasan Jilu – Layak Dikunjungi
Terletak di Jalan Wisata Zaolin, taman peringatan ini mencakup sekitar 2800 meter persegi dan menggunakan gambar, artefak, dan rekonstruksi adegan untuk menampilkan sejarah revolusi Wilayah Perbatasan Jilu.
Di dalamnya terdapat terowongan pengalaman di mana Anda dapat membungkuk dan berjalan melewatinya untuk merasakan lingkungan perang gerilya pada masa itu. Jujur saja, membungkuk dan berjalan hanya beberapa puluh meter saja membuat punggung saya sakit; membayangkan berapa lama leluhur kita harus tinggal di dalam, pasti sangat sulit.
📌 Tiket Masuk: Gratis
📌 Waktu Kunjungan: 1,5 jam
🏨 Akomodasi
Kali ini, saya menginap di sebuah bungalow dengan halaman di sebelah Zaolin. Terdapat dua pohon jujube tua di halaman, dan meja serta bangku batu diletakkan di bawah pohon-pohon tersebut. Kamarnya tidak besar, tetapi bersih dan rapi. Kasur empuk dan selimut tipis menutupi tempat tidur tanah liat, membuatnya sangat nyaman untuk tidur. Jendela terbuka, dan aroma segar daun jujube memenuhi udara. Malam-malam terasa tenang, hanya sesekali terdengar gemerisik daun tertiup angin. Di pagi hari, saya akan duduk di halaman, tenggelam dalam pikiran, mengamati sinar matahari perlahan menembus celah-celah daun jujube—perasaan tenang itu sudah lama terlupakan.
Leling bukanlah kota wisata tradisional, tetapi justru karena itulah, kota ini mempertahankan pesona otentik Shandong utara.
Pada bulan Agustus, kebun jujube rimbun dan hijau. Lebih sedikit orang, pemandangan indah, dan suasana yang lebih tenang—sempurna bagi mereka yang ingin melarikan diri dari hiruk pikuk kota.
Saya pasti akan kembali lagi saat jujube sudah matang!