SETIGI : GRESIK
Terkenal sebagai daerah dengan kawasan industri, Gresik ternyata juga memiliki kawasan wisata menarik untuk dikunjungi. Bahkan, tempat wisata ini dulunya merupakan tempat pembuangan sampah yang kotor sebelum akhirnya berubah menjadi kawasan wisata yang indah dan unik. Wisata ini terletak di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik. Wisata Setigi, demikian sebutan warga setempat. Setigi sendiri merupakan singkatan dari Selo, Tirto, dan Giri. Masing-masing memiliki arti batu, air, dan bukit. Sebagai salah satu tempat yang juga dikenal sebagai lokasi pertambangan, tempat ini telah bertransformasi menjadi tempat yang menawarkan spot-spot Instagramable di tengah perbukitan kapur yang eksotis. Wisata ini mengusung konsep anti-mainstream karena adanya pertambangan kapur. Hingga kini, kawasan pertambangan ini masih aktif dilakukan dan menjadi mata pencaharian masyarakat setempat, di samping kawasan wisata yang ada di sekitarnya. Saat wisatawan tiba di lokasi, mereka akan pertama kali melihat garis-garis batu kapur yang masif dan panjang. Tak heran jika perbukitan kapur tersebut dapat menjulang hingga Desa Cangaan atau sekitar 3 km. Pengunjung juga akan menemukan sudut-sudut batu yang dipotong secara tidak alami dari hasil penambangan masyarakat setempat. Tak jarang, batu-batu raksasa berongga yang besar dapat dinikmati pengunjung dengan memasukinya, mirip dengan kastil-kastil di Yunani. Kawasan wisata Setigi memiliki luas hingga 5 hektar. Namun, hingga saat ini, hanya 1,5 hektar yang dapat dinikmati wisatawan. Area wisata yang dapat dinikmati antara lain Gua Pancawarna, Jembatan Peradaban, Gua Emas, Kolam Renang, hingga Taman Desa dan lain-lain. Untuk spot instagramable, pengunjung dapat menikmati dan berfoto selfie di miniatur rumah tradisional Papua, yaitu Hanoi, serta miniatur kuil dan rumah terapung. Tak hanya itu, pengunjung juga dapat menggunakan mobil ATV dan mini trail bike untuk menikmati pemandangan di sekitar kawasan wisata Setigi. Sebagai salah satu wisata yang mengusung konsep pendidikan alam dan peradaban, pengunjung dapat melihat banyak tempat yang berharga bagi kemajuan peradaban dan sejarah. Wisatawan dapat menikmati dan berfoto di tempat-tempat seperti patung gupala, dwarapala hingga miniatur masjid Persia. Selain itu, di sini juga terdapat banyak kuil seperti kuil topeng kepulauan dan lain-lain. Wisatawan yang ingin mengunjungi keindahan tempat ini hanya perlu membayar Rp. Rp. 15.000 untuk dewasa dan Rp. 10.000 untuk anak-anak. Untuk akses ke lokasi ini, terletak 27 kilometer dari pintu keluar Tol Manyar dengan jarak tempuh 40 menit menggunakan kendaraan roda empat.
#keajaibanalam #kotawisatapulauterbaik #matahari terbenamindah
#budayabersejarah #fotokeren