⛩️Di kedalaman pegunungan Guizhou tersembunyi sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO—Benteng Militer Tusi. Dahulu dikenal sebagai benteng tebing yang sangat tangguh dan mustahil ditembus, mampu bertahan selama ribuan tahun sebelum akhirnya hancur dalam sebuah kebakaran besar.
🛠️Ini adalah siluet kegigihan dari kota tanah yang dibangun pada tahun kelima era Baoyou Dinasti Song Selatan, serta tekstur berbintik yang tersingkap di tengah hujan dan angin dari celah gerbang megah yang runtuh pada masa pemerintahan Wanli.
👠Kami mendaki benteng militer ini mengikuti kontur gunung. Di tengah jajaran pegunungan, kami menatap tembok kota kuno dan gerbang celah gunung, merasakan langsung topografi benteng yang bertengger di puncak tebing setinggi ribuan meter, dikelilingi jurang dan menghadap sungai—sebuah benteng pertahanan alami yang sempurna. Seluruh garis pertahanan disusun berlapis-lapis dengan sembilan gerbang kokoh yang menjaganya secara berurutan. "Tangga Langit 36 Langkah" yang paling ikonik hampir tegak lurus, menunjukkan tingkat kesulitan penyerangan yang ekstrem.
🏹Benteng militer terkuat di wilayah Barat Daya pada masa Dinasti Ming ini pernah menahan berkali-kali serangan tentara besar berkat medannya yang terjal. Dalam Pertempuran Bozhou di era Wanli, 240.000 tentara Ming mengepung benteng ini namun gagal menembusnya dalam waktu lama. Setelah kebuntuan selama seratus hari lebih, tentara Ming akhirnya berhasil menjebol kota setelah menggunakan senjata api.
🔥Kebakaran besar di tengah malam melahap seluruh benteng, kota raja Tusi berubah menjadi abu, dan berakhirlah kekuasaan klan Yang yang telah berlangsung selama lebih dari 700 tahun. Berdiri di antara reruntuhan tebing, kita masih bisa merasakan kepahlawanan tragis dari pertempuran berdarah di masa lalu!
⛰️Kini, tembok kota yang berkelok-kelok di punggung gunung seperti naga yang mendekam itu telah melampaui definisi sederhana sebagai pertahanan militer. Mereka adalah urat nadi peradaban yang menonjol pada kerangka pegunungan, buku sejarah tiga dimensi yang paling sunyi namun paling kuat selama berabad-abad.
📍Alamat: Hailongtun, Distrik Huichuan, Zunyi
💰Tiket Masuk: 65 RMB/orang, bus wisata 35 RMB/orang, tiket kendaraan langsung ke atas gunung 80 RMB/orang
⏰Jam Buka: 08:30–17:30
🚗Transportasi: Menyetir sendiri atau sewa mobil
🚞Transportasi Umum: Bus Wisata Jalur Khusus 2, berangkat dari Museum Kota Zunyi, setiap setengah jam, bus terakhir kembali pukul 19:30
🎯Rute Wisata (tanpa jalan memutar)
Bus Wisata → Gerbang Tongzhu → Gerbang Tiezhu → Gerbang Feihu & Tangga 36 Langkah → Gerbang Feilong → Gerbang Chaotian → Reruntuhan Istana Raja → Turun Gunung
Total waktu sekitar 3 jam, intensitas mendaki tingkat menengah
📌Wajib Dikunjungi
✅Tangga 36 Langkah: Spot foto medan perang kuno yang ikonik
✅Sembilan Gerbang Celah: Merasakan kecerdasan pertahanan gunung kuno
✅Reruntuhan Istana Raja: Menatap hamparan pegunungan, suasana sejarah yang kental
🌿Tips
1️⃣ Banyak anak tangga batu di sepanjang rute dan sangat terjal, pastikan memakai sepatu olahraga yang nyaman. Bagi yang sulit berjalan, disarankan naik kendaraan untuk naik dan turun gunung.
2️⃣ Perbedaan suhu di gunung cukup besar, siapkan tabir surya dan obat nyamuk.
3️⃣ Persediaan di area wisata terbatas, disarankan membawa air dan camilan sendiri. Di lereng gunung hanya ada dua paviliun yang menjual mi dingin, liangpi, liangfen, sosis panggang, dll. dengan harga 10 RMB seporsi. Tidak ada makanan di puncak gunung.
Lihat teks asli