Danau Sevan, sang "Permata Armenia," dikelilingi oleh biara-biara abad pertengahan—yang paling menakjubkan adalah Biara Sevanavank, berdiri anggun di semenanjung yang menjorok ke danau. Pada pagi yang sejuk di bulan Oktober, saya menaiki anak tangga batu menuju dua bangunan gereja biara tersebut, dinding batunya yang gelap tampak begitu kontras dengan birunya air danau yang cerah. Di dalam gereja yang lebih kecil, seorang biarawan muda berjubah hitam sedang menyalakan lilin, wajahnya diterangi cahaya api yang menari-nari. Saya mengangkat kamera untuk memotret, tetapi ia menatap saya dan menggelengkan kepalanya dengan lembut.
Alih-alih difoto, ia justru memberi isyarat agar saya mendekat. Ia memberikan sebatang lilin dari keranjang, menunjukkan cara menyalakannya dari api abadi di altar, dan memandu saya menaruhnya di tempat yang kosong. "Kamera hanya menangkap cahaya," ucapnya lirih, "bukan perasaannya." Kami berdiri dalam hening selama beberapa menit, memandangi cahaya lilin yang menyala. Belakangan, saya baru tahu bahwa para biarawan Sevanavank sering mengajak pengunjung menyalakan lilin. Bagi mereka, ini adalah cara untuk terhubung dengan Sang Pencipta—bukan sekadar pertunjukan di depan kamera.
Catatan Perjalanan: Waktu terbaik mengunjungi Sevanavank adalah pagi hari (sebelum jam 10 pagi) agar terhindar dari rombongan bus wisata. Kenakan pakaian yang sopan: Tutupi bahu dan lutut Anda (pihak biara menyediakan syal dan selendang bagi pengunjung). Anda boleh berfoto di luar gereja, namun selalu minta izin jika ingin memotret di dalam—banyak biarawan lebih menyukai ketenangan dan refleksi diri ketimbang jepretan kamera. Siapkan sedikit donasi (uang tunai, sebaiknya dalam mata uang Dram Armenia) untuk dimasukkan ke keranjang lilin; dana ini digunakan untuk pemeliharaan biara. Dan jika seorang biarawan mengajak Anda menyalakan lilin, turunkan kamera Anda—terkadang, kenangan terindah justru tidak terekam oleh lensa. Pernahkah warga lokal menyuruh Anda meletakkan kamera dan sekadar meresapi momen yang ada?
Lihat teks asli