Danau Sevan di Armenia, yang kerap dijuluki "Permata Armenia," merupakan danau pegunungan nan luas yang dikelilingi oleh biara-biara abad pertengahan dan perbukitan hijau. Saat melakukan pendakian jarak jauh menyusuri jalur Semenanjung Sevan, saya berbelok dari jalur utama untuk mencari tempat makan siang yang lebih sepi. Saya menemukan kebun pohon kenari yang tersembunyi di dekat tepian air. Ketika sedang duduk di atas batu yang hangat tersorot matahari sambil berusaha memecahkan camilan kemasan, seorang remaja lokal muncul dari balik pepohonan. Usianya mungkin baru sekitar 16 tahun. Ia membawa tas kain yang penuh dengan kacang kenari yang baru dipetik. Melihat saya kesulitan membuka kacang kemasan, ia tersenyum malu-malu dan mengeluarkan segenggam kacang hasil panenannya sendiri. Menggunakan batu pipih, ia mencontohkan cara memecahkan cangkang kacang dengan rapi tanpa merusak isinya. Setelah itu, ia menuangkan beberapa butir kacang kenari berwarna putih gading yang lembut ke telapak tangan saya. Rasanya jauh lebih gurih dan tidak sepahit kacang yang saya beli di pasar Yerevan. Kami berkomunikasi lewat isyarat dan sedikit bahasa Rusia yang saya tahu—ternyata ia sedang mengumpulkan kacang kenari untuk membantu neneknya membuat churchkhela, permen tradisional yang bentuknya menyerupai lilin. Ia lalu menunjuk ke sekumpulan pohon yang ternyata milik keluarganya. Interaksi singkat ini benar-benar menggambarkan ritme kehidupan bertani di kawasan tersebut. Jika kamu mendaki di sekitar Sevan, pakailah sepatu tertutup; jalurnya cukup berbatu dan dipenuhi semak berduri. Jangan lupa bawa air minum yang banyak, karena sangat minim tempat berteduh. Tarif minibus lokal (marshrutka) dari Yerevan sekitar 1.500 AMD dan akan menurunkanmu di pintu masuk semenanjung. Dari sana, kamu bisa menikmati jalan santai sejauh 3 km menuju Pemakaman Noratus, yang terkenal dengan khachkar (batu salib) kunonya. Siapkan uang tunai pecahan kecil untuk jajan di pedesaan—kartu kredit hampir tidak pernah diterima di luar ibu kota. Hadiah sederhana berupa kacang kenari dari remaja laki-laki itu menjadi pengingat manis bahwa pengalaman traveling terbaik justru sering kali datang secara spontan. Pernahkah kamu menerima hadiah tak terduga dari warga lokal?
Lihat teks asli