Air mata air merembes perlahan dari celah dinding gunung, menetes ke permukaan air dengan suara denting yang jernih. Beberapa rumpun pakis hijau muda tumbuh subur di tepi kolam, dengan tetesan embun kecil menggelantung di dedaunannya. Gelembung-gelembung kecil sesekali muncul dari dasar mata air di kolam tersebut. Aku membungkuk, menciduk air dengan tanganku, lalu mencicipinya. Rasa sejuk dengan sedikit sensasi manis mengalir dari lidah ke perutku, seketika melenyapkan sebagian besar rasa lelah setelah mendaki. Sambil bersandar di batang pohon untuk beristirahat, aku mendengarkan gemericik lembut air mata air, bahkan suara angin yang berdesir di sela dedaunan pun terdengar sangat merdu. Meski bukan tempat wisata yang sengaja dikelola, kolam kecil di pinggir jalan gunung ini membuat perjalanan yang melelahkan jadi penuh kejutan. Saat ini, hatiku dipenuhi kebahagiaan, sungguh mewakili pepatah, "Gunung tinggi air mengalir jauh, menyimpan sejuta keajaiban."
Lihat teks asli