Memulai perjalanan jam 3 pagi dari Berastagi, mengikuti rute paling mudah dan populer yang menanjak stabil dari titik awal barat laut — sekitar 1,5 hingga 2,5 jam di jalur yang jelas yang mulai berbatu saat mendekati kawah. Tiba di bibir kawah Gunung Sibayak (2.212 mdpl) yang berasap tepat saat matahari mewarnai Dataran Tinggi Karo dengan warna keemasan, lengkap dengan pemandangan Gunung Sinabung di kejauhan. Setelah puas menikmati pemandangan (dan aroma belerang), saya turun dan menutup perjalanan dengan berendam air panas alami yang sangat menenangkan di bawah. Tips pro: gunakan sepatu yang tidak licin, bawa pakaian berlapis karena suhu di puncak cukup dingin (sekitar 8–10°C), siapkan headlamp dan masker untuk uap belerang, serta mulailah mendaki sepagi mungkin agar tidak tertutup awan.
Petualangan ini ternyata sangat ramah di kantong — biaya masuk hanya 10.000–20.000 IDR, parkir murah, dan paket sunrise lengkap dengan pemandu dari Berastagi biasanya sekitar 400.000 IDR, sudah termasuk transportasi dan tiket pemandian air panas. Namun, tetap utamakan keselamatan: jangan pernah mendaki sendirian (pernah ada pendaki yang tersesat di sini), jaga jarak aman dari lubang belerang yang panas, periksa cuaca, dan tetaplah di jalur utama terutama saat berkabut atau setelah hujan. Jika Anda mencari pengalaman mendaki gunung berapi yang mudah diakses namun tetap epik di Sumatra Utara, Sibayak adalah jawabannya. Siapa nih yang mau memasukkan ini ke daftar destinasi impian?
Lihat teks asli