Dalam satu hari, aku mengunjungi dua air terjun sekaligus: Tukad Cepung dan Gembleng.
Aku dan temanku sepakat kalau Tukad Cepung (Foto 2) adalah tempat yang paling seru~ Mulai dari mendaki sampai susur sungai, seluruh pengalamannya asyik banget, berasa kayak lagi karyawisata sekolah waktu kecil dulu 🧺
Tapi hati-hati ya, di sana nggak ada pembatas di bagian belakang; salah langkah sedikit saja bisa langsung jatuh ke jurang 😰 Saking takutnya, aku cuma sempat ambil beberapa foto kilat terus langsung pergi.
Jarak antara kedua air terjun ini lumayan jauh, sekitar 2 jam perjalanan? Menurutku kurang worth it kalau kalian sengaja datang jauh-jauh cuma buat ke sini saja.
📸 Spot foto keren di Foto 1 ini nggak sengaja kami temukan pas mau pulang. Ternyata tempatnya lebih tersembunyi dan fotogenik daripada air terjun utamanya! Vibes-nya dapet banget, jadi kami lanjut sesi foto-foto lagi. Lucunya, pas kami selesai, ternyata orang-orang sudah mulai antre di belakang buat foto juga 😂
⚠️ Ada beberapa bagian yang arusnya lumayan deras, jadi pastikan pakai sepatu air (water shoes), jangan pakai sandal jepit ya!
Kalau mau hasil foto yang bagus, sebaiknya datang antara jam 09.00 sampai 11.00 pagi pas cahayanya lagi cantik; kalau nggak, bakal terlalu gelap tanpa cahaya matahari. Kami sampai jam 09.00 dan masih sepi banget, berasa tempatnya milik sendiri. Mulai ramai itu setelah jam 09.30. Kalau mau dapet efek Tyndall (sinar menembus celah), tunggu sampai mataharinya agak kuat, sekitar jam 10.00-an ya~
Jangan lupa bawa baju ganti yang bersih + handuk. Kalian bakal basah kuyup dari ujung kepala sampai kaki setelah keluar dari air terjun. Bisa ganti baju di mobil atau di toilet sederhana dekat pintu masuk.
Tips terakhir: Pas lagi foto-foto, ada ular warna hijau keemasan di bebatuan, temanku sampai takut buat dekat-dekat. Kalau kalian takut ular, harus lebih waspada ya. Aku juga kurang tahu itu berbisa atau tidak 🥲
Lihat teks asli