Sembalun (1.150 mdpl, sisi timur Rinjani) adalah gerbang sabana menuju Rinjani — tapi spot berlumutnya bukan di bibir kawah, melainkan di padang rumput antara Pos 1–Pos 2 pada ketinggian 1.800 mdpl. Di sini, Anaphalis javanica (Edelweis Jawa) tumbuh setinggi pinggang dan lumut Sphagnum menyelimuti rembesan air di sela-sela rumput saat kabut jam 6:30 pagi. 🌫️ Saya terbang dari Bali ke Lombok (Rp620.000), lanjut 3,5 jam berkendara ke Sembalun (sewa mobil Rp550rb cash), daftar lewat aplikasi e-Rinjani (WNA Rp250.000/hari, wajib upload paspor + surat kesehatan, pemandu wajib Rp350rb/hari), mulai mendaki jam 6 pagi di bulan Juli. Edelweis di sini sangat dilindungi — tidak boleh dipetik, denda Rp1 juta! ❌🌼
Lumut-lumut ini tumbuh di sumber air sisi utara, 400 m di atas Pos 1, di mana sabana melandai ke ceruk batu — warnanya tampak keperakan sampai jam 8 pagi, lalu berubah abu-abu jam 10 saat matahari mulai menyinari punggungan tersebut.
Kesalahan saya: Saya mencoba day-hike ke punggungan tanpa izin di bulan Januari — ternyata taman nasional tutup 1 Jan – 31 Mar, gerbang dikunci, terpaksa balik ke Senaru dan rugi ongkos transportasi Rp550rb. 🤦♂️ Untuk periode April–Desember, sebaiknya booking 3 minggu sebelumnya jika ingin datang di bulan Juli–Agustus. Kesalahan kedua: Saya memetik setangkai edelweis "hanya untuk foto" — ditegur petugas di Pos 2: "tanaman ini umurnya 4 tahun, denda Rp1 juta, biarkan dia dibawa angin". Ketiga: Saya kira bisa pakai kartu di warung Sembalun — ternyata bakso Rp20rb harus cash, biaya e-Rinjani memang lewat aplikasi tapi guide minta cash Rp350rb, dan ATM di Sembalun cuma ada pas hari pasar. 💸
Jajan di Sembalun: Cicipi jagung bakar kelapa seharga Rp20.000, tidak perlu beli paket makan siang trekking yang Rp90rb itu. Perlengkapan: Air 3 liter, sepatu gunung Rp300rb, jaket shell Rp180rb — suhu di punggungan 1.800 mdpl bisa mencapai 8°C pas subuh. 🥶
Aturan lokal: Izin paspor e-Rinjani, wajib pakai pemandu, dilarang petik edelweis, dilarang terbangin drone dekat kawah (gunung berapi), tetap di jalur pendakian, dan area rembesan air bukan tempat cuci kaki.
Opini: Sembalun adalah sabana seharga Rp250rb/hari yang menjual mimpi menuju puncak Rinjani, padahal area edelweis berlumut di Pos 1–2 adalah bagian gratis 20 menit dengan nol kerumunan seperti di bibir kawah Plawangan. Haruskah sistem e-Rinjani menambahkan "kotak kejujuran" Rp10rb di Pos 1 untuk perawatan jalur, atau tetap harga flat Rp250rb? Kalau saya sih setuju ditambah. Menurut kalian, apakah kalian mau daftar izin 3 minggu sebelumnya hanya untuk melihat edelweis berlumut di ketinggian 1.800 mdpl? 🏔️✨
Lihat teks asli