D1: Jadwal penerbangan. Tiba di Bandara Kumamoto setelah jam 17.00, lalu naik bus bandara menuju Torichosuji (bisa tap kartu kredit, dan satu kartu bisa digunakan untuk membayar beberapa orang sekaligus). Setelah itu check-in ke hotel dan menuju Kumamoto Yatai Village untuk makan malam. Sangat direkomendasikan! Desa Yatai ini tidak terlalu ramai di hari kerja, tapi sangat padat saat akhir pekan. Di sana juga ada sake koin, cukup 100 yen untuk satu cangkir kecil.
D2: Jalan kaki ke Kastil Kumamoto. Setelah puas berkeliling di pagi hari, lanjut ke Jōshū-en dan Sakuranokoji yang ada di dekatnya untuk makan siang (mencoba daging kuda di Suganoya). Sore harinya, jalan kaki ke Sakuramachi untuk membeli obat-obatan dan oleh-oleh. Makan malam di Katsuretsutei (Sangat amat direkomendasikan!!)
D3: Naik trem ke Terminal Bus Sakuramachi. Bus pertama hari Sabtu menuju Pelabuhan Kumamoto berangkat jam 07.34 pagi. Di Pelabuhan Kumamoto, ada dua pilihan feri: satu memakan waktu satu jam ke Shimabara dengan harga lebih murah, yang lainnya 30 menit tapi sedikit lebih mahal. Setelah tiba di Pelabuhan Shimabara, naik kereta ke stasiun "Shimabara" (ambil tiket bernomor saat naik, berikan tiket dan uang ke kondektur saat turun). Kastil Shimabara akan langsung terlihat begitu keluar stasiun. Makan siang semangkuk udon di Kastil Shimabara, lalu jalan kaki ke tempat pemandian kaki (gratis, airnya sangat panas!! Dan saya menikmatinya sendirian!). Setelah itu, jalan-jalan ke area "Ikan Koi di Parit". Terakhir, jalan kaki ke stasiun kereta terdekat (seperti gedung olahraga), lalu naik feri kembali ke Pelabuhan Kumamoto, dan naik bus kembali ke Terminal Bus Sakuramachi. Makan malam dengan Ramen Kurotei (ramen dengan aroma bawang putih bakar). Malamnya, kembali ke Kumamoto Yatai Village untuk ronde kedua sake koin.
D4: Naik trem ke Jōshū-en (taman Jepang yang sangat layak dikunjungi; bagi penyuka fotografi bisa menghabiskan 2 jam di sini, saya sendiri sekitar satu jam). Sore harinya, naik trem ke Kebun Binatang dan Botani, lalu jalan kaki ke pintu masuk (jaraknya dekat). Patung Chopper ada tepat di depan pintu masuk. (Kebun binatang ini sangat menyenangkan untuk dikunjungi dan harganya terjangkau). Malam hari, naik trem kembali ke hotel dan mencari restoran yakiniku di sekitar untuk makan wagyu!
D5: Naik trem ke Stasiun Suizenji, lalu pindah ke JR (beli tiket langsung di mesin menuju Aso). Meski tiketnya ke Aso, saya harus ganti kereta di Higo-Ozu, baru setelah itu perjalanan langsung ke Aso (menariknya, jalur keretanya berbentuk "zigzag" di "Tateno", Anda akan melihat kondektur berpindah arah bolak-balik). Begitu tiba di Aso, patung Usopp menyambut tepat di depan pintu keluar. Halte bus ada di sebelah kanan pintu keluar Stasiun Aso. Saya membeli kartu pas bus harian seharga 2000 yen (sekali jalan 1000 yen, jadi pulang-pergi tetap 2000 yen, tapi kartu pas ini memungkinkan perjalanan tanpa batas di jalur Kusasenri dan Volcano Terminal). Sayangnya saat saya ke sana sedang hujan deras, jadi tidak ada pemandangan Kusasenri, yang ada hanyalah "Mist-senri" (kabut). Di Stasiun Kusasenri ada tiga restoran, saya memesan Akaushi beef bowl. Setelah makan, karena hujan tak kunjung reda, saya naik bus turun gunung. Sore harinya, pergi ke kebun binatang terdekat (saya naik taksi dari Stasiun Aso tapi jalan kaki saat pulang karena tidak menemukan taksi. Tiket masuk kebun binatang ini cukup mahal). Makan malam dengan Akaushi beef bowl di "xxx Photo Studio" yang terkenal (awalnya saya kira ini tempat cuci foto XD, Akaushi beef bowl-nya sangat direkomendasikan!! Lebih enak dari yang di atas gunung). Setelah makan, ada Lawson tepat di seberang jalan, jadi saya beli sake dan camilan untuk dinikmati di hotel.
D6: Setelah sarapan, naik kereta kembali ke Higo-Ozu. Keluar dari Pintu Selatan, jalan kaki sekitar 500 meter untuk berfoto dengan patung Zoro, lalu makan di pusat perbelanjaan dekat stasiun (lantai satu seperti supermarket, lantai dua menjual pakaian dan alat tulis). Kembali ke Pintu Selatan Higo-Ozu, Anda bisa dengan mudah menemukan bus kapasitas 8 orang menuju bandara. Mulai 1 Juli harganya 200 yen per orang. Mesin tiketnya ada di seberang ruang tunggu. Bus ini berangkat setiap setengah jam dan sangat mudah diakses. Setelah tiba di bandara, naik pesawat dan mengakhiri perjalanan.
Lihat teks asli