Setelah menaiki kereta khusus Aso Boy milik JR Kyushu, saya perlahan tiba di Stasiun Miyaji dan turun. Di sini tidak ada kerumunan turis yang hiruk-pikuk, melainkan suasana kehidupan pedesaan Jepang yang tenang dan bersahaja. Tidak ada petugas tiket di pintu masuk stasiun, dan sebuah pengumuman di loket tiket menyatakan bahwa petugas hanya tersedia dari pukul 14.40 hingga 16.30! Di luar jam tersebut, tiket hanya bisa dibeli melalui mesin penjual otomatis.
Begitu melangkah keluar stasiun, bangunan kayu stasiun tersebut langsung mencuri perhatian. Desain eksteriornya terinspirasi sepenuhnya oleh Kuil Aso yang berada di dekatnya, dengan atap merah dan pilar-pilar kayu yang kokoh. Bagian yang paling mencolok adalah shimenawa (tali suci) raksasa yang tergantung tepat di tengah pintu masuk utama, identik dengan yang ada di kuil. Bahkan sebelum sampai di kuil, Anda sudah bisa merasakan suasana sakral yang begitu khidmat.
Stasiun ini juga memiliki museum kecil yang menampilkan proses renovasi dan pemeliharaan bangunan stasiun tersebut baru-baru ini.
Lihat teks asli