Waktu seakan mengalir tenang bersama air mata air di pelataran kuil. Kuil Aso, yang telah tegak menjaga selama dua ribu tahun, menjadi simbol keyakinan paling meneduhkan di Kyushu Utara. Usai melewati guncangan gempa dan masa sunyi yang panjang, gerbang megah beratap ganda yang sempat runtuh kini berdiri kokoh kembali berkat tangan-tangan terampil para pengrajin. Tujuh puluh persen kayu dari pohon kuno dipertahankan dengan apik, menyisakan aroma kayu aras yang lembut. Di tengah perjalanan saya pada 20 Juni ini, angin bertiup kencang dan hujan turun dengan lebat.
Menciduk air suci yang berpadu dengan segarnya rintik hujan, membiarkannya mengalir di sela jemari. Di bawah untaian tali suci yang besar, jemari saya menyentuh gurat-gurat lingkaran tahun pada kayu sambil merapal doa, memohon keselamatan dan perlindungan dari marabahaya.
Lihat teks asli