Kamarnya agak lebih kecil dari yang kami perkirakan. Tidak ada tempat untuk menggantung pakaian di dalam kamar mandi, jadi pakaian harus digantung di area wastafel, yang terpisah dari kamar mandi tetapi tidak berpintu. Hal ini merepotkan, kecuali jika Anda pasangan.
Toilet dan saluran pembuangan kamar mandi sering tersumbat, sehingga layanan kamar harus dipanggil untuk membantu.
Lokasi hotel cukup baik karena berada di atas restoran seperti Cesar Pizza, KFC, dan Starbucks, serta di atas stasiun metro. Namun, kami menyewa mobil untuk keluarga dan tidak ada titik pengantaran atau penjemputan resmi di hotel itu sendiri, jadi kami kesulitan menemukan hotel di hari pertama. Kami tiba larut malam dan sulit menemukan pintu masuk hotel (karena terletak di dalam gedung bernama Gedung Wanita dan Anak) dan lobi.
Ada dua lift sempit yang khusus melayani hotel, tetapi karena lobi dan kafe berada di Lantai 28, lantai teratas hotel, terkadang agak lama menunggu, dan setiap lift biasanya tidak dapat menampung keluarga besar kami.
Sarapannya lumayan, meskipun repetitif. Kami tidak sempat mencoba teh sore, tetapi rasanya tidak banyak yang kami lewatkan karena makan malamnya kurang memuaskan. Ada roti kecil, jagung, ubi jalar, dan bubur untuk makan malam, yang memang sudah termasuk dalam menu sarapan.
Pembersihan kamar mungkin rutin dilakukan setiap dua hari karena kami menyadari kamar kami jarang dibersihkan, kecuali kami menyalakan lampu indikator untuk membersihkannya.
Teks AsliTerjamahan disediakan oleh Google