Karena ulasan menunjukkan kamar di lantai 3 kurang bagus, saya langsung meng-upgrade ke kamar di lantai 2. Harganya sekitar 11.000 yen (sekitar Rp1.100.000) untuk 5 malam. Sejujurnya, saya merasa hanya sebagian kamar di lantai satu yang paling mahal yang mendapatkan pelayanan yang layak.
Kebersihan: Kamar mandi kotor, dan lantai di sekitar toilet selalu basah karena air bocor dari langit-langit. Selama menginap, kamar saya tidak pernah dibersihkan. Saya meminta staf untuk membersihkan kamar, tetapi tidak ada perubahan. Untuk mengganti handuk pun saya harus pergi ke lobi dan memintanya. Ngomong-ngomong, selama perjalanan saya sebulan di Indonesia, hotel ini adalah satu-satunya tempat di mana saya sakit perut karena keracunan makanan.
Lokasi: Tidak terlalu jauh dari stasiun. Namun, ada jarak yang cukup jauh dari kamar hotel ke lobi, tidak ada lift, dan hanya ada tangga untuk naik ke lantai atas. Semakin murah kamarnya, semakin jauh Anda harus berjalan. Meskipun saya sudah meng-upgrade ke kamar di lantai 2, saya masih merasa sangat tidak nyaman.
Pelayanan: Staf hotel ramah dan sangat sopan terhadap tamu. Namun, biaya pembersihan kamar harian, penggantian handuk, dan layanan laundry sangat mahal dibandingkan dengan hotel lain yang pernah saya tinggali.
Fasilitas/Perlengkapan: Saya akan menyebutkan hal-hal yang tidak menyenangkan.
⓵ Air yang disediakan bukan dalam botol plastik, melainkan dalam botol kaca yang mencurigakan yang tidak saya tahu isinya. Meskipun saya memesan kamar untuk dua orang, hanya ada satu handuk mandi. Juga, tidak ada colokan listrik di dekat tempat tidur, hanya ada dua colokan di meja.
⓶ Selama menginap, air panas tidak pernah keluar dari shower, dan rak untuk meletakkan sampo dan sabun cair juga sulit digunakan. Keset kamar mandi terlalu tipis sehingga tidak bisa mengeringkan kaki.
⓷ Tempat tidur terkelupas, dan saya melukai kaki saya karena tersandung.
⓸ Anehnya, jendela menghadap ke koridor. Jika tidak ditutup, kamar akan terlihat jelas dari luar, dan saya tidak mengerti mengapa jendelanya diletakkan di sana. Selain itu, dindingnya mungkin tipis, karena meskipun jendela ditutup, suara orang-orang yang mengobrol di koridor selalu membuat bising.
⓹ Meskipun harganya 11.000 yen (Rp1.100.000), fasilitasnya tidak termasuk pengering rambut atau televisi. (Bahkan kamar di lantai 3 sepertinya tidak memiliki AC). Selimutnya juga tipis, setidaknya butuh dua lembar.
Teks AsliDiterjemahkan oleh AI