Ketika saya check-in sekitar jam 4 sore, antreannya sangat, sangat panjang. Awalnya, stafnya berpura-pura ramah dan mengatakan tipe kamar yang saya pesan sudah tidak tersedia, jadi mereka akan meng-upgrade ke kamar yang lebih baik. Saya cukup senang dan mengucapkan banyak terima kasih. Tapi setelah masuk, ternyata kamar double bed yang saya pesan malah jadi dua ranjang single yang digabungkan dengan celah besar di tengahnya. Kamarnya sangat sempit, di lantai 3, dan jendelanya menghadap tembok, jadi pencahayaannya buruk dan terasa pengap, gelap sekali. Saya pun protes, dan sikap staf langsung berubah jadi tidak ramah. Lalu, dia pura-pura bilang kamar yang sebenarnya dia reservasi untuk orang lain diberikan ke saya, yaitu tipe kamar asli yang saya pesan, kamar dengan nomor akhir 4, kamar ujung. Saya lihat kamarnya mirip dengan yang saya pesan, ada ranjang double dan jendelanya tidak terhalang tembok, jadi saya terima. Tapi belum selesai. Setelah jalan-jalan sebentar dan kembali ke hotel, mereka malah minta memeriksa kartu kunci kamar saya. Mereka melihat kartu itu tapi masih pura-pura bertanya nomor kamar saya, padahal saya tidak melihat mereka memeriksa kartu kunci pria kulit hitam lainnya. Mereka sengaja memeriksa kartu kunci seorang wanita. Hal seperti ini tidak pernah terjadi di hotel lain. Sikap staf pintu juga berubah jadi tidak ramah. Saya sangat menyesal memesan hotel ini. Karena saya akan menginap di Kimpton selanjutnya dan hari itu hujan, saya memilih hotel yang dekat dengan Kimpton. Seandainya saya tahu, saya akan memesan Sheraton. Fasilitas kamarnya lebih bagus, pemandangannya lebih indah, dan pelayanan juga baik. Saat saya memesan, harga kedua hotel juga hampir sama, sekitar seribu lebih. Pintu belakang hotel bahkan bisa langsung menuju Kimpton. Penyesalan terbesar dalam perjalanan ini adalah memesan Hotel Kowloon ini. Rasanya seperti hotel yang sering didatangi rombongan tur. Ada bus besar bolak-balik di depan, dan banyak sekali pria kulit hitam dan orang India. Mungkin mereka tidak berani menyinggung mereka, jadi kamar saya dipindahkan untuk mereka. Kamar pengganti yang diberikan ke saya juga kedap suaranya sangat buruk. Saya bisa dengan jelas mendengar suara orang berbicara di luar pintu dan suara aktivitas dari lantai atas. Pelayanan dan fasilitas kamar sama-sama buruk.
Teks AsliDiterjemahkan oleh AI