Richard's Place adalah hotel yang terletak di pusat kota Pontianak, menjadikannya lokasi yang strategis untuk menjelajahi kota. Hotel ini berada dalam jarak berjalan kaki dari Museum Kalimantan Barat dan pusat perbelanjaan terbesar di kota. Untuk tujuan wisata lainnya, saya sarankan menggunakan Grab karena banyak tempat yang agak jauh—misalnya, sekitar 40 menit berjalan kaki ke kuil China tertua di kota atau pusat oleh-oleh utama.
Hitel ini terletak di sebelah kanal, masjid, dan beberapa toko kecil yang menjual makanan dan minuman. Hotel ini juga memiliki restorannya sendiri yang menyajikan hidangan lokal dan internasional, termasuk shabu-shabu Korea dan hot pot China. Restoran ini sangat populer di kalangan penduduk setempat, dan setelah beberapa kali makan di sana, saya bisa memastikan makanannya sangat lezat.
Kamarnya bersih, luas, dan terawat dengan sangat baik. Yang paling membuat saya terkesan adalah kebersihan hotel yang luar biasa. Staf terlihat membersihkan koridor dan tangga sepanjang hari, bahkan hingga malam hari, yang mencerminkan standar tinggi mereka.
Pelayanannya luar biasa. Para wanita yang bekerja di resepsionis dan di restoran ramah, jujur, dan selalu bersedia membantu. Meskipun saya maupun staf tidak fasih berbahasa satu sama lain—saya tidak bisa berbahasa Indonesia, dan bahasa Inggris mereka terbatas—kami berhasil berkomunikasi secara efektif dengan Google Translate. Setiap permintaan saya ditangani dengan cepat dan profesional.
Saya juga merasa sangat aman selama menginap. Mengingat kualitas akomodasinya, hotel ini menawarkan nilai yang sangat baik. Setiap pagi, sarapan lezat disertai secangkir teh melati yang nikmat diantar ke kamar saya, dan itu sudah termasuk dalam harga kamar.
Hanya ada dua kekurangan kecil. Pertama, hotel ini terletak di sebelah sekolah dasar, jadi pada beberapa pagi saya terbangun oleh tawa dan suara riang anak-anak. Pada akhirnya, saya tidak keberatan—itu justru cara yang cukup ceria untuk memulai hari. Kedua, Wi-Fi di kamar saya agak lambat dan tidak stabil, dan saya rasa ini adalah sesuatu yang harus ditingkatkan oleh pihak hotel. Untungnya, koneksi internet di area resepsionis cepat dan dapat diandalkan kapan pun saya membutuhkannya.
Ironisnya, Wi-Fi yang lemah mendorong saya untuk menghabiskan lebih sedikit waktu berselancar di iPhone dan lebih banyak waktu menjelajahi Kalimantan Barat. Wilayah ini benar-benar menarik dan pantas mendapatkan perhatian internasional yang jauh lebih besar. Mulai dari pantai-pantai yang masih asri di sekitar Singkawang, hingga kekayaan budaya Dayak dan seni tradisional, hingga kuil-kuil China yang indah—termasuk salah satu yang tertua di Asia Tenggara di Pontianak—ada begitu banyak yang bisa ditemukan. Wilayah ini juga memiliki sejarah yang luar biasa, termasuk warisan Republik Lanfang dan monumen yang mengharukan yang memperingati kekejaman yang dilakukan selama pendudukan Jepang pada Perang Dunia Kedua.
Kalimantan Barat pasti layak dikunjungi. Ini menawarkan sisi Indonesia yang lebih otentik, jauh dari keramaian Bali. Jika Anda mencari budaya lokal yang asli, sejarah, dan keramahan, ini adalah tujuan yang sangat baik. Jika gagasan Anda tentang Indonesia adalah menghabiskan hari-hari Anda dikelilingi turis lain sambil makan taco dan sushi, maka Bali mungkin lebih cocok. Jika Anda ingin merasakan sisi lain dari negara ini, berikan kesempatan pada Kalimantan Barat.
Teks AsliDiterjemahkan oleh AI