

anduan Wisata Banda Aceh: Destinasi, Kuliner & Tips Liburan

Oleh Evana
29 Juli 2026

Bagi wisatawan yang ingin mengenal Aceh lebih dekat, Banda Aceh adalah destinasi yang tepat. Anda dapat mengunjungi masjid megah yang menjadi ikon kota, menikmati suasana taman bersejarah, mencicipi kuliner khas Aceh yang kaya rempah, hingga menyaksikan keindahan matahari terbenam di tepi pantai. Berikut rekomendasi tempat wisata di Banda Aceh yang wajib masuk dalam daftar perjalanan Anda.
Tempat Wisata Ikonik di Banda Aceh
1. Masjid Raya Baiturrahman

Masjid Raya Baiturrahman merupakan ikon paling terkenal di Banda Aceh sekaligus simbol kebanggaan masyarakat Aceh. Dibangun pada masa Kesultanan Aceh dan kemudian direnovasi pada era kolonial Belanda, masjid ini memiliki arsitektur bergaya Mughal dengan kubah berwarna hitam, menara yang menjulang tinggi, serta halaman luas yang dihiasi payung elektrik seperti di Masjid Nabawi.
Selain menjadi tempat ibadah, masjid ini juga memiliki nilai sejarah yang tinggi. Saat tsunami melanda Aceh pada tahun 2004, Masjid Raya Baiturrahman tetap berdiri kokoh dan menjadi tempat berlindung bagi banyak warga. Pada malam hari, pencahayaan yang indah membuat suasana masjid semakin memukau dan menjadi salah satu spot fotografi terbaik di kota ini.
Jam operasional: 24 jam (wisatawan disarankan berkunjung di luar waktu salat dan mengenakan pakaian yang sopan)
Harga tiket: Gratis
2. Museum Tsunami Aceh

Museum Tsunami Aceh merupakan destinasi wisata edukasi yang dibangun untuk mengenang tragedi tsunami Samudra Hindia pada 26 Desember 2004. Bangunan yang dirancang oleh arsitek Ridwan Kamil ini memiliki desain modern dengan makna filosofis yang mendalam.
Di dalam museum, pengunjung dapat melewati lorong tsunami yang menggambarkan suasana saat bencana terjadi, melihat ruang memorial yang berisi nama para korban, menikmati berbagai pameran multimedia, serta mempelajari teknologi mitigasi bencana. Tempat ini tidak hanya menjadi lokasi wisata, tetapi juga pusat edukasi mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.
Jam operasional: Selasa – Minggu, sekitar pukul 09.00 – 16.00 WIB (tutup setiap Senin)
Harga tiket: Gratis
3. PLTD Apung

PLTD Apung adalah kapal pembangkit listrik berbobot sekitar 2.600 ton yang terseret sejauh kurang lebih lima kilometer ke tengah permukiman akibat dahsyatnya gelombang tsunami tahun 2004. Kini kapal tersebut dijadikan monumen sekaligus museum yang menjadi pengingat kekuatan alam dan semangat masyarakat Aceh untuk bangkit.
Pengunjung dapat menaiki kapal melalui jembatan yang telah disediakan, melihat ruang-ruang di dalam kapal, serta menikmati pemandangan Kota Banda Aceh dari dek kapal. Di area sekitarnya juga terdapat taman dan berbagai informasi mengenai peristiwa tsunami.
Jam operasional: Sekitar pukul 09.00 – 17.00 WIB
Harga tiket: Gratis
4. Gunongan

Gunongan merupakan bangunan bersejarah peninggalan Kesultanan Aceh yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada awal abad ke-17 sebagai hadiah untuk permaisurinya, Putroe Phang, yang berasal dari Pahang, Malaysia. Bangunan berwarna putih ini memiliki bentuk unik menyerupai bukit kecil dan menjadi salah satu ikon sejarah Banda Aceh.
Di sekitar Gunongan terdapat taman yang asri serta Pinto Khop, gerbang bersejarah yang dahulu menjadi akses khusus bagi sang permaisuri menuju taman kerajaan. Kawasan ini sangat cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata sejarah sekaligus berfoto.
Jam operasional: Sekitar pukul 08.00 – 18.00 WIB
Harga tiket: Gratis
5. Museum Aceh

Museum Aceh menyimpan berbagai koleksi sejarah dan budaya yang menggambarkan perjalanan panjang masyarakat Aceh. Salah satu daya tarik utamanya adalah Rumah Aceh tradisional (Rumoh Aceh) yang berdiri di dalam kompleks museum dan menjadi contoh arsitektur khas Aceh.
Di dalam museum terdapat koleksi senjata tradisional seperti rencong, pakaian adat, manuskrip kuno, peralatan rumah tangga, hingga benda-benda peninggalan Kesultanan Aceh. Tempat ini sangat cocok bagi wisatawan yang ingin mengenal budaya Aceh secara lebih mendalam.
Jam operasional: Selasa – Minggu, sekitar pukul 08.30 – 16.00 WIB
Harga tiket: Gratis

Wisata Sejarah dan Budaya di Banda Aceh
1. Kerkhof Peucut

Kerkhof Peucut merupakan kompleks pemakaman tentara Belanda terbesar di luar Belanda. Di tempat ini terdapat lebih dari 2.000 makam tentara KNIL yang gugur selama Perang Aceh pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Salah satu bagian yang paling menarik adalah Monumen Atjeh yang dibangun untuk mengenang para korban perang.
Selain memiliki nilai sejarah, kawasan ini juga memberikan gambaran mengenai panjangnya perjuangan rakyat Aceh dalam mempertahankan wilayahnya dari penjajahan.
Jam operasional: Sekitar pukul 08.00 – 17.00 WIB
Harga tiket: Gratis
2. Pinto Khop

Pinto Khop adalah gerbang bersejarah yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Dahulu, gerbang ini menjadi akses khusus bagi Putroe Phang, permaisuri Sultan, menuju Taman Sari dan Gunongan.
Bangunan ini memiliki arsitektur khas Kesultanan Aceh dengan sentuhan budaya Melayu dan Islam. Meski ukurannya tidak besar, Pinto Khop menjadi salah satu peninggalan penting yang menunjukkan kemegahan istana Kesultanan Aceh pada masanya.
Jam operasional: Sekitar pukul 08.00 – 18.00 WIB
Harga tiket: Gratis
3. Gunongan dan Taman Sari

Gunongan merupakan bangunan ikonik peninggalan Kesultanan Aceh yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda sebagai hadiah untuk Putroe Phang. Di masa lalu, kawasan ini menjadi bagian dari taman kerajaan tempat keluarga kesultanan beristirahat.
Kini, Gunongan menjadi salah satu objek wisata sejarah yang paling banyak dikunjungi di Banda Aceh. Area tamannya yang rindang dan bangunan putih yang unik menjadikannya lokasi favorit untuk berfoto sekaligus mempelajari sejarah Kesultanan Aceh.
Jam operasional: Sekitar pukul 08.00 – 18.00 WIB
Harga tiket: Gratis
4. Rumah Cut Nyak Dhien

Rumah Cut Nyak Dhien
Sekitar 20–30 menit berkendara dari pusat Banda Aceh, terdapat Rumah Cut Nyak Dhien, rumah panggung tradisional yang didedikasikan untuk mengenang pahlawan nasional asal Aceh, Cut Nyak Dhien. Bangunan yang ada saat ini merupakan replika rumah asli yang dibangun kembali setelah mengalami kerusakan akibat peperangan.
Di dalam rumah terdapat koleksi foto, perlengkapan rumah tangga tradisional, senjata, serta informasi mengenai perjuangan Cut Nyak Dhien melawan penjajah Belanda. Tempat ini menjadi destinasi edukasi yang menarik bagi wisatawan yang ingin mengenal sejarah perjuangan Aceh.
Jam operasional: Sekitar pukul 08.30 – 17.00 WIB
Harga tiket: Umumnya gratis atau dikenakan biaya yang sangat terjangkau sesuai kebijakan pengelola.
5. Rumoh Aceh

Rumoh Aceh
Rumoh Aceh merupakan rumah adat tradisional masyarakat Aceh yang dibangun di atas tiang-tiang kayu dengan bentuk memanjang dari timur ke barat. Desainnya dirancang agar tahan terhadap kondisi iklim tropis sekaligus mencerminkan nilai-nilai budaya dan agama masyarakat Aceh.
Wisatawan dapat melihat langsung struktur bangunan, ukiran khas Aceh, hingga tata ruang tradisional yang mencerminkan kehidupan masyarakat setempat. Mengunjungi Rumoh Aceh menjadi cara yang tepat untuk memahami identitas budaya Aceh yang masih dijaga hingga kini.
Jam operasional: Mengikuti jam operasional Museum Aceh (Selasa – Minggu, sekitar pukul 08.30 – 16.00 WIB)
Harga tiket: Gratis
Bintang 5
Perjalanan bisnis
Cocok untuk keluarga
Mata air panas
Pusat Kebugaran
Kolam renang
Termasuk Sarapan
Pantai dan Wisata Alam di Banda Aceh
1. Pantai Lampuuk

Pantai Lampuuk merupakan salah satu pantai paling terkenal di Aceh. Berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Banda Aceh, pantai ini menawarkan hamparan pasir putih yang lembut, air laut berwarna biru jernih, serta ombak yang cocok untuk berselancar, terutama pada musim tertentu.
Selain berenang dan bermain pasir, pengunjung juga dapat menikmati hidangan laut segar di warung-warung sekitar pantai atau bersantai sambil menikmati pemandangan matahari terbenam. Fasilitas seperti area parkir, kamar bilas, gazebo, dan penyewaan perlengkapan pantai juga tersedia.
Jam operasional: 24 jam
Harga tiket: Sekitar Rp5.000 – Rp10.000 per orang (dapat berubah sesuai kebijakan pengelola).
2. Pantai Ulee Lheue

Pantai Ulee Lheue menjadi destinasi favorit untuk menikmati suasana sore di Banda Aceh. Lokasinya hanya beberapa menit dari pusat kota dan berdekatan dengan Pelabuhan Ulee Lheue, yang menjadi pintu gerbang penyeberangan menuju Sabang.
Pantai ini memiliki jalur pejalan kaki yang nyaman, area duduk, serta deretan warung yang menjual makanan dan minuman. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah menjelang matahari terbenam, saat langit berubah menjadi jingga dan menciptakan pemandangan yang indah.
Jam operasional: 24 jam
Harga tiket: Gratis
3. Pantai Lhoknga

Sekitar 30 menit perjalanan dari Banda Aceh, Pantai Lhoknga menawarkan panorama laut yang memukau dengan pasir putih, air laut berwarna biru kehijauan, dan ombak yang cukup besar. Pantai ini dikenal sebagai salah satu lokasi favorit para peselancar, baik lokal maupun mancanegara.
Selain berselancar, wisatawan juga dapat berenang di area yang aman, bermain voli pantai, atau menikmati suasana pantai yang relatif lebih tenang dibandingkan destinasi lainnya.
Jam operasional: 24 jam
Harga tiket: Sekitar Rp5.000 – Rp10.000 per orang.
4. Hutan Mangrove Tibang

Hutan Mangrove Tibang merupakan kawasan ekowisata yang cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam yang tenang. Pengunjung dapat berjalan di atas jembatan kayu yang membelah hutan mangrove sambil menikmati udara segar dan mengamati berbagai jenis burung serta satwa kecil yang hidup di kawasan tersebut.
Tempat ini juga menjadi lokasi favorit untuk fotografi karena menawarkan pemandangan hijau yang menenangkan, terutama saat pagi dan sore hari.
Jam operasional: Sekitar pukul 08.00 – 18.00 WIB
Harga tiket: Sekitar Rp5.000 – Rp10.000 per orang.
5. Pulau Weh (Sabang)

Meski berada di luar Kota Banda Aceh, Pulau Weh merupakan destinasi wisata alam yang hampir selalu dikunjungi wisatawan setelah menjelajahi Banda Aceh. Pulau ini dapat dicapai dengan kapal feri atau kapal cepat dari Pelabuhan Ulee Lheue menuju Sabang.
Pulau Weh terkenal dengan pantai-pantainya yang indah, seperti Pantai Iboih, serta keindahan bawah laut yang menjadi surga bagi penyelam dan penggemar snorkeling. Air laut yang jernih, terumbu karang yang masih terjaga, dan beragam biota laut menjadikan Pulau Weh salah satu destinasi bahari terbaik di Indonesia.
Jam operasional: Buka setiap hari (akses mengikuti jadwal kapal penyeberangan)
Harga tiket: Masuk ke pulau gratis; biaya penyeberangan kapal dari Banda Aceh dikenakan sesuai jenis kapal yang dipilih.
6. Air Terjun Kuta Malaka

Berada di Kabupaten Aceh Besar, sekitar satu jam perjalanan dari Banda Aceh, Air Terjun Kuta Malaka menawarkan suasana alam yang sejuk dengan aliran air bertingkat yang mengalir di antara bebatuan alami. Tempat ini cocok untuk berenang, bermain air, atau sekadar menikmati udara pegunungan yang segar.
Karena lokasinya berada di kawasan perbukitan, wisatawan disarankan menggunakan alas kaki yang nyaman dan berhati-hati saat berjalan di area yang licin, terutama setelah hujan.
Jam operasional: Sekitar pukul 08.00 – 17.30 WIB
Harga tiket: Sekitar Rp10.000 – Rp20.000 per orang (dapat berubah sesuai kebijakan pengelola).
Tempat Belanja Oleh-Oleh di Banda Aceh
1. Pusaka Souvenir Gallery

Pusaka Souvenir Gallery merupakan salah satu pusat oleh-oleh terbesar dan paling populer di Banda Aceh. Toko ini menawarkan koleksi yang sangat lengkap, mulai dari kopi Gayo, kue tradisional, keripik, dendeng Aceh, hingga suvenir seperti tas, gantungan kunci, dompet, dan kain bermotif khas Aceh.
Karena pilihan produknya beragam, tempat ini menjadi destinasi favorit wisatawan yang ingin berbelanja oleh-oleh dalam satu lokasi.
Jam operasional: Setiap hari, 07.00 – 23.00 WIB.
2. Toko Aceh Quality Pusat Kopi dan Oleh-Oleh Aceh

Bagi pencinta kopi, Toko Aceh Quality adalah tempat yang wajib dikunjungi. Toko ini terkenal dengan berbagai pilihan kopi Aceh, terutama Kopi Gayo Arabika dan Robusta, yang tersedia dalam berbagai merek dan tingkat sangrai.
Selain kopi, tersedia juga makanan khas Aceh, rempah-rempah, cokelat, pakaian, dan aneka suvenir yang cocok dijadikan buah tangan.
Jam operasional: Setiap hari (jam operasional dapat berubah).
3. Souvenir Putroe Aceh

Souvenir Putroe Aceh menawarkan berbagai kerajinan tangan khas Aceh dengan desain yang elegan. Di sini Anda dapat menemukan batik Aceh, tas, dompet, aksesori, hingga pajangan rumah yang mengangkat motif budaya Aceh.
Tempat ini cocok bagi wisatawan yang ingin membawa pulang suvenir khas selain makanan.
Jam operasional: Setiap hari, 08.00 – 23.00 WIB.
- Satu Arah
- Pulang-Pergi
- direct cheapest
CGK10.402h 45mLangsungBTJ13.25Jakarta - Banda Aceh|Sel, 11 Agt|Super Air JetRp2.012.200Rp2.773.20027% offCari27% offRp2.773.200Rp2.012.200
CGK10.402h 45mLangsungBTJ13.25Jakarta - Banda Aceh|Min, 16 Agt|Super Air JetRp2.044.100Rp2.773.20026% offCari26% offRp2.773.200Rp2.044.100
CGK10.402h 45mLangsungBTJ13.25Jakarta - Banda Aceh|Kam, 27 Agt|Super Air JetRp2.052.100Rp2.773.20026% offCari26% offRp2.773.200Rp2.052.100
JKT13:002h 45mLangsungBTJ14:00Jakarta - Banda Aceh|Mon, Sep 6|Normal AirlineTemukan Penerbangan LainnyaTemukan Penerbangan Lainnya
FAQ Tempat Wisata di Banda Aceh
-
Berapa hari yang ideal untuk liburan di Banda Aceh?
Durasi ideal untuk menjelajahi Banda Aceh adalah 2–3 hari. Dalam waktu tersebut, Anda dapat mengunjungi destinasi sejarah, wisata religi, pantai, menikmati kuliner khas Aceh, hingga berbelanja oleh-oleh. Jika ingin mengunjungi Sabang, sebaiknya tambahkan 1–2 hari lagi. -
Kapan waktu terbaik untuk berkunjung ke Banda Aceh?
Waktu terbaik adalah pada musim kemarau, sekitar Februari hingga September, karena cuaca cenderung cerah dan nyaman untuk berwisata. Jika ingin menikmati suasana yang lebih sejuk, kunjungi pantai pada pagi atau sore hari. -
Apakah ada biaya masuk ke tempat wisata di Banda Aceh?
Sebagian besar objek wisata seperti Masjid Raya Baiturrahman, Museum Tsunami Aceh, PLTD Apung, dan Pantai Ulee Lheue dapat dikunjungi secara gratis. Beberapa destinasi di sekitar Banda Aceh, seperti Pantai Lampuuk atau Air Terjun Kuta Malaka, biasanya hanya mengenakan tiket masuk yang terjangkau. -
Bagaimana cara menuju Banda Aceh?
Banda Aceh dapat diakses melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, yang melayani penerbangan langsung dari kota-kota besar seperti Jakarta, Medan, dan Kuala Lumpur. Dari bandara, Anda dapat menggunakan taksi, transportasi online, atau kendaraan sewa menuju pusat kota. -
Apa transportasi terbaik untuk berkeliling Banda Aceh?
Untuk menjelajahi kota, wisatawan dapat menggunakan transportasi online, taksi, becak motor (bentor), atau menyewa mobil maupun sepeda motor. Jika ingin mengunjungi destinasi di Aceh Besar seperti Pantai Lampuuk atau Pantai Lhoknga, kendaraan sewa menjadi pilihan yang lebih praktis. -
Apa yang perlu diperhatikan saat berwisata di Banda Aceh?
Banda Aceh menerapkan nilai-nilai budaya dan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari. Wisatawan disarankan mengenakan pakaian yang sopan, terutama saat mengunjungi tempat ibadah dan kawasan religius, menghormati adat setempat, serta menjaga kebersihan dan ketertiban selama berwisata.
Produk terkait
I enjoy exploring new places, trying travel tools, and sharing practical tips that make trips easier for Indonesian travelers.